Makna Maulid Nabi Muhammad SAW

Halo teman-teman! Mungkin kamu pernah merasakan, jika perayaan Maulid Nabi merupakan peristiwa yang menarik bagi semua kalangan umat Islam. Bahkan, mau tidak mau kita juga harus membiasakan diri untuk mengikuti setiap tradisi dan kegiatan yang telah terdahulu dilaksanakan pada saat Maulid Nabi. Maulid Nabi atau biasa disebut dengan Maulud saja (dalam bahasa arab), yang artinya adalah peringatan hari lahir Nabi Islam Muhammad yang menurut Islam sebagai sunni tauladan jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal. Bagi umat Muslim makna Maulid Nabi Muhammad SAW untuk mengenang sejarah perjuangan Rasulullah dalam penyebaran Islam. Maka dari itu pada hari besar Islam, umat Muslim dianjurkan untuk melantunkan bacaan sholawat dan doa, adapun diantaranya kumpulan bacaan sholawat yang telah kita bahas sebelumnya.

Saat perayaan tiba, umat Muslim berkumpul untuk merayakan Perjuangan Nabi Muhammad, namun di balik perayaan yang meriah dengan tradisi yang kental dalam perayaan tersebut, terdapat sejarah panjang dan makna dari Hari Maulid Nabi. Dalam artikel kali ini, kita akan menjelajahi sejarah dan memahami makna Maulid Nabi yang memikat hati dan memperkuat iman.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi adalah salah satu hari penting umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari buku ‘Sirah Nabawiyah‘ karya Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol’ahji, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Sebagai catatan, kala itu masih belum ditentukan penanggalan hijriah.

Dalam sejarah tradisi bangsa Arab, Ahmad Tsauri dalam Sejarah Maulid Nabi (2015) mencatat bahwa perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sudah dirayakan oleh masyarakat Muslim sejak tahun kedua hijriah.

Catatan tersebut merujuk pada Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa. Dalam catatan tersebut dijelaskan bahwa seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Khaizura merupakan salah satu sosok yang mempunyai perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta situs-situs sejarah peninggalan Nabi. termasuk memprakarsai penghormatan terhadap kelahiran Rasulullah SAW.

Perjalanan hidup Nabi Muhammad adalah lautan yang membentang. Maka demikian kelahiran Nabi Muhammad juga di yakini membawa berkah bagi orang-orang di sekitarnya.

Apa Makna Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia merupakan hari libur Nasional, hari itu dimanfaatkan oleh setiap umat Muslim untuk bersholawat dan berdoa untuk mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Hari raya Islam yang penuh makna yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad, beberapa makna yang terkandung dalam Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya :

Mengingat Perjuangan Nabi Muhammad

Maulid Nabi Muhammad merupakan momen yang penting untuk mengingat dan menghargai perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam. Nabi Muhammad sebagai utusan Allah mengahadapi berbagai rintangan dan tantangan dalam menyebarkan ajaran Islam, namun tidak pernah mengeluh atau menyerah. Oleh karena itu, perayaan Maulid Nabi Muhammad menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk mengambil pelajaran dari kehidupan beliau dengan mengamalkan.

Rasa Syukur

Hari Maulid Nabi Muhammad memiliki makna rasa syukur kepada-Nya atas kebaikan, hidayah dan rahmat yang telah di anugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad, merupakan utusan Allah yang  telah lahir ke dunia untuk memberikan petunjuk hidup dan menyebarkan suri tauladan yang baik sebagai contoh untuk umat manusia. Semasa hidupnya Muhammad SAW tidak pernah menyerah dalam menyebarkan ajaran islam di muka bumi. Beliau bersama para sahabatnya senantiasa selalu memberikan pengajaran Islam dalam membawa kebaikan.

Baca juga :  5 Perjuangan Martin Luther King Jr yang Wajib Kamu Tahu!

Sebagai Syiar Islam

Perayaan Maulid Nabi Muhammad juga memiliki peran penting sebagai salah satu syiar Islam. Syiar Islam adalah segala sesuatu dalam proses penyampaian atau ajakan dan seruan kepada umat manusia untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan ini menjadi bentuk syiar yang menunjukkan cinta dan penghormatan umat Muslim terhadap Nabi Muhammad sebagai sosok yang diutus oleh Allah SWT. Melalui perayaan Maulid, umat Muslim menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada masyarakat luas. Ini mencakup nilai-nilai kesabaran, kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan banyak lagi.

