Topics Covered: Andre Rosiade Apresiasi Petugas Haji Sigap Layani Jemaah
Table of Contents
Andre Rosiade Apresiasi Petugas Haji Sigap Layani Jemaah
Pernyataan Apresiasi dari Anggota DPR
Topics Covered – Sejumlah petugas haji yang hadir di Al Qim’ma Hall, Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (24/5/2026), mengungkapkan komitmen mereka untuk melayani jemaah secara maksimal. Dalam rapat kerja Timwas Haji DPR dengan pemerintah, Andre Rosiade mengapresiasi dedikasi para petugas yang tidak hanya fokus pada pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga pada pelayanan terhadap para jemaah. Menurutnya, niat ini menjadi faktor utama dalam peningkatan kualitas layanan selama penyelenggaraan haji tahun ini.
“Tidak semua petugas haji berangkat dengan tujuan untuk menjalani ibadah haji sendiri, melainkan dengan niat melayani para jemaah. Ini yang patut kita apresiasi,” ujar Andre Rosiade.
Peningkatan Kualitas Layanan Haji
Dalam penjelasannya, Andre Rosiade menyoroti perbedaan signifikan antara pelayanan haji di masa lalu dengan situasi saat ini. Berdasarkan pengalaman mengikuti ibadah haji berkali-kali, ia menyatakan bahwa kualitas layanan telah meningkat secara signifikan. Kemenhaj, sebagai institusi yang bertugas mengatur seluruh aspek penyelenggaraan haji, dinilainya sebagai pelaku utama perubahan tersebut.
“Saya menyaksikan sendiri kalau dulu, saat jemaah keluar jamarat, mereka terkadang merasa kecapean karena tidak mendapatkan bantuan yang cepat. Petugas haji dulu sering kali sibuk nongkrong dan ngerokok, sehingga jemaah tidak terlayani secara optimal,” tambah Andre.
Pelatihan dan Transformasi Kultur Petugas
Menurut Andre, transformasi yang terjadi pada petugas haji tidak terlepas dari program pelatihan yang dilaksanakan oleh Kemenhaj. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut membawa perubahan dalam cara kerja dan sikap petugas, membuat mereka lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan jemaah. “Karena adanya reteaching dan diklat, Kemenhaj berhasil mengubah paradigma dan kultur petugas haji. Mereka sekarang lebih fokus pada tugas utama, yaitu melayani jemaah dengan penuh semangat,” ucapnya.
Perubahan ini juga mencakup perbaikan dalam pengorganisasian waktu dan pembagian tugas. Sebelumnya, petugas haji kerap terlihat tidak terkoordinasi, sehingga terkesan bingung saat menjalankan fungsi masing-masing. Dengan adanya pelatihan yang terstruktur, mereka mampu menyesuaikan diri dengan rutinitas haji dan memastikan semua kegiatan berjalan lancar.
Perbandingan Pelayanan Masa Lalu dan Kini
Andre Rosiade menekankan bahwa pelayanan saat ini lebih efektif dibandingkan masa lalu. Dalam hal ini, ia menyebutkan beberapa perbedaan yang terlihat jelas, seperti kemudahan akses ke area ibadah dan responsivitas tim pemantau. “Saya merasakan bahwa petugas haji saat ini lebih siap dan terorganisir. Mereka tidak hanya memberikan bantuan saat jemaah membutuhkan, tetapi juga proaktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah,” jelasnya.
Kemajuan ini didukung oleh kemudahan akses digital yang diberikan kepada petugas. Misalnya, sistem komunikasi terpusat memungkinkan mereka merespons keluhan atau permintaan jemaah secara real-time. Selain itu, penggunaan alat bantu seperti peta digital dan aplikasi pengelolaan jemaah juga memberikan dampak positif dalam mempercepat proses.
“Pada masa lalu, jemaah sering kali terlantar saat berada di area tertentu karena petugas tidak memiliki alat yang memadai. Kini, mereka mampu memberikan bantuan yang lebih tepat dan terarah. Perbedaannya jelas, dan itu terasa berkat pelatihan yang konsisten,” pungkas Andre.
Pengaruh Pelatihan terhadap Perubahan Mentalitas
Dalam rapat kerja tersebut, Andre juga menyoroti perubahan mentalitas para petugas haji setelah mengikuti pelatihan. Ia menyatakan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong adopsi sikap kerja yang lebih bertanggung jawab. “Petugas kini tidak hanya fokus pada tugas fisik, tetapi juga pada komunikasi dan empati terhadap jemaah. Ini membuat layanan lebih manusiawi dan berkelanjutan,” katanya.
Perubahan ini juga memengaruhi hubungan antara petugas dan jemaah. Dalam masa lalu, jemaah sering merasa tidak diperhatikan karena petugas terlihat lengah atau malas. Kini, kehadiran petugas lebih teratur, dan mereka selalu siap memberikan bantuan, baik itu dalam hal informasi, transportasi, atau bahkan kesehatan. Andre menilai bahwa hal ini mengurangi stres dan rasa tidak nyaman yang selama ini dialami jemaah.
Penghargaan untuk Dedikasi yang Tulus
Sebagai bentuk penghargaan, Andre Rosiade menekankan bahwa petugas haji tahun ini patut mendapatkan apresiasi yang lebih besar. Ia menilai bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak terlepas dari peran petugas yang tidak pernah mengeluh dan bekerja tanpa pamrih. “Mereka datang ke sini dengan semangat tinggi, karena merasa tanggung jawabnya besar. Inilah yang membuat jemaah merasa aman dan terlayani,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kemenhaj telah melakukan banyak inisiatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya adalah pembentukan tim khusus yang mengevaluasi kebutuhan jemaah secara berkala. Andre juga menyinggung bahwa peningkatan ini memberikan dampak positif terhadap citra Indonesia di dunia internasional, karena petugas haji tidak hanya mewakili negara, tetapi juga menggambarkan komitmen terhadap keunggulan layanan.
“Saya meyakini bahwa telah terjadi perubahan signifikan dalam sikap dan tindakan petugas haji. Mereka sekarang lebih menghargai peran mereka, dan ini terlihat dari hasil kerja yang lebih baik. Perbedaan ini tidak hanya terasa oleh jemaah, tetapi juga oleh pemerintah yang lebih yakin dengan kinerja mereka,” kata Andre.
Upaya Memastikan Kebutuhan Jemaah Terpenuhi
Andre Rosiade menambahkan bahwa perbaikan pelayanan haji bukan hanya sekadar peningkatan kinerja, tetapi juga upaya memastikan semua kebutuhan jemaah terpenuhi secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan prosedur haji hingga manajemen emosi di tengah situasi yang kadang membludak.
Menurutnya, perubahan ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan selama penyelenggaraan haji. “Sebelumnya, kesalahan dalam penyaluran bantuan terkadang terjadi karena kurangnya koordinasi. Kini, tim petugas lebih terorganisir, sehingga minim kesalahan dan maksimal kenyamanan jemaah,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Andre berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada para petugas haji, baik dalam bentuk penghargaan maupun perbaikan fasilitas. Ia menilai bahwa dengan kinerja yang lebih baik, Indonesia akan semakin dipercaya dalam menyelenggarakan haji yang sukses. “Ini adalah langkah penting, karena haji tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang pengalaman yang diberikan kepada jemaah. Mereka sudah berubah, dan kita harus merespons perubahan itu dengan apresiasi yang tulus,” pungkas Andre.
Dengan semangat ini, Andre Rosiade berharap pelatihan yang dilakukan Kemenhaj terus ditingkatkan, sehingga para petugas haji mampu men
