What Happened During: 3 Arahan Prabowo Buntut Kecelakaan Kereta di Bekasi Telan Korban Jiwa
Table of Contents
3 Arahan Prabowo Buntut Kecelakaan Kereta di Bekasi Telan Korban Jiwa
What Happened During – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke RSUD Kota Bekasi untuk meninjau kondisi korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kunjungannya, ia memberikan arahan penting terkait perbaikan keamanan perlintasan rel dan tindakan lanjut dalam penyelidikan insiden tersebut.
Kecelakaan memakan korban jiwa terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Berdasarkan data yang dirangkum detikcom, peristiwa ini menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan korban luka. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan transportasi umum di wilayah tersebut.
Kunjungan dan Penyampaian Belasungkawa
Saat ini, Prabowo mengunjungi pasien yang dirawat di rumah sakit. Ia tiba sekitar pukul 08.39 WIB, didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan sedih atas kejadian yang terjadi.
“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi,” ujar Prabowo setelah melakukan kunjungan ke korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Kepala negara juga memberikan penghargaan atas usaha para tenaga medis dalam menangani korban. Selain itu, ia berjanji akan menindaklanjuti investigasi penyebab kecelakaan tersebut secara menyeluruh.
“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” tegasnya.
Persetujuan Pembangunan Flyover
Salah satu tindakan yang diambil Prabowo adalah menyetujui pembangunan flyover di Bekasi Timur. Ia menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan keselamatan di area perlintasan kereta yang tidak dijaga. Menurutnya, flyover menjadi solusi penting untuk mengurangi risiko tabrakan antara kendaraan dan kereta api.
“Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover,” ujarnya.
Prabowo menyatakan bahwa dana untuk proyek tersebut akan berasal dari bantuan pemerintah pusat. Ia menjelaskan, pembangunan flyover akan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur transportasi.
“Langsung oleh bantuan presiden,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa flyover bukan hanya untuk mengatasi masalah lalu lintas, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi. Prabowo menekankan bahwa proyek ini perlu dimulai secepat mungkin agar dapat memberikan dampak positif sebelum musim libur tiba.
Perbaikan Perlintasan KA di Seluruh Jawa
Prabowo memerintahkan timnya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Ia menyoroti bahwa jumlah perlintasan seperti di Bekasi mencapai 1.800 titik, sebagian besar dibangun pada masa kolonial Belanda. “Kemudian, di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun,” kata Prabowo.
Menurut instruksi Prabowo, perbaikan perlintasan kereta harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasangan pos jaga hingga penggunaan teknologi modern untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Ia menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya untuk mencegah kejadian serupa, tetapi juga untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efektif.
“Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksanannya kita tunjuk,” kata Prabowo.
Prabowo menyebutkan bahwa total anggaran yang diperlukan untuk perbaikan perlintasan kereta mencapai sekitar Rp 4 triliun. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mengupgrade infrastruktur, termasuk pemasangan palang pintu di perlintasan yang rawan.
Menurut Prabowo, kecelakaan seperti ini bisa dicegah jika ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pusat. “Kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting kita sangat perlu kereta api, sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun kita sekarang lakukan,” ujarnya.
Penyelidikan Mendalam untuk Mencari Penyebab
Dalam arahannya, Prabowo meminta jajaran pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa penyelidikan ini penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut, baik dari sisi operasional kereta maupun faktor lingkungan.
“Dan kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana,” kata Prabowo.
Prabowo mengakui masih banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu, sehingga menjadi titik rawan. Ia menambahkan bahwa hal ini bisa berdampak pada keselamatan masyarakat, terutama di daerah dengan intensitas lalu lintas tinggi.
“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Kita segera akan atasi,” jelasnya.
Kepala negara juga meminta tim investigasi untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak pengelola stasiun, operator kereta, dan masyarakat sekitar. “Kita perlu data yang jelas, supaya semua pihak bisa mengetahui kesalahan apa yang terjadi,” tambahnya.
Prabowo menekankan bahwa perbaikan perlintasan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai institusi. Ia berharap investigasi ini bisa menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menangani masalah keselamatan transportasi.
