New Policy: Berkat Operasi Katarak Gratis, Para Lansia di NTT Dapat Melihat Lebih Baik

Berkat Operasi Katarak Gratis, Lansia di NTT Bisa Melihat Lebih Jernih

New Policy – Program operasi katarak gratis yang digelar oleh Kementerian Sosial bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP), dan Pemerintah Kabupaten Kupang telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah lansia di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada 29 Mei 2026, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Banyak peserta program menyatakan kebahagiaan setelah operasi yang mengembalikan penglihatan mereka.

Oktovianus, Tukang Ojek yang Terbantu oleh Operasi Gratis

Oktovianus, warga Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengalami masalah penglihatan di mata kanan sejak beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini membuatnya kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Saya merasa penglihatan mulai kabur sejak lima tahun belakangan,” tulis Oktovianus dalam pernyataannya, Kamis (4/6/2026).

“Kadang terganggu kalau lagi ngendarai motor. Lampu mobil atau mobil lain terasa silau, seperti ada cahaya berkedip,” ujar Oktovianus.

Sebagai tukang ojek, Oktovianus sering mengalami kesulitan karena penglihatannya yang tidak optimal. Penghasilannya pun tidak stabil, terkadang ia juga membantu mengantarkan sayur ke pasar atau menjadi pedagang sambilan. Karena tidak ada layanan dokter mata di daerahnya dan keterbatasan biaya, ia memutuskan menunda pengobatan.

Kemudian, ia mulai takut dengan operasi katarak. Informasi yang ia dengar menyebutkan prosedur itu melibatkan penggantian mata dengan mata “kucing” atau pengambilan mata secara langsung. “Saya dulu berpikir operasi itu berarti menyedot mata, lalu ganti dengan mata yang lain,” tambahnya.

Tapi ketakutan itu hilang setelah ia mendapat edukasi dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak terkait. “Setelah diberi penjelasan, saya merasa lebih tenang. Operasi itu bukan proses pengambilan mata, tapi memperbaiki kesehatan mata dengan bantuan dokter spesialis,” jelas Oktovianus.

Nelci, Ibu Rumah Tangga yang Kembali Melihat dengan Jelas

Seorang lansia lainnya, Orpan Nelci Sodak Manafe (69), juga mengalami perubahan signifikan setelah operasi katarak. Ia tinggal di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, dan sejak tiga tahun lalu menjadi ibu rumah tangga yang mandiri setelah suaminya meninggal. Saat ini, ia berjualan sayur di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tiga anaknya yang sudah menikah turut membantu mengurangi beban pekerjaannya.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah yang membuka kesempatan operasi gratis. Bukan hanya saya, tapi seluruh warga Kabupaten Kupang,” kata Nelci.

Setelah menjalani operasi pada mata kiri, Nelci menyatakan kebahagiaannya bisa kembali melihat lebih jernih. “Artinya bukan langsung sembuh, tapi ada perubahan. Kini mata lebih jelas, bisa melihat objek yang sebelumnya tidak terlihat,” imbuhnya.

Bantuan dari program ini sangat berarti bagi Nelci, yang sebelumnya membutuhkan bantuan pemerintah berupa sembako setelah kehilangan suami. Ia berharap program serupa bisa terus berlanjut dan masyarakat lansia yang belum mendapat perawatan bisa segera terlayani.

Kementerian Sosial menyatakan program operasi katarak gratis merupakan bagian dari inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Kegiatan ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau, terutama di daerah terpencil. Selain RSUD Naibonat, program ini juga melibatkan tim medis dari PERDAMI dan YPP yang berperan aktif dalam menjangkau masyarakat.

Menurut data yang dihimpun, program ini telah memberikan manfaat kepada ratusan lansia. Banyak dari peserta menyebutkan bahwa operasi katarak bukan hanya memperbaiki penglihatan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka. “Operasi ini membuat saya lebih percaya diri dalam beraktivitas. Karena pandangan jernih, saya bisa memperhatikan detail di sekitar,” ujar Oktovianus.

Proses pengobatan yang diberikan gratis ini menurut Oktovianus mengurangi beban ekonomi bagi keluarga. “Sebelumnya, saya harus mengeluarkan uang untuk pengobatan, tapi sekarang semua gratis. Saya hanya perlu bersyukur dan mempercayakan prosesnya pada Yang Maha Kuasa,” tambahnya.

Kegiatan operasi katarak gratis ini diharapkan menjadi contoh nyata peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan lansia. Banyak lansia di NTT menghadapi tantangan kesehatan yang memengaruhi kemampuan beraktivitas. Program ini bertujuan mengatasi masalah tersebut dengan memberikan layanan medis profesional dan terjangkau.

Dalam video yang disiarkan, program ini disebut sebagai bukti nyata kehadiran negara untuk lansia. Video tersebut juga menampilkan kebahagiaan peserta program yang akhirnya bisa melihat dengan lebih baik. “Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga emosional. Kembali melihat dunia seperti dulu membuat saya merasa lebih hidup,” tutur Nelci.

Program operasi katarak gratis di NTT menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan mata bagi masyarakat. Banyak lansia awalnya takut atau mengabaikan masalah penglihatan karena informasi yang kurang tepat. Dengan adanya program ini, mereka bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan memutuskan untuk berperan aktif dalam pengobatan.

Selain Oktovianus dan Nelci, ada ratusan lansia lainnya yang juga merasakan manfaat dari program ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang hingga pekerja harian. Kehadiran pihak penyelenggara, seperti Kemensos dan PERDAMI, membuat layanan ini bisa diakses oleh lansia yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Menurut Nelci, bantuan ini bukan hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. “Saya harap tahun depan ada lagi program serupa, supaya lansia yang belum mendapat pengobatan bisa segera terlayani,” pungkas Nelci. Kedua orang tua ini menjadi saksi bahwa operasi katarak gratis bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di daerah terpencil.

Video Program Permakanan Kemensos: Bukti nyata Negara Hadir untuk Lansia Video Program Permakanan Kemensos: Bukti nyata Negara Hadir untuk Lansia Video Program Permakanan Kemensos: Bukti nyata Negara Hadir untuk Lansia