Seskab: Pertama Kali Periset BRIN Diundang dan Pamerkan Hasil Riset di Istana

teddy-indra-wijaya-1786019351589_169

Seskab: Periset BRIN Pertama Kali Pamerkan Riset di Istana

Ceritaberkat.com – Seskab mencatatkan sejarah baru ketika Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan lebih dari 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka. Momen bersejarah ini menandai pertama kalinya para ilmuwan dan peneliti dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul untuk tidak hanya berdiskusi, tetapi juga mempresentasikan secara langsung hasil-hasil riset dan inovasi strategis mereka kepada kepala negara.

Kedatangan para peneliti ini menjadi simbol penting dari komitmen pemerintah dalam menempatkan sains dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan nasional. Dalam sambutannya, Seskab melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kehadiran para peneliti ini merupakan suatu kehormatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Yang terhormat Bapak Presiden, dengan hormat dilaporkan pada hari ini Kamis, 6 Agustus 2026 telah hadir di Istana Merdeka untuk pertama kalinya lebih dari 150 periset berasal dari seluruh Indonesia. Kemudian pula untuk pertama kalinya juga dengan membawa dan memamerkan hasil-hasil riset dan inovasi strategis yang dibuat langsung oleh para periset untuk diperlihatkan langsung kepada Bapak Presiden,” kata Teddy Indra Wijaya dalam pengantarnya.

BRIN dan Visi Indonesia Emas 2045

Sebagai lembaga yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan penelitian di Indonesia, BRIN memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Kepala BRIN, Arif Satria, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo atas inisiatif undangan ini.

“Selain itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Bapak Presiden bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” kata Arif.

Indonesia Emas 2045 merupakan target ambisius yang menargetkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penguasaan teknologi dan inovasi menjadi kunci utama. BRIN sebagai lembaga riset nasional memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo: Sains dan Teknologi sebagai Fondasi Kemajuan

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penguasaan sains dan teknologi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi kemajuan bangsa. Negara-negara yang mampu mengembangkan kedua bidang ini terbukti melaju lebih pesat dalam berbagai sektor pembangunan.

“Kuncinya adalah sains dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan, dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling, paling kritikal, paling kritis,” lanjutnya.

Pernyataan ini sejalan dengan pandangan bahwa investasi dalam pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan hasil nyata bagi generasi mendatang. Prabowo juga menyampaikan harapannya untuk dapat mengunjungi kampus-kampus para peneliti, mengingat beliau pernah mengunjungi kampus LIPI di Cibinong beberapa tahun lalu.

“Terima kasih Saudara datang ke Istana, dan saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok kampus-kampus Saudara. Saya pernah datang pada saat dulu kampus LIPI kalau tidak salah ya, di Cibinong kalau tidak salah ya, dan di beberapa tempat,” ucapnya.

Signifikansi Pertemuan Ini bagi Dunia Riset Indonesia

Pertemuan antara Presiden dan para peneliti BRIN ini memiliki makna yang mendalam bagi ekosistem riset di Indonesia. Selama ini, banyak peneliti bekerja di balik layar tanpa mendapatkan pengakuan langsung dari tingkat tertinggi pemerintahan. Dengan adanya forum ini, hasil-hasil riset yang selama ini dikembangkan dapat dilihat dan diapresiasi secara langsung oleh kepala negara.

Para peneliti yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan bahwa potensi riset tidak hanya terpusat di Jakarta atau kota-kota besar. Kehadiran mereka di Istana Merdeka menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas ilmiah tersebar merata di seluruh nusantara.

BRIN sendiri merupakan hasil penggabungan berbagai lembaga riset sebelumnya, termasuk LIPI, BATAN, dan BPPT. Penggabungan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi di Indonesia. Dengan struktur yang lebih terpadu, BRIN diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan nasional.

Para peneliti yang mempresentasikan hasil riset mereka membawa berbagai topik menarik, mulai dari teknologi energi terbarukan, bioteknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Setiap presentasi memberikan gambaran komprehensif tentang kemajuan riset Indonesia yang terus berkembang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Acara Seskab BRIN

Kapan acara pertama kalinya periset BRIN dipamerkan di Istana? Acara ini berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Istana Merdeka.

Berapa jumlah peneliti yang hadir dalam acara tersebut? Lebih dari 150 peneliti dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam acara bersejarah ini.

Apa tujuan utama acara ini menurut Presiden Prabowo? Tujuan utamanya adalah menunjukkan komitmen pemerintah bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Siapa saja lembaga yang bergabung membentuk BRIN? BRIN merupakan hasil penggabungan LIPI, BATAN, dan BPPT untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam kegiatan penelitian.