Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah – 115 KK Terdampak

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 115 KK Terdampak

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah – Sebuah kebakaran yang mengguncang pemukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), terjadi pada malam hari kemarin. Kebakaran ini menyebabkan 27 unit rumah hancur total, dengan dampak yang dirasakan oleh 115 kepala keluarga (KK). Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.47 WIB pada Kamis (28/5) dan berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pada pukul 23.32 WIB.

Wilayah Terdampak dan Jumlah Korban

Dalam laporan yang diberikan oleh Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakbar, Syaiful Kahfi, kebakaran menyebar ke empat wilayah rukun tetangga (RT) di RW 5. Total kerugian mencapai 27 rumah, yang dibagi rata ke empat RT tersebut. Menurut Kahfi, kejadian ini mengakibatkan 115 KK terkena dampak langsung, termasuk kehilangan barang-barang pribadi serta kekhawatiran akan keamanan.

“Objek yang terdampak: 27 rumah tinggal,” kata Kahfi kepada wartawan, Jumat (29/6/2026).

Kahfi menambahkan, jumlah warga yang terdampak tidak hanya mencakup 115 KK, tetapi juga mencakup sekitar 250 jiwa. Ia menyebutkan bahwa warga yang terkena kebakaran ini terdiri dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Meski tidak ada laporan korban meninggal, banyak dari warga yang mengalami cedera ringan akibat asap dan panas yang menyebabkan kepanikan.

Penyebab Kebakaran Masih dalam Penyelidikan

Menurut informasi terkini, penyebab kebakaran ini belum diketahui secara pasti. Suku Dinas Gulkarmat Jakbar sedang melakukan investigasi untuk memastikan asal api. Kahfi menjelaskan, penyelidikan mencakup pemeriksaan sumber api, kemungkinan kesalahan penggunaan api, atau faktor lain seperti korsleting listrik.

“Jumlah KK dan jiwa 115 KK dan 250 jiwa,” ungkapnya.

Kebakaran di Jalan Krendang Barat ini juga memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran. Suku Dinas Gulkarmat Jakbar menerjunkan 21 mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan kobaran api. Dalam waktu kurang dari empat jam, api berhasil dipadamkan, meski memerlukan upaya ekstra karena intensitas api yang cukup tinggi.

Upaya Pemulihan dan Dampak Ekonomi

Pemukiman yang terbakar terletak di wilayah yang padat penduduk, sehingga kebakaran ini berdampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga sekitar. Banyak dari warga yang tinggal di wilayah tersebut mengalami kehilangan bahan makanan, peralatan rumah tangga, dan dokumen penting. Kahfi menyebutkan bahwa setelah api padam, tim penanggulangan bencana langsung melibatkan warga untuk melakukan pengecekan kondisi rumah dan memastikan tidak ada korban jiwa.

Kebakaran juga menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar. Jalan-jalan di sekitar pemukiman menjadi terkunci sementara tim pemadam melakukan operasi. Selain itu, aroma asap yang menggugah selera mengganggu kesehatan warga, terutama bagi mereka yang memiliki alergi atau masalah pernapasan.

Langkah Pemulihan dan Pemantauan

Setelah kebakaran dipadamkan, pihak setempat mulai melakukan tindakan pemulihan. Kahfi menyatakan bahwa pemerintah setempat akan memberikan bantuan sementara kepada warga yang terdampak, termasuk penginapan sementara dan bantuan logistik. “Kami sedang berupaya mengidentifikasi korban dan memastikan mereka mendapat dukungan yang diperlukan,” ujarnya.

Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Kahfi menjelaskan bahwa tim investigasi akan memeriksa berbagai kemungkinan, seperti faktor kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik, kecelakaan di dapur, atau kesalahan penggunaan alat api. “Kami juga mengecek apakah ada sumber api dari sekitar yang mungkin memicu kebakaran,” tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Jakbar telah mengalami sejumlah kebakaran yang mengakibatkan kerugian besar. Kebakaran di Jalan Krendang Barat ini menjadi yang terparah sejak beberapa bulan terakhir. Kahfi menegaskan bahwa pihaknya berupaya keras untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan, termasuk meningkatkan pengawasan terhadap sumber api di wilayah padat penduduk.

Kondisi Pasca-Kebakaran

Setelah api dipadamkan, area yang terbakar mulai diperbaiki. Pemadam kebakaran telah membersihkan sisa-sisa api dan melakukan pengecekan keamanan. Meski demikian, beberapa warga masih mengungsi sementara waktu hingga kondisi wilayah stabil. Kahfi berharap warga yang terdampak dapat kembali ke rumah mereka dalam waktu dekat.

Kejadian ini juga memicu wacana mengenai tata kelola kebakaran di Jakarta Barat. Banyak penduduk setempat mengeluhkan bahwa sumber api di wilayah mereka sering kali tidak terawasi dengan baik. “Kami perlu meningkatkan kesadaran warga mengenai cara mencegah kebakaran, terutama di pemukiman padat penduduk,” tambah Kahfi.

Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran, kejadian serupa terjadi sekitar 20 kali dalam bulan Mei dan Juni 2026. Kebakaran di Jalan Krendang Barat menjadi salah satu kejadian yang menimbulkan perhatian lebih, karena berdampak pada jumlah KK yang cukup besar. Pemukiman di RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 13 RW 5 adalah wilayah yang terkena dampak paling parah.

Kahfi berharap kebakaran ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem pemadam kebakaran di wilayah tersebut. “Kami akan mengevaluasi prosedur yang digunakan dalam penanganan kebakaran ini untuk memastikan efisiensi dan kecepatan dalam penanggulangan,” ujarnya. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan akan terus diperkuat untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.