Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
Table of Contents
Trump Menginginkan Amerika Serikat Kembali Menyelenggarakan Piala Dunia Tanpa Partisipasi Tetangga Utara dan Selatan
Trump – Sebelum turnamen sepak bola terbesar di dunia ini resmi berakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan keinginannya agar negara tersebut kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama ke depan. Pernyataan ini menjadi sorotan utama di tengah berlangsungnya kompetisi yang saat ini diselenggarakan di kawasan Amerika Utara.
Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Reuters pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, Trump mengemukakan harapannya tersebut saat menghadiri sebuah acara resmi dari Federasi Sepak Bola Internasional atau yang lebih dikenal dengan singkatan FIFA. Acara tersebut berlangsung di gedung ikonik Trump Tower yang terletak di kota New York pada hari Jumat tanggal 17 Juli waktu setempat. Kehadirannya dalam acara tersebut juga menjadi bagian dari agenda menjelang pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu tanggal 19 Juli mendatang.
Pesan Langsung kepada FIFA
Dalam sambutannya yang penuh keyakinan, Trump menyampaikan pesan tegas kepada para pemimpin sepak bola dunia. Ia meminta agar Amerika Serikat dipilih kembali sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut. Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan Gianni Infantino yang saat ini menjabat sebagai Presiden FIFA.
“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi,” ujar Trump dengan tegas dalam acara yang dihadiri oleh Infantino tersebut.
Lebih lanjut, Trump menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan berikutnya, ia menginginkan agar Amerika Serikat tidak melibatkan negara tetangganya yaitu Kanada dan Meksiko dalam kerja sama penyelenggaraan. Hal ini menunjukkan keinginan Trump untuk AS menjadi tuan rumah tunggal tanpa berbagi tanggung jawab dengan negara-negara Amerika Utara lainnya.
Peran Amerika Serikat dalam Turnamen Saat Ini
Amerika Serikat saat ini menjadi tuan rumah bagi sebanyak 78 pertandingan dari total 104 laga yang diselenggarakan dalam putaran Piala Dunia musim panas ini. Tidak hanya itu, AS juga menjadi tuan rumah untuk seluruh 12 pertandingan yang dimulai dari babak perempat final hingga babak penutup turnamen. Angka ini menunjukkan betapa besar kontribusi AS dalam kesuksesan penyelenggaraan turnamen kali ini.
Piala Dunia tahun 2038 diprediksi menjadi turnamen berikutnya yang tuan rumahnya belum resmi diumumkan. Meskipun secara historis rentang waktu selama 12 tahun tergolong singkat bagi sebuah negara untuk kembali menjadi tuan rumah, situasi ini sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari keputusan FIFA dalam menentukan tuan rumah untuk Piala Dunia tahun 2030 dan 2034 yang akan datang.
Piala Dunia 2030 yang akan menandai peringatan seratus tahun penyelenggaraan turnamen tersebut rencananya akan diselenggarakan secara bersama-sama oleh tiga benua. Dari Afrika akan hadir Maroko, dari Eropa akan ada Spanyol dan Portugal, serta dari Amerika Selatan akan bergabung Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Sementara itu, Piala Dunia 2034 dijadwalkan akan digelar di Arab Saudi yang mewakili benua Asia.
Dengan demikian, berdasarkan peraturan FIFA yang masih berlaku saat ini, hanya Amerika Utara dan Oseania yang tersisa sebagai benua yang memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2038 mendatang.
Diskusi Hosting Bersama dengan China
Selain membahas rencana hosting domestik, Trump juga mengungkapkan bahwa Infantino telah menghubungi dirinya untuk membahas kemungkinan Amerika Serikat dan China menjadi tuan rumah bersama untuk Piala Dunia di masa depan. Diskusi ini membuka peluang baru bagi kerja sama sepak bola antara kedua negara adidaya tersebut.
Trump yang akan menghadiri pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium atau yang juga dikenal sebagai New York New Jersey Stadium di East Rutherford, New Jersey pada hari Minggu tanggal 19 Juli besok, turut menjadi bagian dari kisah menarik dalam Piala Dunia tahun ini.
Dia dikabarkan telah menghubungi Infantino untuk membahas kemungkinan pembatalan kartu merah yang diterima oleh striker Amerika Serikat Folarin Balogun saat timnya berhasil menang atas Bosnia and Herzegovina di babak 32 besar. Ketika FIFA mengambil langkah kontroversial dengan menangguhkan kartu merah Balogun sehingga dia bisa bermain dalam pertandingan berikutnya, timnas AS justru kalah dengan skor 1-4 saat melawan Belgia dan gagal melaju ke perempat final. Namun pencapaian ini tetap menjadi pencapaian terbaik AS sejak tahun 2002.
“Anda kembali membuat keputusan yang hebat. Anda tidak akan pernah mendapatkan apresiasi atas hal tersebut,” kata Trump kepada Infantino terkait keputusan soal Balogun tersebut.