Dzikir dan Doa

seorang muslim sedang berdzikir
Sumber : pexels.com

Maulid Nabi Muhammad juga menjadi kesempatan untuk melaksanakan dzikir dan doa sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan mengingat kebesaran-Nya. Selama perayaan Maulid, umat Muslim berdoa dan mengingat kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Dzikir dan doa ini memberikan kekuatan spiritual kepada umat Muslim dan meningkatkan hubungan mereka dengan Allah SWT.

Nilai Spiritual

Maulid Nabi Muhammad memiliki nilai-nilai spiritual yang mendalam. Perayaan ini memungkinkan umat Muslim untuk menghadirkan ketenangan dan ketakwaan dalam diri mereka. Melalui pengetahuan tentang kehidupan Nabi Muhammad dan teladan beliau, umat Muslim dapat meneladani sifat-sifat mulia seperti kesabaran, kejujuran, kerendahan hati, dan kasih sayang.

Dalam perayaan Maulid Nabi menjadi momen introspeksi dan perenungan yang dapat memperkuat hubungan spiritual umat Muslim dengan Allah.

Setiap manusia beragama Muslim dapat menumbuhkan dan menumbuhkan rasa cintanya pada Nabi Muhammad SAW dengan Maulid. Dengan mengungkapkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana terdapat pada Surah Yunus ayat 58. Figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (Surah al-anbiya’:107).

Nilai Sosial

Nilai sosial juga memiliki peran penting dalam makna Maulid Nabi, perayaan ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun hubungan yang harmonis antara sesama umat Muslim. Dalam konteks ini, umat Muslim saling berbagi makanan dan minuman serta berinteraksi dengan bersama keluarga dan masyarakat sekitar. Tidak lupa juga dalam perayaan ini umat muslim saling berbagi sedekah dan makanan untuk orang kurang mampu di sekitar lingkungan mereka. Hingga menyumbangkan barang-barang kepada kegiatan amal.

Nilai Persatuan

Maulid Nabi Muhammad juga memiliki nilai persatuan yang kuat dalam menjalin hubungan umat Muslin di seluruh dunia. Tanpa memandang perbedaan suku, budaya, atau bangsa. Semangat persaudaraan dari kesatuan umat Muslim tercermin dalam perayaan ini, dimana orang-orang berkumpul untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam kesatuan momen membaca shalawat dan doa secara bersamaan dan berjamaah sebagai satu kesatuan.

Mengetahui Silsilah Keluarga Nabi Muhammad

Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad, perayaan Maulid juga memberikan kesempatan kepada umat Muslim untuk mempelajari dan mengetahui silsilah keluarga Nabi Muhammad. Ini termasuk pengetahuan tentang orang-orang terdekat beliau, seperti istri-istri beliau dan keturunan-keturunannya yang mulia. Melalui pengetahuan ini, umat Muslim dapat lebih memahami sejarah Islam dan menghargai peran oleh keluarga Nabi Muhammad dalam penyebaran agama.

Ibunda Rasullullah yang bernama Aminah, lalu ayahanda bernama Abdullah yang meninggal saat Rasullullah masih di dalam kandungan ibunya. Pamannya bernama Abu Thalib yang berbeda keyakinan dengan Rasulullah. Meskipun seperti itu Abu Thalib selalu mendukung Rasulullah dalam penyebaran ajaran Islamnya.

Lalu istri tercinta Rasulullah Muhammad yaitu Khadijah Radiyallahu’anha yang sebelum nya menjadi rekan bisnis Nabi Muhammad. Anaknya bernama Fatimah yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan mereka melahirkan cucu Rasulullah bernama Hasan dan Husein.

Silsilah keluarga Nabi Muhammad menjadi pedoman akan kecintaannya terhadap keluarga dan menjadi suri tauladan dalam membina sebuah rumah tangga yang sakinnah mawaddah untuk umat manusia di kehidupan selanjutnya. Mari kita menjadi suri tauladan bagi keluarga dan menjadikan teladan Rasulullah sebagai pedoman dalam hidup. Salah satunya dalam berbagi kebaikan membantu umat Muslim yang membutuhkan seperti membantu Dito seorang difabel untuk miliki kursi roda. Sekarang!

Selamat merayakan Hari Raya Islam Maulid Nabi Muhammad SAW.

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.

One thought on “Apa Sejarah Makna Maulid Nabi Muhammad SAW?”

Comments are closed.