Hasil Pertemuan: Dishut Kalsel bentuk tim awasi pembukaan lahan cegah karhutla

Dishut Kalsel Bentuk Tim Awasi Pembukaan Lahan Cegah Karhutla

Banjarbaru – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) membentuk tim pengawasan guna memantau pembukaan lahan yang dilakukan secara tidak terkontrol, sebagai upaya antisipasi dini menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau tahun 2026. Tim ini melibatkan sejumlah sektor seperti Tahura Sultan Adam, KPH Kayu Tangi, dan KPH Tanah Laut, serta pihak-pihak terkait lainnya, yang telah disepakati dalam rapat khusus penanganan karhutla.

“Tim yang dibentuk bertugas melakukan patroli rutin dan pengawasan langsung terhadap aktivitas pembukaan lahan di area rentan, agar tidak ada praktik pembakaran yang memicu kebakaran,” ujar Rudiono Herlambang, Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel.

Dalam upaya mengoptimalkan kesiapan, pihak-pihak terlibat juga menyetujui penyusunan standar operasional prosedur (SOP) serta penguatan sistem komunikasi cepat tanggap melalui grup koordinasi lintas wilayah kerja. Hal ini bertujuan mempercepat respons jika terjadi indikasi kebakaran di lapangan.

“Kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini, karena musim kemarau diperkirakan dimulai bulan Mei dan mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga Oktober,” tandas Rudiono. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan semua sumber daya secara maksimal.

Kesiapan mencakup peralatan pengendalian karhutla, seperti selang, mesin pompa air, alat pemadam, serta perlengkapan pendukung lainnya yang harus dalam kondisi siap pakai. Selain peralatan, kesiapan personel juga menjadi prioritas, karena petugas lapangan merupakan ujung tombak dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Fokus pengendalian ditempatkan pada kawasan rawan, seperti Hutan Lindung Liang Anggang serta wilayah sekitar Ring 1 Bandara yang memiliki risiko tinggi terjadinya kebakaran akibat kondisi lahan dan aktivitas manusia,” terang Rudiono.

Dalam penegakan kewaspadaan, Rudiono menyebutkan pentingnya sinergi antar-instansi, pengawasan langsung terhadap pembukaan lahan, serta kesiapan peralatan dan petugas. Dengan langkah terstruktur ini, diharapkan upaya cegah dan tangani karhutla bisa lebih cepat, tepat, dan terintegrasi, sehingga meminimalkan dampak pada lingkungan serta masyarakat.

Tim pengawasan akan aktif di area yang rentan, termasuk kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan wilayah sekitar Ring 1 Bandara, sebagai langkah preventif sebelum musim kemarau berjalan. Rudiono menegaskan koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menjadi faktor kunci dalam keberhasilan strategi ini.

Langkah tersebut mencakup persiapan sarana pengendalian, peningkatan respons petugas, serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan. Rudiono yakin dengan sistem yang lebih terpadu, Kalimantan Selatan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di masa depan.

David Wilson

Writer

Explore Topics

Most Popular

  • All Posts
  • All Sport
  • ASEAN
  • Balap
  • Berita
  • Bisnis
  • Bola Basket
  • Bulutangkis
  • Bursa
  • Cekfakta
  • Dunia
  • edukasi
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Global
  • Hiburan
  • Hukum
  • Humaniora
  • Hype
  • Indonesia
  • Internasional
  • Kehidupan
  • Kisah Inspiratif
  • Kolaborasi
  • Kriminalitas
  • Kumparannews
  • Lenggang Jakarta
  • Lifestyle
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Italia
  • Liga Spanyol
  • Liga-Liga Lain
  • Lintas Kota
  • Manfaat
  • Megapolitan
  • Melindungi Tuah Marwah
  • Metro
  • metropolitan
  • News
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Politik
  • Politik Dan Hukum
  • Read
  • Regional
  • Research
  • Rilis Pers
  • Sepak Bola
  • Syariah
  • Tech
  • Tekno
  • Teknologi
  • Tenis
  • Tips Donasi
  • Tren
  • Uang
  • Warta Bumi

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.