Table of Contents
Hadapi Musim Kemarau Panjang, BPBD DKI Fokus pada Ketersediaan Air Bersih
Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi musim kemarau yang terjangkau dan fenomena El Nino. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta pengurangan risiko bencana menjadi prioritas utama dalam upaya mengatasi kondisi tersebut.
“Kami berfokus pada mitigasi untuk meminimalkan dampak kekeringan dan risiko bencana lainnya di wilayah Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Menurut Isnawa, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi musim kemarau yang disertai fenomena El Nino, sehingga BPBD DKI bergerak cepat untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan lembaga terkait menjadi kunci dalam memastikan pasokan air bersih terutama di daerah rawan kekeringan.
BPBD DKI juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya penghematan air. “Masyarakat diminta lebih teliti dalam merawat perangkat elektronik dan steker listrik, serta mematikan aliran listrik yang tidak digunakan,” tambahnya.
Upaya mitigasi dilakukan dengan memperkuat kolaborasi dengan PAM Jaya, Dinas Sumber Daya Air (SDA), BAZNAS, serta pihak lainnya. Selain itu, BPBD DKI mempersiapkan armada pengangkutan air, peralatan pendukung seperti puluhan mobil tangki, tandon air, serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) stasioner dan mobile untuk melayani wilayah yang mengalami krisis air.
BPBD DKI menginisiasi pemantauan serta perbaikan sistem instalasi listrik di kawasan permukiman menengah ke bawah untuk mencegah korsleting yang sering memicu kebakaran saat kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko kebakaran di wilayah padat penduduk akibat cuaca panas ekstrem.
