Pria Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi

Pria Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi

Kejadian Meninggal Dunia di Lokasi Pengairan

Pria Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci – Seorang pria yang bernama Juli Hermanto (40) ditemukan tidak bernyawa setelah terjatuh ke dalam aliran air di anak sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Insiden terjadi pada hari Rabu (27/5) sekitar pukul 11.30 WIB, saat korban sedang melakukan aktivitas mencuci usus sapi yang telah disembelih sebagai bagian dari tradisi Kurban. Saat ini, jenazah telah diterima oleh keluarga di tempat tinggalnya untuk dilakukan upacara semayam.

Korban adalah warga setempat, tinggal di Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I, Palembang. Menurut keterangan yang diterima, ia bersama temannya bernama Gunawan (30) pergi ke anak sungai bawah Jembatan Ratu untuk melakukan tugas tersebut. Dalam peristiwa itu, Juli diduga tidak mampu berenang, sehingga terbawa oleh arus yang deras. Setelah beberapa saat, korban dianggap hilang dan akhirnya ditemukan setelah upaya pencarian intensif dilakukan.

“Diduga korban tidak bisa berenang sehingga terbawa arus sungai dan saat dicari korban sudah ditemukan meninggal dunia,” kata Pamapta Polretabes Palembang Ipda Aditian Ammar dalam keterangannya, dilansir detikSumbagsel, Kamis (28/7/2026).

Proses Mencuci Usus Sapi Kurban

Tradisi Kurban di Palembang sering diikuti oleh masyarakat dengan penuh semangat, terutama menjelang hari raya Idul Adha. Proses mencuci usus sapi, salah satu langkah penting dalam persiapan penyembelihan hewan, biasanya dilakukan di dekat aliran air. Dalam kasus ini, Juli memilih anak sungai Musi sebagai tempat untuk tugas tersebut, sebab air yang mengalir di sana dianggap lebih bersih dan mudah dijangkau.

Saat mencuci usus, korban menduga aliran sungai tersebut dangkal. Namun, hal itu ternyata berbeda dari ekspektasinya. Arus yang terlihat tenang justru mengalir deras, membuat korban terjatuh ke dalam air. Meski berusaha menyelam, ia tidak mampu mengapung kembali ke permukaan. Temannya, Gunawan, yang berada di lokasi segera berteriak dan meminta bantuan, tetapi upaya penyelamatan hanya berhasil menemukan korban setelah beberapa menit.

Menurut informasi, korban tidak menggunakan alat bantu selama proses pencucian. Hal ini memperbesar risiko kecelakaan karena ketika air mengalir cepat, seseorang bisa dengan mudah terbawa ke dalam sungai. Sementara itu, korban yang sebelumnya dalam kondisi sehat sempat diantar ke Rumah Sakit Bari Palembang, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kronologi Kejadian

Menurut pengakuan Gunawan, Juli sebelumnya sudah selesai memotong hewan kurban di rumah kerabatnya. Setelah itu, ia langsung pergi ke anak sungai yang berada di Jembatan Ratu untuk membersihkan usus. Pada saat itu, korban dilihat oleh warga sekitar yang sedang melakukan aktivitas serupa. Namun, tiba-tiba arus yang terlihat tenang berubah menjadi deras, sehingga Juli tidak mampu mengendalikan diri.

Korban menurut pengakuan temannya, Gunawan, pada awalnya berpikir aliran air di lokasi tersebut aman. Ia pun memasuki bagian tengah sungai untuk membersihkan usus, tetapi tanpa diduga, korban terbawa arus dan menghilang dari pandangan. Gunawan dan warga sekitar langsung berlari ke arah korban, namun upaya menolong hanya berhasil menemukan jasad korban setelah beberapa waktu. Kondisi air di lokasi itu disebutkan lebih dalam dan bergerak cepat, membuat korban sulit untuk kembali ke permukaan.

Dalam penyelidikan awal, polisi memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan yang tidak terhindarkan. Menurut Ipda Aditian Ammar, korban tidak memiliki riwayat penyakit atau kelemahan fisik yang berpengaruh pada kemampuannya berenang. Oleh karena itu, kecelakaan ini diduga karena kurangnya perhatian terhadap kondisi aliran air yang berubah tiba-tiba. Selain itu, kurangnya perlindungan dari bantuan tangan saat proses mencuci usus sapi dilakukan di area yang tidak aman.

Kondisi Anak Sungai dan Upaya Pencegahan

Anak sungai Musi yang menjadi lokasi kejadian terkenal sebagai tempat sering digunakan masyarakat untuk kegiatan bersih-bersih atau tradisi Kurban. Namun, kondisi aliran air di sana bisa berubah setiap saat, terutama setelah hujan deras atau cuaca tidak menentu. Polisi menyebutkan bahwa saat kejadian, aliran air sedang mengalir cukup deras, sehingga menjadi faktor utama dalam kecelakaan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama. Pihak kepolisian setempat telah memperingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas di sekitar anak sungai. Selain itu, mereka juga merekomendasikan penggunaan alat pelampung atau pengawasan lebih ketat saat berenang di aliran air yang dalam. Namun, dalam kasus ini, Juli tidak mengambil langkah pencegahan tersebut.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa Juli terbiasa melakukan tugas serupa, tetapi pada hari itu ia tidak mengetahui bahwa aliran air akan berubah. Dalam tradisi Kurban, usus sapi yang telah diambil biasanya dibersihkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti dekat aliran air. Meski demikian, korban tidak menyadari bahwa bahaya tersembunyi di balik kegiatan yang terlihat aman tersebut.

Peluang Penyelamatan dan Kondisi Pascakejadian

Setelah korban ditemukan, tim medis langsung memberikan pertolongan darurat. Namun, nyawa Juli tidak dapat diselamatkan meskipun upaya yang dilakukan cukup cepat. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan upacara semayam. Proses tersebut diikuti oleh keluarga dan tetangga yang merasa sedih atas kehilangan salah satu anggota masyarakat mereka.

Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada faktor lain yang