Kemenbud Gelar Lomba Video Kreatif di Medsos – Terbuka untuk Pelajar-Umum
Table of Contents
Kemenbud Gelar Lomba Video Kreatif di Medsos, Terbuka untuk Pelajar dan Umum
Kemenbud Gelar Lomba Video Kreatif di Medsos – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah merilis kompetisi kreatif berupa lomba konten video dengan tema “Museum dan Cagar Budaya di Daerahku”. Kompetisi ini memberikan peluang bagi masyarakat luas, terutama generasi muda, untuk berpartisipasi dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui platform digital. Lomba ini masih terbuka sampai 3 Juli 2026.
Tujuan Lomba untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya
Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin digital, Kemenbud menggandeng media sosial sebagai sarana untuk merangsang kreativitas masyarakat, khususnya remaja, dalam mengungkap nilai-nilai budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa media sosial bisa menjadi ruang strategis bagi pembangunan kesadaran budaya.
“Pembuatan konten video ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya menjadi penggemar budaya, tetapi juga menjadi pelaku, kreator, dan duta budaya di ruang digital,” jelas Menteri Fadli Zon, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (29/6/2026).
Kemenbud mengharapkan lomba ini mampu menginspirasi peserta untuk berbicara tentang museum dan cagar budaya dengan cara yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tema yang dipilih dianggap penting untuk membangun identitas nasional dan menjaga warisan budaya yang ada di berbagai daerah.
Ketentuan Peserta dan Format Konten
Lomba ini dibagi menjadi dua kategori peserta, yaitu pelajar/mahasiswa dan umum. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menampilkan karya berdurasi maksimal tiga menit. Karya tersebut harus memperkenalkan sejumlah museum dan cagar budaya, baik yang memiliki peringkat nasional maupun tingkat provinsi atau kabupaten.
Dalam lomba, peserta diminta memilih dari 20 museum serta 34 cagar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Karya bisa diunggah melalui Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts. Setiap akun bisa mengirimkan satu video per platform. Hal ini diatur agar semua peserta memiliki kesempatan yang sama dalam berkompetisi.
Untuk memastikan kualitas karya, panitia juga memberikan beberapa aturan. Salah satu syarat utama adalah larangan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan video. Peserta diharapkan memanfaatkan kemampuan kreatif mereka sendiri untuk menggambarkan keunikan museum dan cagar budaya. Selain itu, video harus memiliki kualitas visual dan audio yang memadai agar mampu menarik perhatian penonton.
Melestarikan Budaya melalui Konten Digital
Kemenbud menekankan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjembatani antara budaya tradisional dan dunia digital. Dengan memanfaatkan media sosial, peserta bisa menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang cenderung lebih aktif di platform tersebut. Lomba ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Selain itu, kompetisi ini didesain agar memudahkan peserta dalam berpartisipasi. Format video yang fleksibel memungkinkan mereka menyampaikan pesan budaya dengan berbagai gaya, seperti kreatif, informatif, atau penuh kesenian. Kemenbud juga menyediakan panduan lengkap tentang syarat dan mekanisme pengiriman karya, termasuk detail teknis dalam pembuatan video.
Peserta dianjurkan untuk menyertakan penjelasan tentang sejarah, fungsi, atau keunikan museum dan cagar budaya yang dipilih. Dengan demikian, video tidak hanya menarik visual tapi juga menyampaikan makna di balik nilai-nilai budaya yang diangkat. Kemenbud berharap, melalui lomba ini, masyarakat bisa lebih memahami peran museum dan cagar budaya dalam menjaga identitas budaya daerah.
Kontribusi Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya
Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa generasi muda adalah kunci dalam memperkuat budaya Indonesia di tingkat global. “Konten video bisa menjadi sarana baru untuk menarik minat generasi muda, sehingga mereka lebih aktif dalam mengakses dan menyebarluaskan budaya,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa lomba ini akan memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi minat dalam bidang kreatif dan teknologi.
Menurut Menteri Fadli Zon, lomba ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat terhadap pelestarian budaya. Ia menilai, media sosial memainkan peran penting sebagai alat komunikasi yang efektif dalam menjangkau audiens yang beragam. Dengan video, peserta bisa menampilkan sudut pandang yang unik dan sesuai dengan karakteristik generasi muda.
Kemenbud juga mengingatkan peserta untuk memperhatikan panduan teknis yang telah ditetapkan. Misalnya, video harus disertai dengan caption yang jelas, serta memperlihatkan nilai-nilai budaya secara langsung. Selain itu, peserta diwajibkan menunjukkan keterlibatan pribadi dalam menggambarkan makna budaya yang diangkat. Hal ini diharapkan mampu menciptakan karya yang lebih personal dan bermakna.
Bagi peserta yang ingin mengikuti lomba, mereka dapat mengakses informasi lengkap tentang syarat, aturan, dan mekanisme pengiriman melalui laman resmi “Lomba Aku dan Budayaku”. Situs web tersebut menyediakan panduan yang jelas, termasuk contoh karya yang bisa dijadikan referensi. Kemenbud juga menyediakan pengumuman pemenang dan penghargaan yang akan diberikan kepada peserta terbaik.
Dengan lomba ini, Kemenbud menggambarkan komitmen untuk memperkuat peran media sosial dalam budaya. Ia berharap, melalui partisipasi masyarakat, budaya Indonesia tidak hanya dijaga tetapi juga diangkat ke tingkat internasional. Pembuatan video kreatif dianggap sebagai bentuk inovasi yang bisa menarik minat lebih luas, termasuk dari luar negeri, untuk mengenal keunikan budaya Indonesia.
