Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan

Kedua Nyawa Hilang di Perlintasan Kereta Api Tambun Selatan

Tragedi Maut di Pinggir Rel

Ceritaberkat.com – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ketika seorang ibu beserta putranya yang masih kecil menjadi korban tabrak kereta api. Wanita berusia 32 tahun yang dikenal dengan inisial Y dan anak perempuannya FS yang baru berusia enam tahun, keduanya meninggal dunia di tempat kejadian. Kecelakaan tersebut melibatkan Kereta Api Pandalungan yang sedang melintas di jalur tersebut.

Kedua korban ditemukan tewas di lokasi setelah tertabrak kereta api yang sedang berjalan. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, diduga kedua korban tidak sempat menghindar dari datangnya kereta api sehingga tertabrak dan menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian.

Detail Waktu dan Lokasi Kejadian

Kecelakaan tragis ini terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026 pukul 21.40 WIB. Lokasi tepatnya berada di pinggir perlintasan kereta api yang terletak di RT 001 RW 017 Kampung Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. KA Pandalungan yang menabrak kedua korban tersebut merupakan kereta api jurusan Gambir-Surabaya yang berada di titik Km 32+100.

Pihak Polres Metro Bekasi melalui Kasi Humas AKP Aliyani memberikan keterangan resmi pada hari Senin tanggal 20 Juli 2026. Menurut beliau, kedua korban tertemper kereta api hingga keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian. Keterangan ini disampaikan setelah pihak kepolisian melakukan verifikasi terhadap fakta-fakta yang ada di lapangan.

Perjalanan Korban Menuju Tujuan

Y dan FS merupakan warga Kampung Cijengkol yang terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu. Pada malam itu, kedua korban sedang dalam perjalanan dengan berjalan kaki dari Kampung Kedung Gede menuju Kampung Kobak. Mereka memilih untuk melintas menggunakan kaki melewati jalur perlintasan kereta api.

Saat korban sedang berjalan kaki melewati perlintasan, seorang saksi mata sempat memberikan peringatan bahwa dari arah timur sedang melintas KA Pandalungan. Kereta api tersebut menggunakan rute Surabaya-Gambir dan berada di Km 32+100. Sayangnya, peringatan tersebut tidak sempat ditanggapi oleh kedua korban sehingga mereka tertabrak kereta api.

Respons dan Penanganan Pihak Berwenang

Setelah mengetahui adanya peristiwa kecelakaan maut tersebut, pihak PT KAI segera melaporkan kejadian kepada Polsek Tambun Selatan. Petugas dari Polsek Tambun Selatan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara atau TKP untuk melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian.

Petugas juga meminta keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan-keterangan tersebut akan digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Proses penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Konteks Perlintasan di Wilayah Bekasi

Wilayah Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jawa Barat. Banyak jalur kereta api yang melintasi wilayah ini, termasuk jalur utama yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya. Perlintasan-perlintasan di sepanjang jalur tersebut menjadi titik-titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari ketika visibilitas berkurang.

KA Pandalungan merupakan salah satu kereta api jarak jauh yang beroperasi di jalur tersebut. Kereta ini menghubungkan ibukota Jakarta dengan kota Surabaya di Jawa Timur. Dengan adanya peringatan dari saksi mata, diharapkan masyarakat lebih waspada saat melintasi jalur kereta api, terutama saat malam hari.

“Diduga karena korban tidak sempat menghindar, keduanya tertemper oleh kereta api tersebut hingga keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, Senin (20/7/2026).

“Pada saat korban sedang berjalan kaki, saksi sempat mengingatkan bahwa dari arah timur sedang melintas KA Pandalungan dengan rute Surabaya-Gambir di Km 32+100,” katanya.