Mau Nonton Piala Dunia di Rumah, Pasien Puskesmas di Sulbar Kabur Bawa Infus

Pasien Puskesmas Sulbar Kabur Bawa Infus Mau Nonton Piala Dunia di Rumah

Keputusan Unik Pasien untuk Menikmati Pertandingan Sepak Bola

Mau Nonton Piala Dunia di Rumah menjadi alasan utama seorang pasien berusia 42 tahun dengan inisial W meninggalkan Puskesmas Pambusuang di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul sembilan malam waktu Wita. Pasien tersebut memutuskan untuk pulang dengan membawa infus yang masih terpasang di lengannya. Yang menarik, ia membungkus botol infus menggunakan sarung sebelum memulai perjalanan pulang.

Kesalahpahaman Jadwal Pertandingan Memicu Keputusan

Menurut dr A Vita, Kepala Puskesmas Pambusuang, pasien sebenarnya sudah mengetahui jadwal pertandingan. Namun, terjadi kesalahpahaman mengenai waktu tayang. Ia menduga pertandingan akan dimulai pada tengah malam, padahal kenyataannya dijadwalkan pada dini hari atau subuh. > “Iya, tapi katanya salah jadwal (pertandingan). Dia menduga pertandingan main awal (tengah malam) tapi ternyata subuh. Dia (pulang) bawa botol infus dibungkus sarung,” jelas dr A Vita saat memberikan keterangan kepada detikSulsel pada Kamis, 16 Juli 2026.

Keluarga pasien yang saat itu berada di sekitar ruang perawatan awalnya tidak menyangka bahwa pasien akan pulang. Mereka mengira pasien hanya ingin pergi ke toilet karena melihatnya bergerak keluar dari kamar. Tidak ada yang menyangka bahwa pasien ini akan berjalan kaki pulang ke rumahnya dengan membawa infus yang masih terpasang. > “Tidak ada yang tau kalau ternyata dia (pasien) pulang jalan kaki, karena pakai sarung-sarung ji, keluarga yang menjaga menduga mau ke toilet,” ungkap dr Vita menambahkan detail kejadian tersebut.

Pasien Kembali Setelah Dijemput Petugas

Pasien W merupakan seorang nelayan yang bekerja mencari nafkah di perairan sekitar Polewali Mandar. Ia dirawat di puskesmas tersebut untuk kondisi medis tertentu. Kaburnya pasien baru disadari oleh para petugas puskesmas ketika mereka akan memberikan obat sesuai jadwal. Saat itu, pasien sudah tidak berada di tempatnya lagi. Petugas perawat yang bertugas malam itu kemudian segera mencari pasien. Mereka berhasil menemukan pasien dan menjemputnya kembali sekitar pukul sebelas malam.

Pasien W kemudian kembali ke puskesmas dengan aman dan melanjutkan perawatannya. > “Pas jadwal pemberian obat dicari. Tadi malam langsung dijemput kembali sama petugas perawat yang jaga, jam 11 malam kembali ke puskesmas,” ujar Vita menjelaskan proses pencarian pasien tersebut. Kisah ini menjadi perhatian warga setempat karena keunikan situasinya.

Antusiasme Masyarakat terhadap Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 merupakan ajang sepak bola internasional yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bagi pasien W, menonton pertandingan ini merupakan prioritas meskipun ia sedang dalam proses perawatan. Keputusan untuk pulang dengan membawa infus menunjukkan bahwa ia tidak ingin melewatkan momen penting tersebut. Setelah kembali ke puskesmas, pasien ini kemungkinan besar akan melanjutkan perawatannya dengan lebih tenang karena sudah menyaksikan pertandingan yang ditunggu-tunggu.

Kisah ini juga menjadi contoh bagaimana masyarakat Indonesia memiliki semangat yang tinggi terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Tidak hanya para penggemar di kota-kota besar, tetapi juga masyarakat di daerah seperti Sulawesi Barat yang antusias mengikuti perkembangan pertandingan internasional. Para petugas puskesmas kini memiliki cerita unik yang dapat dibagikan kepada pasien-pasien lainnya. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua orang bahwa terkadang hal-hal kecil dan tidak terduga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di tempat-tempat yang biasanya dianggap serius.