Polisi di Lampung Gugur Ditembak Curanmor – Habiburokhman Sampaikan Duka Cita
Table of Contents
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Curanmor, Habiburokhman Sampaikan Duka Cita
Pernyataan Duka Cita dari Kepala Unit
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Curanmor – Dalam pernyataan resmi yang diberikan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, Habiburokhman, seorang perwira tinggi polisi, menyampaikan kepedihan yang dalam atas kepergian Brigpol Arya Supena. Sang anggota kepolisian yang bertugas di Bandar Lampung turut gugur saat melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan pencurian sepeda motor. Menurut Habiburokhman, Arya merupakan contoh kebaikan yang menginspirasi banyak orang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Brigpol Arya Supena saat menjalankan tugas menumpas pelaku kejahatan begal di Bandar Lampung hari ini,” kata Habiburokhman dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut dilengkapi oleh penekanan Habiburokhman terhadap keberanian Arya dalam menghadapi bahaya. Ia mengatakan bahwa kepergian sang polisi adalah pengorbanan yang tak tergantikan.
“Insya Allah beliau syahid dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Habiburokhman juga mengungkapkan bahwa Arya berasal dari kota Metro, Lampung, tempat yang sama dengan dirinya. Ini menunjukkan ikatan kekeluargaan yang kuat antara kedua tokoh tersebut.
Dalam rangkaian pernyataannya, Habiburokhman menekankan bahwa Arya adalah sosok yang pantas dijadikan panutan. Tidak hanya karena dedikasinya dalam menjalankan tugas, tetapi juga karena kesabaran dan pengabdian yang diberikan kepada masyarakat.
“Almarhum merupakan tauladan karena menjalankan tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat sampai titik darah penghabisan,” ucapnya.
Dengan kata-kata yang penuh makna, Habiburokhman mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa Arya sebagai bagian dari perjuangan membangun keamanan di daerah tersebut.
Konteks Insiden dan Penembakan
Dalam konteks kejadian, Brigadir Arya Supena tewas akibat tembakan dari dua pelaku pencurian sepeda motor. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari di toko roti yang berada di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton, Bandar Lampung. Menurut informasi yang beredar, Arya sedang melakukan patroli saat kejadian terjadi.
Dalam upaya menghentikan aksi pencurian, Arya menghadapi dua pelaku yang berusaha melarikan diri. Kedua orang tersebut menggunakan senjata api untuk menembak mati anggota kepolisian tersebut. Tembakan tersebut terjadi saat Arya berusaha mengamankan sepeda motor yang sedang diambil oleh pelaku.
Insiden ini memicu reaksi cepat dari unit kepolisian setempat. Para petugas langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, mencari jejak para pelaku yang mengakibatkan gugurnya seorang anggota. Pencurian motor di Lampung kembali menjadi isu yang sering diangkat dalam upaya memperkuat sistem keamanan.
Menurut sumber terpercaya, kejadian ini merupakan contoh nyata dari keberanian anggota kepolisian dalam menghadapi ancaman. Meski berisiko tinggi, Arya tetap melanjutkan tugasnya tanpa ragu. Perbuatan para pelaku dianggap sebagai bentuk tindak kekerasan yang memperlihatkan ketidakpedulian terhadap hukum.
Dalam situasi tersebut, unit kepolisian melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap identitas pelaku. Sementara itu, para petugas juga memperketat pengawasan di sekitar lokasi kejadian, mengingat sebelumnya beberapa insiden serupa telah terjadi di wilayah tersebut.
Persiapan dan Tindakan dari Kapolda
Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf memberikan pernyataan yang tegas terkait insiden penembakan terhadap anggota polisi. Ia menyatakan bahwa para pelaku akan dihukum secara adil sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saya tegaskan, kita akan melakukan tindakan tegas. Karena para pelaku ini sudah berani menggunakan senjata api, maka tidak ada toleransi bagi mereka,” kata Helfi saat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.
Helfi menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan harus dijalankan secara konsisten. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas institusi kepolisian dan menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Menurut informasi yang diperoleh, tim gabungan dari beberapa unit kepolisian sudah diturunkan untuk melacak jejak pelaku. Investigasi terus berlangsung dengan dukungan teknologi dan sumber daya terbaik yang dimiliki oleh Polda Lampung.
Helfi juga menekankan bahwa kepolisian akan terus berupaya memperkuat kehadiran di masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian yang menimpa Arya. Dengan demikian, tindakan tegas diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pelaku kejahatan.
Selain itu, Kapolda Lampung mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi mengenai kegiatan kriminal di sekitar lingkungan mereka. Dengan kerja sama yang baik, kepolisian dapat meningkatkan efektivitas dalam menangani masalah kriminal.
Dalam beberapa hari terakhir, pihak kepolisian juga telah melakukan beberapa operasi rutin di wilayah Bandar Lampung untuk menekan angka kejahatan pencurian sepeda motor. Tindakan ini dianggap sebagai upaya preventif sebelum insiden lebih serius terjadi.
Dengan penembakan terhadap Arya, kepolisian menegaskan bahwa mereka siap mengambil langkah apa pun untuk melindungi anggotanya dan menjaga keamanan kota. Harapan besar pun terletak pada keberhasilan penegakan hukum yang dijalankan oleh tim gabungan tersebut.
