Visit Agenda: Bambang Pacul Puji Kepercayaan ke Polri Naik: Makin Dicintai Rakyat
Table of Contents
Bambang Pacul Puji Kenaikan Kepercayaan Publik terhadap Polri: Tren Positif Kini Tercatat dengan Penguasaan Lebih Tinggi
Visit Agenda – Sejumlah survei terbaru yang dirilis belakangan ini membawa angin segar bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto atau dikenal dengan nama Bambang Pacul, menyampaikan apresiasi terhadap hasil peningkatan keyakinan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara. Ia menilai kenaikan tersebut menjadi indikator kuat bahwa polisi kini lebih dipercaya dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya Bambang Wuryanto, Wakil Ketua MPR RI, mengucapkan selamat Hari Jadi Korps Bhayangkara ke-80,” ujar Bambang Pacul, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Senin (29/6/2026).
Kepuasan terhadap Polri, menurut Bambang Pacul, bukan hanya terwujud melalui prestasi akhir-akhir ini, tetapi juga berawal dari keberhasilan seluruh jajaran dalam menjaga konsistensi pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap, momentum perayaan hari jadi ke-80 ini bisa menjadi peringatan bagi semua anggota Polri untuk terus berinovasi dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas pokok.
Dalam pidatonya, Bambang Pacul menekankan bahwa Polri harus tetap menjadi penjaga dan pelindung rakyat. Ia menyoroti peran polisi sebagai garda depan dalam menjaga keamanan, mencegah tindak kejahatan, serta memberikan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Harapan kami adalah Korps Bhayangkara tetap mengawal rakyat, tetap melayani rakyat, dan tetap mengayomi rakyat,” lanjutnya.
Survei Litbang Kompas: Tren Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Mengalami Peningkatan
Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada periode 9 hingga 18 April 2026 menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri mengalami peningkatan signifikan. Data tersebut dirilis Jumat (26/6/2026), dan menempatkan institusi kepolisian sebagai salah satu lembaga pemerintah yang dipercaya masyarakat.
Menurut hasil survei, tingkat kepercayaan publik kepada Polri mencapai 82,4%, meningkat dari 78,4% di tahun sebelumnya. Dalam pernyataannya, Bambang Pacul mengungkapkan bahwa kenaikan ini menandakan bahwa masyarakat mulai melihat Polri sebagai mitra yang mampu memberikan manfaat secara nyata. “Sebagaimana hari-hari terakhir ini berbagai survei menunjukkan bahwa Korps Bhayangkara makin dicintai rakyat,” katanya.
Kelembagaan Polri juga mengalami peningkatan citra sebesar 7,1% dari 64,4% ke 71,5% pada periode yang sama. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat tidak hanya percaya pada tugas-tugas utama polisi, tetapi juga mengapresiasi sistem kerja yang dijalankan oleh institusi tersebut. Dalam konteks ini, Bambang Pacul menegaskan bahwa Polri perlu terus berinovasi untuk menjaga kepercayaan yang telah tercapai.
Metode dan Keterpercayaan Survei Litbang Kompas
Survei Litbang Kompas yang diumumkan Jumat (26/6/2026) menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.200 responden. Sampel diambil secara acak menggunakan teknik pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi, memastikan representasi yang merata terhadap berbagai kalangan masyarakat. Margin of error survei ini adalah 2,83%, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.
Metode pengumpulan data yang digunakan memberikan gambaran bahwa hasil survei memiliki validitas tinggi. Bambang Pacul menyoroti bahwa angka-angka ini menjadi bahan evaluasi bagi Polri dalam meningkatkan profesionalisme. Ia menilai, peningkatan kepercayaan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat kinerja dan komitmen institusi kepolisian dalam mengemban tugas negara.
Perbaikan Kinerja Polri Berdasarkan Survei
Survei Litbang Kompas tidak hanya mengukur kepercayaan masyarakat terhadap Polri, tetapi juga menilai penilaian profesionalisme institusi tersebut. Hasilnya, skor kinerja profesional Polri meningkat dari 7,76% menjadi 8,37%, mencerminkan perbaikan dalam pelayanan publik. Skor ini dihitung dari rata-rata indeks 20 aspek yang dinilai oleh responden yang pernah berinteraksi dengan polisi, seperti pengurusan dokumen dan pengadilan sederhana.
Selain itu, survei menunjukkan bahwa sekitar 80% responden mengakui kenyamanan fasilitas pelayanan di kantor polisi. Hal ini membuktikan bahwa Polri telah berhasil memperbaiki infrastruktur dan prosedur pelayanan, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dalam berinteraksi dengan institusi tersebut. Bambang Pacul mengapresiasi hal ini sebagai bentuk responsif Polri terhadap kebutuhan rakyat.
Kenaikan kepercayaan publik ini menjadi dasar bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Bambang Pacul menekankan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian. Ia berharap, Polri dapat mempertahankan kinerja yang berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga masyarakat terus merasa aman dan diayomi secara optimal.
Posisi Polri dalam Persepsi Publik
Dari hasil survei, Polri berada di posisi lima institusi negara yang paling dipercaya masyarakat. Bahkan, tingkat kepercayaannya dianggap relatif tertinggi dibandingkan lembaga penegak hukum lain seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kenaikan ini menunjukkan bahwa kinerja Polri telah mencapai titik yang memuaskan.
Bambang Pacul menilai, hasil survei ini menjadi pembuktian bahwa transformasi Polri dalam memperkuat profesionalisme dan transparansi telah diterima oleh masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa partisipasi anggota polisi sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan menjadi faktor utama dalam meningkatkan citra lembaga tersebut. “Kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tegasnya.
Dengan kenaikan yang signifikan ini, Bambang Pacul yakin bahwa Polri dapat terus menjadi pilar utama dalam membangun ke
