New Policy: ABK berhak atas pendidikan bermutu tanpa diskriminasi
Table of Contents
ABK Berhak Mendapatkan Pendidikan Bermutu Tanpa Diskriminasi
Dalam sebuah acara di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) berhak menikmati pendidikan berkualitas secara adil. Ia menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional memberikan peran penting bagi pemerintah untuk memastikan hak tersebut terpenuhi tanpa adanya pemisahan.
Upaya Penguatan Layanan Pendidikan
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah fokus pada tiga strategi utama untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi ABK. Pertama, memperkuat pendidikan inklusi di sekolah umum agar mereka bisa belajar bersama anak-anak lain. Kedua, meningkatkan kapasitas lembaga pendidikan khusus seperti sekolah luar biasa. Ketiga, mengembangkan pendidikan inklusi berbasis masyarakat.
“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh dikucilkan. Mereka adalah bagian dari anak Indonesia yang harus kita rangkul dan kembangkan potensinya,” ujarnya.
Dalam upaya mengakomodasi ABK, pemerintah juga telah menyempurnakan mekanisme penerimaan murid baru melalui empat jalur, antara lain berdasarkan domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur afirmasi khusus diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta ABK guna memperluas akses pendidikan.
Transfer Pengelolaan SLB B Yakut
Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut), yang telah mengelola SLB B Yakut sejak 1961, secara resmi menyerahkan manajemen lembaga tersebut kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas. Selama ini, SLB Yakut melayani lebih dari 300 peserta didik, terdiri atas 119 siswa di SLB B dan 200 di SLB C, dengan dukungan guru yang berkomitmen tinggi.
“Semua yang ada di sini, mulai dari bangunan, siswa, guru, hingga pengelolaan keuangan, kami serahkan sepenuhnya kepada Muhammadiyah,” kata Ketua Yayasan Yakut, Agung Praptapa.
Ketua PDM Kabupaten Banyumas, M Djohar, menyatakan siap mengemban amanah pengelolaan SLB B Yakut dengan tanggung jawab penuh. “Ini amanah besar yang harus kami jalankan sebaik-baiknya,” tambahnya. Ia berharap lembaga tersebut bisa terus memberikan layanan pendidikan yang luas dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam pendidikan inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan SLB B Yakut oleh PDM Banyumas, yang disaksikan oleh pihak-pihak terkait.
