Istri Dengar ‘Stop Daddy’ Sebelum WN Australia Bunuh 2 Anak-Bunuh Diri di Bali
Daftar Isi
Istri Dengar Stop Daddy Sebelum Tiga WN Australia Ditemukan Meninggal di Bali
Ceritaberkat.com – Istri Dengar Stop Daddy Sebelum tiga warga negara Australia ditemukan meninggal di sebuah bungalow di Legian, Kuta, Badung, Bali, pada Minggu, 13 September 2026. Ketiganya ialah SDJ (56) serta dua anaknya, ADS (6) dan LKS (4).
Polisi menduga SDJ melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum meninggal dunia. Penanganan perkara masih berlangsung, sementara kepolisian mengungkap keterangan awal mengenai panggilan telepon terakhir antara SDJ dan istrinya.
Panggilan terakhir dari Jakarta
Menurut informasi kepolisian, istri SDJ sedang berada di Jakarta selama empat hari sebelum peristiwa tersebut. Selama itu, SDJ tinggal bersama ADS dan LKS di bungalow kawasan Legian.
Pada sekitar pukul 08.30 Wita, Minggu (13/9/2026), sang istri menghubungi SDJ melalui telepon. Dalam percakapan itu, ia mendengar suara anak menangis. Setelah panggilan tersebut, SDJ tidak lagi dapat dihubungi.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan komunikasi tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam penyelidikan. Sang istri disebut mendengar tangisan anak sebelum kontak dengan suaminya terputus.
“Sebelumnya, pada saat menelepon suaminya, dia mendengar anaknya sedang menangis dan tidak dapat dihubungi kembali,” ujar Ariasandy.
Dalam panggilan yang sama, istri dengar Stop Daddy sebelum komunikasi berakhir. Suara itu disebut berasal dari LKS, anak perempuan SDJ yang terdengar meminta ayahnya menghentikan sesuatu.
“Saat komunikasi tersebut terdengar suara anak perempuan korban yang mengatakan ‘stop, Daddy’,” imbuh Ariasandy.
Istri Meminta Bungalow Diperiksa
Setelah gagal kembali menghubungi SDJ, sang istri merasa khawatir terhadap kondisi suami dan kedua anaknya. Ia kemudian meminta pemilik bungalow untuk memeriksa keadaan mereka.
Beberapa jam kemudian, SDJ, ADS, dan LKS ditemukan telah meninggal di dalam bungalow. Informasi awal dari kepolisian menyebut SDJ diduga membunuh kedua anaknya sebelum meninggal dunia.
Kasus ini menyisakan duka mendalam karena melibatkan anak berusia 6 tahun dan 4 tahun. Aparat masih mendalami rangkaian kejadian serta keterangan yang berkaitan dengan tragedi tersebut.
Istri Dengar Stop Daddy Sebelum: Pentingnya Respons Cepat Saat Ada Tanda Bahaya
Peristiwa istri dengar Stop Daddy sebelum keluarga itu ditemukan meninggal menjadi pengingat bahwa situasi yang mengarah pada ancaman keselamatan perlu ditangani secara cepat. Ketika seseorang mendengar tangisan, teriakan meminta pertolongan, ancaman, atau suara pertengkaran yang mengkhawatirkan, keselamatan anak dan orang di sekitarnya harus menjadi prioritas.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain menghubungi keluarga terdekat, pengelola tempat tinggal, tetangga, petugas keamanan, atau aparat berwenang. Jika terdapat risiko langsung terhadap anak, diri sendiri, atau orang lain, bantuan darurat perlu segera dicari di lingkungan terdekat.
Perubahan perilaku yang ekstrem juga patut diperhatikan, misalnya seseorang mendadak mengisolasi diri, sulit dihubungi dalam waktu tidak biasa, mengungkapkan keputusasaan, atau mengancam menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti akan terjadi kekerasan, tetapi tetap perlu direspons dengan serius dan penuh kehati-hatian.
Orang yang mengalami tekanan berat, depresi, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup sebaiknya tidak menghadapi kondisi itu sendirian. Dukungan keluarga, teman tepercaya, psikolog, psikiater, maupun fasilitas layanan kesehatan mental dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh pertolongan.
FAQ
Apa yang dimaksud kasus istri dengar Stop Daddy sebelum di Bali?
Istilah tersebut merujuk pada keterangan polisi mengenai panggilan telepon istri SDJ dari Jakarta. Dalam percakapan itu, ia mendengar anak menangis dan suara anak perempuan yang mengatakan, “stop, Daddy”, sebelum SDJ tidak dapat dihubungi kembali.
Di mana tiga WN Australia itu ditemukan meninggal?
SDJ dan dua anaknya, ADS serta LKS, ditemukan meninggal di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali.
Apa yang harus dilakukan jika mendengar tanda kekerasan terhadap anak?
Segera cari bantuan dari orang dewasa lain, pengelola tempat tinggal, petugas keamanan, keluarga, atau aparat berwenang. Jika keselamatan seseorang terancam secara langsung, perlakukan situasi tersebut sebagai keadaan darurat.
Mengapa kondisi krisis perlu ditangani segera?
Tindakan cepat dapat membantu memastikan keselamatan orang yang berisiko, terutama anak-anak. Menghubungi pihak yang dapat memeriksa kondisi di lokasi atau memberikan pertolongan profesional dapat menjadi langkah penting dalam situasi darurat.