Visit Agenda: Trump: Kesepakatan Damai dengan Iran Ditandatangani Kamis atau Jumat

Trump: Kesepakatan Damai dengan Iran Ditandatangani Kamis atau Jumat

Konteks Penandatanganan di G7

Visit Agenda – Di tengah berbagai persiapan politik internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan yang akan mengakhiri perang Timur Tengah dengan Iran hampir siap untuk ditandatangani. Namun, ia menyatakan bahwa tanggal pasti penandatanganan tersebut belum tentu bisa ditetapkan secara pasti. Menurut sumber dari AFP, Trump memberi pernyataan ini saat menghadiri KTT G7 di sebuah lokasi yang tak disebutkan, menjelaskan bahwa dokumen tersebut akan segera ditandatangani, baik pada hari Kamis maupun Jumat.

“Kesepakatan yang kita capai dengan Iran akan segera ditandatangani, baik besok (Kamis) maupun lusa (Jumat),” ujar Trump.

Selain mengumumkan jadwal penandatanganan, Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan ini akan menjadi bagian dari upaya besar untuk menciptakan keseimbangan baru di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan perjanjian tersebut akan menjadi poin penting dalam agenda politik AS saat ini. Meski demikian, Trump mengakui bahwa perjanjian ini masih dalam proses finalisasi, dan ia belum bisa memberikan tanggal pasti yang jelas.

Ancaman Serangan Jika Kesepakatan Gagal

Saat menjelaskan konsekuensi jika Iran tidak memenuhi syarat dalam kesepakatan, Trump menyampaikan pernyataan tegas. Ia mengatakan bahwa jika pihak Iran melanggar perjanjian, negara tersebut akan menjadi sasaran serangan udara berikutnya.

“Jika mereka tidak berperilaku baik, mereka akan dihantam lagi,” kata Trump.

Dalam penjelasan lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Iran mungkin tidak ingin menghadapi ancaman serangan tersebut. “Mereka tidak ingin dibom, mereka tidak ingin dihantam,” imbuhnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa ia bersiap untuk mengevaluasi kinerja Iran setelah penandatanganan. Ia menekankan bahwa perjanjian ini tidak hanya tentang keuntungan politik, tetapi juga tentang kemampuan Iran untuk memenuhi kewajiban dalam waktu yang telah ditentukan. Jika mereka gagal, tindakan keras akan menjadi opsi yang mungkin dipertimbangkan.

Strategi Trump untuk Penandatanganan

Di tengah upaya untuk memastikan keberhasilan penandatanganan, Trump menyatakan bahwa ia mungkin tetap berada di Eropa untuk menghadiri acara tersebut. Namun, ia mengungkapkan kecemasan tentang jenis dokumen yang akan ditandatangani.

“Sebagai nota kesepahaman, ‘itu mungkin bukan jenis dokumen yang layak ditandatangani oleh saya,’” tambah Trump.

Sebagai bagian dari persiapan, Trump menjelaskan bahwa ia mempercayai bahwa penandatanganan akan dilakukan dengan baik. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah tambahan jika situasi tidak membaik. “Saya akan melihat situasi lebih jelas setelah penandatanganan,” katanya.

Mengenai keputusan untuk mengirim Wakil Presiden JD Vance mewakili AS dalam proses tersebut, Trump merespons dengan menyatakan bahwa ide itu sangat baik. Ia menegaskan bahwa Vance akan menjadi pihak yang bertanggung jawab jika kesepakatan tidak berjalan lancar. “Jika berhasil, saya akan mengambil pujian atas keberhasilan itu, jika tidak berhasil, saya akan menyalahkan JD! Lebih baik kau hati-hati, JD!” ujarnya.

Kesepakatan dan Pernyataan ke Israel

Saat berbicara tentang respons dari pihak Israel, Trump mengungkapkan bahwa Washington telah mengirimkan salinan kesepakatan tersebut ke Tel Aviv. Ini dilakukan setelah adanya ketegangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menurut laporan media, menilai bahwa kesepakatan tersebut mungkin membawa dampak besar bagi kebijakan luar negeri Israel.

“Kita kemungkinan besar akan menandatangani kesepakatan,” tambah Trump.

Menurut Trump, kesepakatan ini akan membuka peluang baru bagi hubungan antara AS dan Iran. Ia berharap bahwa perjanjian tersebut bisa menjadi langkah awal dalam normalisasi hubungan diplomatik. “Ini akan menjadi langkah penting untuk kembali ke jalur perdamaian,” katanya.

Di sisi lain, Trump memperkirakan bahwa pihak Iran akan berusaha memenuhi semua syarat dalam perjanjian. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan hanya tentang penarikan pasukan, tetapi juga tentang pembatasan senjata dan pengakuan terhadap kesepakatan yang telah dibuat. “Iran harus memahami bahwa mereka harus berperilaku baik, jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensi yang berat,” jelas Trump.

Dengan memperkirakan penandatanganan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, Trump meminta dukungan dari pihak internasional. Ia berharap bahwa keputusan ini akan mendapatkan persetujuan dari negara-negara anggota