What Happened During: Menkop Ferry Juliantono Dilantik Jadi Ketua Harian MES Periode 2026-2031
Table of Contents
Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dilantik Jadi Ketua Harian MES Periode 2026–2031
What Happened During – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi dikukuhkan sebagai Ketua Harian Majelis Ekonomi Syariah (MES) periode 2026–2031. Ia akan berperan sebagai pendamping Ketua Umum MES, Rosan P. Roeslani, yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pelantikan pengurus baru ini dilakukan di Jakarta, Minggu (24/5), oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Periode 2019–2024, KH. Ma’ruf Amin, yang juga menjadi Ketua Dewan Pembina PP MES. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong sinergi antar pelaku sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Pelantikan dan Peran Baru
Pelantikan ini menandai perubahan struktur kepengurusan MES yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas organisasi dalam menjawab tantangan perkembangan ekonomi syariah nasional. Ferry Juliantono, dalam pernyataannya, menekankan komitmen MES untuk menjadi platform yang lebih proaktif dalam mendukung pengusaha, terutama dalam mengatasi hambatan perizinan. Ia menjelaskan bahwa organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah diskusi tetapi juga sebagai instrumen kerja yang mampu memberikan dampak langsung di lapangan. “MES bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi alat operasional yang memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Strategi untuk Pengembangan Ekonomi Syariah
Dalam kepengurusan baru, MES berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produsen halal global. Ferry menegaskan bahwa prioritas utama organisasi adalah membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi dengan memanfaatkan konsep ekonomi syariah. “Kami akan memastikan UMKM dan koperasi mendapatkan dukungan penuh dari sistem ekonomi syariah,” tutur Ferry. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan bisnis yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus pada sektor riil. Penguatan koperasi desa menjadi kunci utama untuk menggerakkan perekonomian di tingkat akar rumput,” tambah Ferry dalam pidatonya.
SELAIN itu, MES juga akan meningkatkan kerja sama dengan berbagai institusi terkait, seperti Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), untuk melakukan kajian dan penelitian yang relevan. Koordinasi dengan lembaga tersebut diharapkan mempercepat implementasi konsep-konsep ekonomi syariah yang praktis dan bisa diterapkan secara luas. “Kolaborasi dengan para ahli dan stakeholder lainnya akan memperkaya strategi pengembangan ekonomi syariah,” kata Ferry, yang dalam acara tersebut menyampaikan visi pengurus baru.
Tematik Pelantikan dan Kontribusi Sinergi
Pelantikan ini mengusung tema ‘Mewujudkan Kepemimpinan Kolaboratif untuk Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing dan Berdampak Luas’. Tema tersebut mencerminkan kebutuhan pengelolaan ekonomi syariah yang lebih terpadu, terutama dalam menghadapi dinamika pasar global. Ferry menyatakan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi syariah. “Kami akan fokus pada inovasi dan penguatan ekosistem yang saling mendukung,” tambahnya.
Dalam acara pelantikan, hadir sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, serta Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari. Pemimpin lembaga ekonomi syariah lainnya, seperti Ketua Dewan Pakar PP MES KH. Adi Hidayat dan Ketua Dewan Pembina PP MES Muliawan D. Hadad, juga turut hadir untuk memberikan dukungan dan pandangan terhadap peran baru MES. Selain itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah serta sejumlah akademisi ekonomi syariah nasional menyampaikan harapan mereka terhadap langkah strategis ini.
Perspektif Masa Depan dan Visi Ulang Tahun
Ferry menegaskan bahwa kepengurusan MES yang baru akan berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam memajukan perekonomian syariah di daerah-daerah terpencil. “Dengan sinergi yang kuat, ekosistem ekonomi syariah akan semakin berkembang dan menjadi penggerak utama dalam pemerataan kesejahteraan,” ujarnya. Ia juga berharap pengembangan ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.
“Kami ingin menyediakan pendampingan yang praktis bagi UMKM dan koperasi agar mampu mengembangkan bisnis berbasis syariah. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan ekonomi yang lebih adil dan inklusif,” kata Ferry, yang dalam pidatonya juga menyoroti peran koperasi desa sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Dalam konteks globalisasi, Ferry menyoroti pentingnya pengakuan terhadap ekonomi syariah sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa keberhasilan sektor ini tergantung pada kolaborasi antar lembaga pemerintah, swasta, dan akademisi. “MES akan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pasar,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak hanya fokus pada diskusi tetapi juga pada implementasi yang nyata.
Dengan peran baru ini, MES diharapkan mampu menjadi pelaku kunci dalam meningkatkan daya saing produk halal Indonesia. Selain itu, Ferry juga menyoroti kebutuhan pengembangan koperasi sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih seimbang. “Koperasi desa adalah benih pertumbuhan ekonomi yang kuat di tingkat masyarakat,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan syariah akan menjadi faktor penentu dalam mencapai visi tersebut.
Kegiatan Kolaboratif dan Harapan Masa Depan
Pelantikan ini tidak hanya menjadi perubahan struktur tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi syariah di masa depan. Ferry berharap bahwa dengan adanya kepengurusan baru, MES mampu menjadi pionir dalam pengembangan pola bisnis yang lebih berkelanjutan. “Kami akan terus meningkatkan kualitas program dan kebijakan yang diimplementas
