Table of Contents
HNW: Perkuat diplomasi haji untuk penambahan kuota
Jakarta – Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI, menyoroti pentingnya pemerintah meningkatkan kerja sama internasional guna memperoleh tambahan kuota haji bagi warga Indonesia. Dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, HNW mengatakan bahwa langkah ini bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi antrean jamaah haji yang terus memanjang.
Menurut HNW, saat ini jumlah kuota haji Indonesia masih berdasarkan rasio 1:1.000 dari total penduduk Muslim di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa skema tersebut tetap bisa dinegosiasikan. “Kalau memungkinkan, rasio ini bisa ditingkatkan menjadi 2:1.000 jika dapat ditawarkan melalui diplomasi haji,” tambahnya.
Strategi Diplomasi untuk Kuota Lebih Besar
“Diplomasi haji harus dilakukan dengan menggandeng OKI serta negara-negara yang memiliki kuota hajji yang tidak terpakai,” ujarnya.
HNW juga menekankan bahwa potensi kuota haji harus diukur berdasarkan pertumbuhan populasi Muslim Indonesia. “Kuota haji saat ini belum sepenuhnya mencerminkan jumlah penduduk Muslim yang terus meningkat,” kata dia.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk lebih aktif membangun kerja sama dengan negara-negara yang kuotanya belum termanfaatkan. “Ini perlu dijadikan prioritas serius karena antrean haji kita sangat panjang, dan masyarakat butuh solusi nyata agar tidak menunggu hingga puluhan tahun untuk berangkat,” paparnya.
Komunikasi dengan Arab Saudi
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sudah berkomunikasi dengan Arab Saudi mengenai penggunaan kuota hajji dari negara tetangga. “Komunikasi telah dilakukan, tapi pemerintah Saudi belum menerima pola ini secara positif. Kita akan kembali berdiskusi,” terangnya.
