Solving Problems: Rusia butuh 644 pesawat baru 2030 penuhi permintaan sektor penerbangan
Table of Contents
Rusia Antisipasi Kebutuhan 644 Pesawat Baru Hingga 2030
Moskow – Menteri Transportasi Rusia, Andrei Nikitin, mengungkapkan bahwa negara tersebut memproyeksikan kebutuhan sebanyak 644 pesawat baru pada 2030 untuk menjawab permintaan di sektor penerbangan. Pernyataan ini disampaikan saat berbicara dalam Forum “Innovations. Technologies. Production” yang berlangsung di Kota Rybinsk, wilayah Yaroslavl, pada Kamis (23/4) dan Jumat (24/4).
Kebutuhan Berdasarkan Jenis Rute
Nikitin menjelaskan bahwa kebutuhan ini mencakup empat pesawat untuk rute jarak jauh, 332 unit untuk jarak menengah, 98 pesawat untuk rute pendek, serta 210 pesawat untuk wilayah regional dan lokal. Pada saat ini, jumlah armada penumpang Rusia mencapai 1.089 unit, terdiri dari 689 pesawat yang diproduksi di luar negeri dan 391 pesawat buatan dalam negeri.
“Permintaan terhadap pesawat buatan Rusia cukup tinggi dan harus terpenuhi,” ujar Nikitin.
“Tidak cukup hanya menghasilkan pesawat; layanan pemeliharaan dan perbaikan yang komprehensif juga perlu disediakan, yang merupakan tantangan besar,” tambahnya.
Maskapai penerbangan besar sedang bergerak untuk memperoleh model-model baru. Aeroflot, maskapai nasional Rusia, telah menandatangani kontrak untuk 18 unit jet MS-21 dan sedang bernegosiasi untuk 182 unit tambahan. Sementara itu, S7 Airlines sedang memfinalisasi kesepakatan pembelian 100 pesawat Tu-214.
Forum yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi platform untuk mendiskusikan strategi pengembangan industri penerbangan Rusia, termasuk peran manufaktur nasional dan kebutuhan infrastruktur pendukungnya.
