Main Agenda: Astra Dampingi Desa Les Bali hingga Raih Juara Wisata Nasional
Table of Contents
Desa Les Bali Berhasil Raih Juara Wisata Nasional dengan Pendekatan Berkelanjutan
Main Agenda – Pembangunan sering kali berhadapan dengan dilema antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Namun, Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali, menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan sejajar. Melalui kolaborasi dengan PT Astra International Tbk (Astra), desa ini berhasil mengubah tantangan menjadi peluang, menciptakan model pengembangan yang mengintegrasikan kesejahteraan masyarakat dengan perlindungan alam serta budaya setempat.
Kekayaan Alam dan Budaya sebagai Fondasi Pembangunan
Desa Les, yang berada di pesisir utara Pulau Bali, memanfaatkan keindahan alam dan tradisi unik sebagai dasar pengembangan wilayahnya. Kawasan yang membentang dari perbukitan hingga garis pantai ini tidak hanya menjadi sumber kehidupan melalui sektor pertanian, perikanan, dan produksi garam tradisional, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman alamiah dan budaya asli. Masyarakat desa aktif menjaga kearifan lokal, yang menjadikan mereka penikmat sekaligus pengawas lingkungan sekitar.
Dalam perjalanan berkelanjutan ini, Astra berperan sebagai mitra strategis. Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024, perusahaan dan masyarakat bersama-sama membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan nilai budaya atau kelestarian lingkungan. Program-program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan manfaat material, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya harmonisasi antara modernisasi dan tradisi.
Program-Program yang Mendukung Kesejahteraan Masyarakat
Kolaborasi Astra dengan desa Les mencakup empat bidang utama. Di bidang kesehatan, desa menggali potensi melalui layanan Posyandu yang diperkuat, pelatihan tentang kesehatan ibu dan anak, serta inisiatif untuk mencegah stunting dengan memberikan suplemen nutrisi. Program ini memberikan dampak signifikan, terutama bagi keluarga miskin yang sebelumnya kesulitan mengakses perawatan kesehatan.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Astra menggandeng masyarakat untuk membangun kelas bahasa Inggris dan meningkatkan kapasitas pemuda dalam mengelola destinasi wisata lokal. Upaya ini tidak hanya mempersiapkan generasi muda menjadi pengunjung lokal yang lebih kompeten, tetapi juga membangun jaringan kerja antar desa. Melalui pelatihan pariwisata, masyarakat diberikan keterampilan untuk menjadi local guide yang bisa memperkenalkan budaya dan alam desa secara profesional.
Konservasi lingkungan menjadi fokus utama dalam pengembangan Desa Sejahtera Astra. Masyarakat aktif melakukan transplantasi terumbu karang untuk menjaga keanekaragaman hayati laut, serta memperkenalkan sistem pengolahan sampah berbasis komunitas melalui program Les Grow. Sampah organik yang dihasilkan kemudian diubah menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk kebun terpadu milik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Langkah ini membantu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas tanah sekaligus menambah pendapatan masyarakat melalui penjualan produk pertanian.
Pelestarian budaya juga menjadi bagian penting dari proyek ini. Tradisi pembuatan garam secara alami yang telah berlangsung turun-temurun tetap dipertahankan, dengan hasil yang bisa mencapai dua hingga tiga ton per musim panen. Garam ini dijual ke berbagai daerah, menghasilkan pendapatan stabil bagi keluarga penghasil. Proses pembuatan garam pun menjadi atraksi wisata yang diakui oleh banyak pengunjung, menciptakan nilai tambah bagi identitas desa.
Manfaat yang Dirasakan oleh Masyarakat
Terobosan Astra telah memberikan hasil yang nyata. Dalam dua tahun pertama, lebih dari 800 warga terlibat langsung dalam program pengembangan, dengan peningkatan pendapatan hingga 25%. Ini ditunjukkan oleh keberhasilan dalam menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi pemuda yang sebelumnya belum memiliki akses ke industri formal. Selain itu, akses pasar produk lokal semakin luas, mencakup pengiriman ke luar daerah hingga jumlah penghasilan meningkat signifikan.
Program ini juga memberikan dampak sosial yang mendalam. Masyarakat lebih aktif dalam mengelola sumber daya alam, termasuk pengaturan penggunaan air, penanaman pohon, dan perbaikan infrastruktur desa. Keberlanjutan lingkungan dipastikan melalui kerja sama dengan BUMDes Giri Segara, yang menampung produk unggulan desa seperti garam dan bahan alam lainnya. Pemerintah Provinsi Bali pun turut berperan, membuka peluang ekspor garam hingga satu ton per bulan, setara kurang lebih Rp25 juta pendapatan bulanan bagi penghasil.
Perjalanan ke Juara Umum Wisata Nasional
Pendekatan yang diambil Desa Les telah mengantarkan mereka meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa model pengembangan berkelanjutan bisa menghasilkan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial yang saling menguntungkan. Desa Les menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat bisa mengubah desa kecil menjadi destinasi yang diminati oleh wisatawan nasional dan internasional.
“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat. Astra berharap kolaborasi yang dijalankan melalui Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra.
Dalam perjalanan menuju keberhasilan, Desa Les menunjukkan bahwa keberlanjutan bukanlah konsep abstrak. Program yang dijalankan menghasilkan manfaat langsung, seperti peningkatan kualitas hidup melalui akses layanan kesehatan, pelatihan keterampilan ekonomi, dan peningkatan daya tarik wisata. Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa pengelolaan lokal yang cerdas bisa menjadi kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan ekonomi desa Les terus berlangsung. Masyarakat tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga merancang sistem pengelolaan yang mengutamakan partisipasi aktif. Proyek ini menjadi jembatan antara konservasi dan pembangunan, membuktikan bahwa desa dapat tetap mempertahankan keunikan budaya sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat. Dengan semangat kolaborasi, Desa Les Bali terus menginspirasi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan pembangunan modern.
