Key Issue: Aksi Warga Kejar Pemerkosa Anak di Cakung Sampai Naik Genteng

Aksi Warga Kejar Pemerkosa Anak di Cakung Sampai Naik Genteng

Key Issue – Dalam sebuah video yang menyebar luas di platform media sosial, terlihat seorang pelaku pemerkosa anak di bawah umur berhasil ditangkap oleh warga di Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (21/6/2026). Aksi penangkapan tersebut menarik perhatian banyak orang karena pelaku sempat kabur ke atas atap rumah sebelum akhirnya diamankan oleh warga.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2026) di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Mulanya, pelapor, yang merupakan ibu korban, dijemput oleh menantunya untuk pulang ke rumah. Saat tiba di tempat tujuan, Ketua RT dan sejumlah saksi langsung menyampaikan bahwa korban ditemukan berada di dalam kontrakan pelaku. Korban, yang sedang berada di toilet, tidak mengenakan pakaian lengkap dan terlihat dalam kondisi terpuruk.

Setelah mengetahui kejadian itu, pelaku berusaha melarikan diri dengan menjebol atap rumah. Aksi kaburnya memicu warga sekitar untuk mengejar hingga ke atas genteng. Video dari kejar-kejaran ini langsung menjadi trending dan menggambarkan ketegangan yang terjadi antara warga dan pelaku.

Detik-Detik Penangkapan

Saat kejadian, pelaku mengenakan pakaian berwarna hijau dan berusaha menghindari pengejaran. Sebanyak empat warga ikut naik ke atap untuk mengamankan dirinya. Mereka menyerukan pengejaran sambil menyoraki pelaku dengan semangat yang tinggi. “Astaghfirullah, udah tua Pak. Ini orangnya (pelaku) yang pakai baju hijau, ya Allah,” kata seseorang yang merekam video peristiwa tersebut.

Dari penyelidikan lanjutan, terungkap bahwa pelaku berinisial SR, yang berusia 50 tahun, adalah tetangga korban. Kasat PPA Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Lina Yuliana, mengungkapkan bahwa peristiwa ini memang terjadi karena warga telah memperhatikan aktivitas pelaku yang mencurigakan.

Konfirmasi Polisi

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan adanya penangkapan terhadap SR. Menurutnya, pelaku terbukti melakukan pemerkosaan anak di bawah umur. “Iya betul (pelaku melakukan pemerkosaan anak di bawah umur),” jelas AKP Made saat dihubungi wartawan, Minggu (21/6/2026).

Sebelumnya, ibu korban telah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur setelah menemukan anaknya dalam kondisi tidak wajar. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti seperti hasil visum dari RS Polri, pakaian milik korban, serta pakaian pelaku. “Saat ini pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh penyidik Sat PPA Polres Metro Jakarta Timur,” tambah Lina.

Dalam proses penyelidikan, terungkap bahwa pelaku SR dan korban memang tinggal di sebelah rumah yang sama. Aktivitas pelaku dianggap mencurigakan oleh warga sejak lama karena setiap Jumat, ia selalu berada di rumah korban. “Untuk perbuatannya, tetangga sudah curiga sejak lama karena setiap hari Jumat tersangka selalu berada di rumah dan korban selalu main ke rumah tersangka,” terang AKP Made.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dan pelaku adalah warga sekitar yang memiliki hubungan dekat. SR mengaku bahwa perbuatan tersebut sudah dilakukannya sejak tahun 2025. “Tersangka mengakui perbuatan tersebut sejak tahun 2025,” ujar Made saat diwawancarai. Ini menunjukkan bahwa kejadian tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi telah terjadi berulang kali.

Peristiwa ini menjadi bukti betapa masyarakat Cakung aktif dalam menangani kasus kriminal yang melibatkan anak-anak. Selain menangkap pelaku, warga juga membantu polisi dalam mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Tindakan mereka tidak hanya mempercepat proses penyidikan, tetapi juga menegaskan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak.

Dalam video yang beredar, aksi kejar-kejaran antara warga dan pelaku tampak dramatis. Para warga yang naik ke genteng berusaha menahan pelaku agar tidak melarikan diri. Beberapa dari mereka bahkan berteriak sambil menunjukkan bagian tubuh korban yang sedang dibawa oleh pelaku. “Kita nggak bisa biarkan dia kabur, harus dihadang,” kata warga yang terlihat dalam video.

Kasat PPA Kompol Lina Yuliana mengungkapkan bahwa pelaku SR telah melakukan tindakan pemerkosaan secara terus-menerus. “Terduga pelaku berusaha melarikan diri dengan menjebol atap rumah,” ujar Lina dalam keterangannya. Penyelidikan terus berjalan, dan polisi sedang mengejar lebih banyak informasi untuk memperkuat kasus ini.

Peristiwa ini menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat setempat. Kebiasaan pelaku yang selalu berada di rumah korban pada hari Jumat memicu perhatian warga, yang akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan. Tidak hanya itu, mereka juga memastikan bahwa pelaku tidak bisa melarikan diri ke mana-mana. “Warga berhasil menghadang terduga pelaku, setelah itu terduga pelaku diamankan oleh warga setempat,” ujar Made.

Dengan adanya video viral, masyarakat bisa lebih memahami seberapa serius kasus pemerkosaan ini. Peristiwa di Cakung menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat bisa bersatu untuk menegakkan keadilan. Selain menangkap pelaku, warga juga berharap kasus ini bisa menjadi peringatan bagi orang-orang di sekitar korban.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan polisi memastikan bahwa semua bukti yang relevan akan dikumpulkan untuk membuka seluruh fakta. “Kami sedang memperiksa lebih lanjut dan akan mengungkap semua informasi yang dibutuhkan,” jelas Lina. Harapan masyarakat adalah agar pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya, dan korban mendapatkan keadilan.

Sementara itu, para warga yang terlibat dalam penangkapan menunjukkan semangat dan kegigihan dalam mempertahankan keadilan. Mereka tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga memastikan bahwa korban tetap dalam perlindungan. Aksi ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang tinggi, karena warga tidak menunggu polisi untuk bertindak, melainkan langsung turun tangan.

Dengan kejadian ini, masyarakat Cakung juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar rumah. “Setiap Jumat, aktivitas pelaku berbeda dari hari-hari biasa,” ujar Made. Ini menjadi indikasi awal bahwa tindakan yang tidak wajar bisa terdeteksi oleh warga yang teliti.

Kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Cakung memperlihatkan bagaimana kekuatan masyarakat bisa mempercepat proses hukum. Dengan bantuan warga, polisi berhasil menangkap pelaku sebelum ia bisa menghilang dari kepolisian. Keberhasilan ini menegaskan bahwa kerja sama antara warga dan pihak berwenang sangat penting dalam menyelesaikan kasus-kasus yang menyangkut anak-anak.

Di sisi lain, pelaku SR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan mengenakan baju hijau, ia memperlihatkan keberaniannya untuk kabur dari tempat kejadian, tetapi akhirnya tergagalkan oleh warga. “Ini bukan kebetulan, warga mengetahui kejadian yang terjadi setiap Jumat,” tambah Made. Kejadian ini menjadi saksi bisu betapa m