Special Plan: Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik

Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik

Special Plan – Kebakaran yang terjadi di sebuah toko grosir jajan di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memicu perhatian warga setempat. Peristiwa ini berawal dari insiden yang terjadi pada Selasa (12/5), ketika NS, seorang lansia berusia 65 tahun, melakukan belanja ke toko milik Shofiyullah (52), seorang pemilik usaha di Dusun Gebangmalang. Saat itu, NS duduk di atas barang-barang dagangan yang tersimpan di bagian belakang toko. Tindakan tersebut dianggap kurang sopan oleh Shofiyullah, yang kemudian mengingatkan dan meminta NS untuk segera meninggalkan tempat usaha itu.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa NS merasa tertekan dan kecewa setelah diusir oleh pemilik toko. “Karena merasa sakit hati, tersangka memutuskan untuk membalas kekecewaannya,” tutur Dimas, dalam wawancara dengan detikJatim, Minggu (24/5/2026). NS menyatakan bahwa kejadian ini memicu rasa dendam terhadap Shofiyullah, yang ia anggap bersikap keras terhadapnya. Dari situ, rencana pembakaran pun terbentuk.

“Sehingga ditegur pemilik toko, lalu diusir. Dari situ tersangka merasa sakit hati,”

Menurut informasi yang diterima, NS menghabiskan malam hari setelah kejadian itu untuk merencanakan aksi pembalasan. Pada Rabu (13/5) sekitar pukul 02.00 WIB, NS kembali ke toko milik Shofiyullah, yang saat itu sudah dalam kondisi tertutup. Dia membawa kain yang telah diolah dengan solar, lalu memulai proses pembakaran secara diam-diam.

Dini hari Rabu (13/5), warga sekitar pertama kali menyadari kebakaran pada pukul 02.28 WIB. Saat itu, api telah membesar dan mengeluarkan kepulan asap yang cukup mengancam. Pemilik toko, Shofiyullah, tinggal di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, dan terkejut ketika melihat toko yang dipenuhi asap. Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material tercatat signifikan.

Kasat Reskrim Polres Jombang, Dimas Robin Alexander, menambahkan bahwa pihak kepolisian melakukan investigasi lebih lanjut setelah kebakaran terjadi. Tim menyita rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian dan mengungkap bahwa NS sengaja melakukan pembakaran. “Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tindakan ini dilakukan dengan tujuan balas dendam,” jelas Dimas.

“Lalu dini harinya tersangka melakukan pembakaran,”

Dalam proses investigasi, polisi memastikan bahwa tidak ada tindakan yang terlewat. Rekaman kamera pengawas di sekitar toko menunjukkan NS masuk ke dalam bangunan dengan membawa bahan bakar. Setelah itu, api mulai membesar dan tidak bisa dikendalikan sebelum warga sekitar menemukan kejadian tersebut. Polisi juga memastikan bahwa NS adalah satu-satunya pelaku dalam insiden ini.

Kebakaran yang terjadi di toko grosir tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap usaha yang sempat menjadi pusat aktivitas warga sekitar. Toko milik Shofiyullah merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat, baik untuk kebutuhan belanja harian maupun untuk memenuhi permintaan dagangan dalam jumlah besar. Karena api merambat cepat, sebagian besar area toko terbakar dalam waktu singkat.

Menurut Dimas, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memperkuat kasus ini. “Pelaku mempunyai niat jahat sejak awal, dan kejadian ini tidak terlepas dari kekesalan yang ia rasakan sebelumnya,” ujarnya. Selain itu, pihak kepolisian juga mengungkap bahwa NS tidak memiliki sejarah tindak kriminal sebelumnya, sehingga aksi pembakarannya tergolong tidak terduga.

Kebakaran ini memicu reaksi dari warga sekitar, yang mempertanyakan motivasi NS. Beberapa tetangga mengatakan bahwa NS dikenal sebagai orang yang baik dan santai. “Ia jarang mempermasalahkan hal-hal kecil, tetapi kejadian ini terasa sangat berat bagi dirinya,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan nama. Namun, ada pula warga yang mendukung tindakan NS, menilai bahwa sikap pemilik toko terhadapnya terlalu kasar.

Polisi menegaskan bahwa tindakan pembakaran tersebut adalah perbuatan sengaja dan tidak terjadi secara spontan. “Dari hasil pemeriksaan, kami yakin bahwa kejadian ini dilakukan dengan rencana matang,” kata Dimas. Proses penyelidikan juga memperlihatkan bahwa NS memperhatikan waktu yang tepat untuk memulai aksinya, yaitu ketika toko sudah dalam kondisi tertutup dan tidak ada orang yang berada di dalamnya.

Di sisi lain, Shofiyullah menyatakan bahwa ia tidak menyangka NS akan melakukan pembakaran. “Saya hanya ingin mengingatkan dia agar tidak mengganggu operasional toko,” ujarnya. Meski demikian, ia tetap bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian dan mempercayai bahwa NS benar-benar mempunyai alasan yang memicu tindakan tersebut.

Sebagai langkah tindak lanjut, polisi menargetkan NS untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, mereka juga sedang menunggu hasil laboratorium untuk menentukan jenis bahan bakar yang digunakan. “Kami berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi warga lainnya,” pungkas Dimas. Kebakaran di toko grosir ini menjadi peringatan bahwa rasa sakit hati yang tidak tertangani dapat memicu tindakan ekstrem.

Dalam beberapa hari terakhir, kepolisian juga memperkuat investigasi dengan memeriksa saksi-saksi dan membandingkan waktu kejadian dengan aktivitas NS. “Semua bukti menunjukkan bahwa NS adalah pelaku utama,” lanjut Dimas. Dengan hasil ini, pihak kepolisian yakin bahwa kejadian kebakaran tidak bisa dipungkiri sebagai aksi balas dendam.

Sebagai bentuk respons, warga Desa Bandung juga berharap agar peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran. “Kita perlu lebih empati terhadap orang yang merasa tidak dihargai,” kata seorang warga yang turut membantu proses penyelidikan. Kasus ini menunjukkan bahwa konflik kecil bisa berkembang menjadi kejadian besar jika tidak segera diatasi dengan cara yang bijak.

Dalam rangka menyelesaikan kasus ini, polisi juga mengajukan laporan ke kejaksaan untuk menetapkan NS sebagai tersangka. “Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui alasan pasti dan motif pembakarannya,” jelas Dimas. Kebakaran tersebut menjadi peristiwa yang menarik perhatian karena melibatkan lansia dan merupakan contoh nyata bagaimana emosi bisa memicu tindakan yang tidak terduga.