Visit Agenda: Kepercayaan Publik ke Polri 82,4%, Waka DPR Minta Jaga Profesionalisme

Kepercayaan Publik ke Polri Naik ke 82,4%, Waka DPR Apresiasi Perbaikan Profesionalisme

Survei Litbang Kompas Catat Kenaikan Signifikan dalam Pelayanan dan Penegakan Hukum

Visit Agenda – Menurut hasil survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan positif dibandingkan tahun sebelumnya, ketika kepercayaan publik hanya mencapai 76,2 persen. Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR, mengapresiasi perubahan ini sebagai bukti dari upaya Polri dalam memperbaiki kinerja, mulai dari pelayanan kepada masyarakat hingga penegakan hukum yang lebih efektif.

Kenaikan kepercayaan tersebut, menurut Sari, mencerminkan peningkatan kualitas dalam berbagai aspek kepolisian. Terutama dalam upaya Polri untuk meningkatkan kehadiran negara dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ia mengatakan bahwa perubahan ini bukan hanya hasil dari narasi, tetapi juga keberhasilan nyata yang diperlihatkan melalui tindakan konsisten.

“Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata, tetapi harus diukir melalui kinerja yang terbukti. Ketika masyarakat merasakan perbaikan dalam layanan, keadilan, dan keterlibatan Polri dalam menjaga ketertiban, mereka akan semakin yakin akan kemampuan lembaga ini,” jelas Sari dalam pernyataannya, Sabtu (27/6/2026).

Waka DPR ini juga menyoroti beberapa inisiatif Polri yang mendapat respons positif dari publik, seperti tindakan anti-judicial online, pengendalian tindak pidana siber, dan perang terhadap peredaran narkoba serta perdagangan orang. Selain itu, ia menyebutkan bahwa penguatan layanan digital menjadi bagian penting dari upaya modernisasi institusi kepolisian.

Sari menekankan bahwa keberanian Polri dalam menindak pelaku pelanggaran, baik dari internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam membangun institusi yang diakui masyarakat. “Transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum harus terus diperkuat agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tambahnya.

Peran Regulasi dalam Memperkuat Kredibilitas Polri

Dalam pernyataannya, Sari juga mengungkapkan bahwa revisi Undang-Undang tentang Polri yang telah disahkan menjadi momentum penting untuk memperbaiki struktur dan fungsi lembaga tersebut. Menurutnya, penguatan regulasi harus diiringi oleh peningkatan tanggung jawab Polri terhadap masyarakat.

“Setiap peningkatan kewenangan Polri juga menuntut peningkatan profesionalisme, transparansi, dan integritas dalam setiap tindakan. Kepercayaan publik adalah aset terpenting yang harus dijaga melalui reformasi berkelanjutan dan pelayanan yang konsisten,” ungkapnya.

Menurut Sari, kenaikan kepercayaan ke Polri menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengakui upaya lembaga tersebut untuk menjadi lebih responsif dan dipercaya. Ia menyatakan bahwa Komisi III DPR akan terus mendukung peningkatan kapasitas Polri, termasuk dalam mendorong pengembangan kelembagaan yang lebih kuat.

Metode Survei dan Penjelasan Detail

Survei Litbang Kompas yang menyoroti peningkatan kepercayaan publik dilakukan antara 9 hingga 18 April 2026. Pada periode tersebut, 1.200 responden diwawancara secara tatap muka dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di seluruh 38 provinsi. Hasil survei ini memiliki margin of error 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%, yang menunjukkan validitas hasil.

Pertanyaan utama yang diajukan kepada responden adalah: “Secara umum, yakin atau tidak yakinkah Anda bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa depan?” Berdasarkan jawaban, sebanyak 82,4% responden merasa yakin, sementara 12,1% tidak yakin dan 5,5% menjawab tidak tahu. Angka ini menunjukkan pergeseran positif dalam persepsi masyarakat terhadap kepolisian.

Kenaikan signifikan dari 76,2% ke 82,4% dianggap sebagai bukti bahwa Polri sedang memperbaiki citra dan kinerjanya. Dalam keterangannya, Sari Yuliati menekankan bahwa peningkatan ini membutuhkan pengawasan terus-menerus dari lembaga legislatif, termasuk Komisi III DPR, untuk memastikan perubahan tersebut tetap berjalan stabil.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kepercayaan publik harus menjadi momentum untuk mengubah Polri menjadi lembaga yang lebih transparan dan berorientasi pada pelayanan yang baik. “Polri harus menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga keamanan dan keadilan, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dihargai,” imbuhnya.

Komitmen untuk Mempertahankan Kinerja Maksimal

Dalam rangka menjaga momentum ini, Sari menegaskan bahwa Polri perlu terus meningkatkan profesionalisme dalam semua aspek. “Kehadiran Polri harus menunjukkan ketegasan dan konsistensi dalam menjalankan tugas, baik dalam penyidikan kasus besar maupun pelayanan harian,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya Polri tetap menjadi institusi yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Masyarakat tidak hanya menilai kinerja Polri dari segi kekuasaan, tetapi juga dari cara mereka berinteraksi dan menangani masalah secara adil,” lanjut Sari.

Menurutnya, dalam upaya memperkuat kepercayaan publik, Polri perlu memperhatikan transparansi dalam penggunaan sumber daya, seperti anggaran dan personel. “Lembaga ini harus mampu menunjukkan akuntabilitas dalam setiap langkah, baik secara individu maupun kolektif,” kata Sari.

Kenaikan kepercayaan publik ke Polri, menurut Sari, bukan hanya capaian sebelumnya, tetapi juga tantangan baru untuk menjaga kualitas kinerja. “Tren positif ini harus dijaga dengan baik, karena kepercayaan masyarakat adalah pondasi utama bagi keberlanjutan institusi kepolisian di masa depan,” pungkasnya.

Survei Litbang Kompas ini juga menjadi bukti bahwa Polri sedang bergerak dalam arah yang lebih baik. Meski masih ada sebagian masyarakat yang ragu, angka kepercayaan yang meningkat membuktikan bahwa lembaga ini sudah lebih dekat dengan harapan masyarakat. Dengan dukungan dari DPR dan kebijakan yang tepat, Sari yakin kepercayaan publik ke Polri akan terus berkembang dan mencapai tingkat yang lebih baik lagi.

Perjalanan Reformasi dan Harapan Masa Depan

Menurut Sari Yuliati, peningkatan kepercayaan publik menunjukkan bahwa reformasi kepolisian mulai membuahkan hasil. “Proses perubahan ini tidak bisa berhenti, karena masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap Polri sebagai pelindung dan pelayan negara,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Polri diharapkan terus meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, menyediakan layanan digital yang mudah diakses, dan menjaga kualitas