Table of Contents
Direktur Utama Perum Bulog Ajak Pimpinan Wilayah dan Cabang Fokus pada Pengadaan Gabah Petani
Jakarta – Dalam upaya memastikan pencapaian target nasional, Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan pentingnya peran pimpinan wilayah dan cabang dalam mempercepat pengambilan gabah dari petani. Ia menyampaikan hal ini setelah menghadiri rapat percepatan pendanaan penyerapan gabah setara beras di Jakarta, Senin (13 April 2026).
“Kami mendorong para pinwil dan pimpinan cabang Bulog seluruh tanah air agar memaksimalkan panen di awal-awal ini sampai bulan Juli (2026),” kata Rizal.
Rizal menambahkan, masa panen raya di beberapa sentra produksi padi nasional jatuh pada periode Juni hingga Juli yang dianggap sebagai puncak dampak El Nino. Kondisi cuaca panas selama musim panen, menurutnya, berkontribusi positif dalam mempercepat proses pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen petani lebih baik dan siap diserap.
“Karena apa? Untuk antisipasi kalau nanti El Nino-nya berkepanjangan bahkan di November dan lain sebagainya,” ujar Rizal.
Sampai 13 April 2026, Bulog mencatatkan pencapaian pengadaan gabah sebesar 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton beras dari target 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, stok beras yang dimiliki Perum Bulog mencapai 4,727 juta ton dan diprediksi akan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.
Untuk menjaga kinerja optimal, Rizal menyatakan intensitas kerja Perum Bulog saat ini ditingkatkan, hampir tanpa hari libur. Pegawai yang biasanya menggunakan akhir pekan untuk keluarga, kini digunakan untuk operasional pengumpulan dan pengemasan beras sebagai bagian dari pengabdian terhadap negara.
Penguatan Sinergi dan Pemantauan Global
Rizal menegaskan bahwa kerja keras dan solidaritas seluruh jajaran berpotensi mendorong pencapaian target penyerapan. Ini juga bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional meski dihadapkan pada tantangan geopolitik dan dampak El Nino. Ia menambahkan, komitmen Perum Bulog terus dijaga agar pasokan pangan tetap stabil, bahkan di tengah tekanan global dan perubahan iklim yang mengancam banyak negara.
Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Bulog memperkuat kerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga, BUMN pangan, serta BMKG untuk mengantisipasi efek perubahan iklim. Perusahaan juga mempererat koordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi IV dan Komisi VI, sektor swasta logistik, serta membentuk pusat komando di Kantor Pusat untuk memantau dinamika global dan potensi El Nino secara real time.
Dalam menjaga harga beras tetap terkendali, Bulog rutin memantau pasar bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan. Langkah ini dilakukan dengan melakukan operasi pasar dan pengawasan langsung terhadap produsen di lapangan.
