Latest Program: Raih detikBali-Nusra Awards 2026, Mendag Ingin Desa Jadi Motor Ekspor Nasional
Table of Contents
Raih detikBali-Nusra Awards 2026, Mendag Ingin Desa Jadi Motor Ekspor Nasional
Latest Program – Jumat (3/7/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso memperoleh penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dalam kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri di acara detikBali-Nusra Awards 2026 yang diadakan di The Trans Resort Bali, Badung. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi nyata Mendag dalam mendorong peran desa sebagai pendorong utama ekspor nasional.
Menurut detikBali, Budi menyampaikan rasa terima kasih atas anugerah yang diberikan oleh detikcom. Ia mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi yang layak untuk upaya masyarakat desa di seluruh Indonesia yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. “Ini adalah penghargaan yang bermakna bagi kami, karena desa-desa bukan hanya pusat kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ekspor nasional,” ujarnya.
Program Kolaboratif untuk Membuka Peluang Ekspor
Kementerian Perdagangan, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa, terus menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga swasta, untuk menciptakan sistem ekspor yang inklusif. Budi menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam membangun jaringan pemasaran produk lokal ke pasar internasional.
“Pada tahun 2025 di wilayah Jembrana, kami meluncurkan program kolaboratif yang memungkinkan desa-desa bekerja sama dengan koperasi lokal untuk terlibat dalam ekspor. Salah satu contoh yang berhasil adalah produk cokelat yang telah masuk ke pasar internasional,” jelas Budi. Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghasilkan barang berkualitas, sehingga bisa bersaing secara global.
Dalam menyasar pasar ekspor, Kementerian Perdagangan tidak hanya fokus pada pemasaran, tetapi juga memberikan pendampingan yang komprehensif. Hal ini mencakup pelatihan teknis, bantuan pengembangan produk, dan peningkatan standar kualitas agar sesuai dengan permintaan konsumen di luar negeri. Budi menyampaikan bahwa dukungan ini sangat penting untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan di tingkat desa.
Kolaborasi dan Upaya Transformasi Ekonomi
Dalam wawancara dengan detikBali, Budi menekankan bahwa transisi ekonomi desa dari lokal ke global memerlukan kerja sama yang intensif. “Ekspor tidak hanya menjadi bagian dari kota besar, tetapi juga bisa dijalankan oleh desa-desa kecil. Saat ini, waktunya untuk mengubah pola pikir dan membangun transformasi yang memadukan keunikan budaya lokal dengan potensi ekonomi,” tambahnya.
“Kami berharap program dari usaha lokal ini bisa menembus pasar global. Ekspor tidak hanya di kota dan untuk yang besar saja. Tapi juga di desa dan yang kecil. Saatnya sekarang transformasi desa go international,” kata Budi Santoso. Ia mencontohkan bahwa peran desa dalam ekspor tidak terbatas pada satu sektor, tetapi mencakup berbagai bidang seperti pertanian, kerajinan, dan industri kecil.
DetikBali-Nusra Awards 2026 menjadi ajang apresiasi yang diadakan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, institusi, komunitas, dan pelaku usaha yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan Bali dan wilayah Nusa Tenggara. Acara ini hadir sebagai bentuk pengakuan atas inisiatif-inisiatif yang telah mendorong pembangunan ekonomi dan penguatan sosial di tingkat daerah.
Sebagai bagian dari ekosistem media nasional dan regional, detikBali memandang penting untuk menyediakan ruang apresiasi yang tidak hanya menyoroti pencapaian besar, tetapi juga menyuarakan usaha-usaha yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Budi menilai bahwa penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi pihak lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi.
Visi Membangun Ekspor Desa yang Berkelanjutan
Mendag Budi Santoso mengungkapkan bahwa desa menjadi penggerak utama dalam memperluas ekspor nasional. “Desa memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk unggulan yang mampu bersaing di luar negeri. Dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan, mereka bisa membangun identitas ekspor yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu langkah strategis adalah membuka akses ke pasar global melalui berbagai inisiatif, seperti kerja sama dengan para pengusaha lokal, serta memanfaatkan platform digital untuk promosi. Budi juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat desa agar mampu mengikuti tren pasar internasional.
Dalam proses transformasi ekonomi desa, Budi berharap ada pergeseran dari pola ekspor tradisional ke model yang lebih modern. “Desa bukan lagi sekadar tempat tinggal, tetapi bisa menjadi pusat inovasi ekonomi. Dengan menggabungkan kearifan lokal dan teknologi, desa bisa menjadi motor penggerak ekspor yang tangguh,” tegasnya.
detikBali-Nusra Awards 2026 juga diharapkan menjadi wadah untuk menyebarluaskan inisiatif-inisiatif desa yang menginspirasi. Budi menilai bahwa peran masyarakat desa dalam ekspor nasional tidak bisa diabaikan, karena mereka menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
“Program yang dijalankan oleh desa-desa kecil ternyata mampu memberikan dampak besar. Ini membuktikan bahwa perubahan ekonomi bisa dimulai dari bawah, dan dengan dukungan pemerintah, kita bisa membangun ekspor yang inklusif,” ujar Budi. Ia menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus mendukung upaya ini hingga tercapai kesuksesan yang
