Key Issue: Tim SAR Temukan 1 Jasad WNI Korban Erupsi Gunung Gukono

Tim SAR Temukan 1 Jasad WNI Korban Erupsi Gunung Gukono

Key Issue – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa jasad korban bernama E berhasil ditemukan oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR) pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.30 WIT. Lokasi jenazah berada sekitar 50 meter dari tepi kawah Gunung Dukono, yang masih menjadi pusat aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Proses Pencarian Menghadapi Kendala

Proses evakuasi sempat mengalami hambatan karena lapisan pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan beragam. Hal ini menyulitkan tim SAR dalam mengidentifikasi dan mengungkap sumber jenazah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi aktivitas Gunung Dukono, yang masih melepaskan material vulkanik secara intens.

“Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Dalam upayanya, tim SAR menghadapi tantangan ekstra akibat hujan deras yang mengguyur lokasi pencarian. Cuaca buruk tersebut menyebabkan kebutuhan untuk menghentikan sementara operasi evakuasi dan berlindung hingga kondisi membaik. Setelah hujan berhenti, tim kembali melanjutkan pencarian, di mana jasad korban yang sebelumnya tertutup material vulkanik mulai terlihat.

Kondisi Jenazah dan Langkah Evakuasi

Saat jasad E ditemukan, hanya bagian dari kaki hingga pinggang yang terpapar, sedangkan tubuh bagian atas masih tertimbun pasir vulkanik. Tim SAR langsung melakukan prosedur evakuasi dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan personel. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke posko penanganan erupsi di Tobelo, sebelum selanjutnya diarahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik,” ucap Abdul Muhari.

Dalam pencarian yang berlangsung, tim SAR juga menemukan dua titik kumpulan material pasir vulkanik dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan. Kedua titik ini diduga berhubungan dengan dua korban lain yang masih dalam proses pencarian. Meski demikian, keputusan tim SAR untuk fokus pada evakuasi jasad pertama diambil setelah mempertimbangkan risiko keselamatan di lapangan.

Prioritas Tim SAR dan Rencana Pencarian Berikutnya

Kendala tambahan muncul karena kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore hari. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono tetap tinggi, sehingga tim SAR memilih memprioritaskan korban yang telah ditemukan untuk menghindari risiko penurunan visibilitas dan kemungkinan pelemparan material vulkanik yang lebih besar.

“Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu (10/5), khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System),” imbuh Abdul Muhari.

Selain itu, tim SAR juga menyebutkan bahwa area penemuan jasad berada di daerah yang berbatu dan curam, sehingga perlu pengaturan langkah yang terukur untuk mencegah kecelakaan selama proses evakuasi. Dengan penemuan ini, total korban yang berhasil ditemukan telah mencapai satu dari sejumlah warga yang terdampak erupsi yang terjadi sejak beberapa hari sebelumnya.

Pengembangan Kegiatan SAR dan Dampak Erupsi

Erupsi Gunung Dukono telah mengakibatkan kerusakan signifikan di sekitar kawasan. Material vulkanik yang terlempar menciptakan lapisan pasir tebal di beberapa lokasi, membuat akses ke area tertentu menjadi sulit. Selain itu, hujan yang terus mengguyur berkontribusi pada peningkatan risiko terjangan material vulkanik kecil yang dapat mengganggu operasi SAR.

Kepala SAR juga menjelaskan bahwa tim terus memperkuat upaya pencarian dengan memanfaatkan teknologi modern seperti koordinat GPS dan pemetaan real-time untuk mengidentifikasi titik-titik berpotensi berikutnya. Pihaknya berharap penemuan jasad E menjadi titik awal untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban dan kondisi mereka saat ini.

Kesiapan Tim dan Tantangan di Hari Berikutnya

Menurut Abdul Muhari, tim SAR tetap siap melanjutkan operasi meski harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang dinamis. “Tim SAR akan terus bergerak untuk mencari korban yang belum ditemukan, dengan penyesuaian strategi berdasarkan data terkini dan perubahan kondisi di lokasi,” jelasnya.

Erupsi Gunung Dukono yang terjadi berdampak pada kehidupan warga setempat, terutama di daerah paling dekat dengan kawah. Selain korban yang ditemukan, masih ada sejumlah warga yang dilaporkan hilang atau terluka. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan logistik dan medis bisa terpenuhi sesuai kebutuhan.

Langkah Ke Depan dan Harapan Tim SAR

Dalam beberapa hari terakhir, tim SAR telah melakukan operasi rutin di sekitar Gunung Dukono, meski sempat mengalami hambatan. Kini, dengan penemuan jasad E, pihak BNPB mengungkapkan bahwa mereka akan fokus pada penyisiran lebih intens di dua titik yang diperkirakan berpotensi menjadi sumber korban lain. Upaya ini diharapkan bisa mengungkap informasi kritis mengenai korban yang masih belum ditemukan.

Selain itu, Abdul Muhari juga menyebutkan bahwa keluarga korban dan warga setempat tetap diberikan informasi secara berkala. “Tim SAR akan terus memberikan pembaruan terkini mengenai kondisi korban dan progress pencarian,” tambahnya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih tenang dan terus mengawasi kegiatan SAR yang berlangsung di kawasan Gunung Dukono.

Penemuan ini menjadi pengingat penting bahwa erupsi Gunung Dukono masih memerlukan perhatian serius. Meski sedikit kemenangan dalam operasi SAR, proses pencarian belum selesai. Tim SAR berharap untuk menemukan lebih banyak korban dalam waktu dekat, dengan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi tantangan terberat yang mungkin muncul.