Internasional

Ricuh Unjuk Rasa Lanjutan di Prancis, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

demo-di-prancis-24-oktober-2026-reutersabdul-saboor-1792873462788_169
Foto : John Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Hampir 1.000 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Lanjutan di Prancis
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Hampir 1.000 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Lanjutan di Prancis

Ceritaberkat.com – Prancis kembali menghadapi ketegangan di jalanan setelah aksi protes lanjutan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, diwarnai bentrokan dan penangkapan dalam jumlah besar. Aparat keamanan menangkap hampir 1.000 orang sepanjang demonstrasi yang berlangsung di sejumlah wilayah negara tersebut.

Gelombang unjuk rasa ini terjadi setelah demonstrasi nasional terkait kenaikan biaya hidup pada pekan sebelumnya berakhir dengan kekerasan, penjarahan ratusan toko, serta penangkapan sekitar 2.700 orang. Pemerintah Prancis kemudian meningkatkan kesiapan untuk menghadapi aksi berikutnya, termasuk dengan pengerahan sekitar 70.000 personel kepolisian.

Kelompok Radikal Disebut Memicu Bentrokan

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan aparat menghadapi aksi kekerasan dari kelompok yang ia sebut sebagai unsur “ultra-kiri”. Kelompok tersebut dituduh melontarkan berbagai benda dan menembakkan kembang api ke arah polisi dalam upaya memancing konfrontasi.

“Kelompok ‘ultra-kiri’ justru melemparkan berbagai benda dan mengarahkan kembang api ke arah polisi untuk memicu bentrokan,” kata Laurent Nunez.

Angka penangkapan pada Sabtu jauh melampaui catatan pada waktu yang sama dalam gelombang demonstrasi seminggu sebelumnya. Ketika itu, otoritas mencatat 385 orang ditangkap. Kenaikan jumlah penangkapan kali ini memperlihatkan bahwa aparat mengambil langkah lebih cepat terhadap dugaan tindakan kekerasan dan gangguan ketertiban.

Kendati demikian, Nunez menilai kondisi umum pada Sabtu lebih terkendali dibandingkan aksi sebelumnya. Sejumlah toko dan tempat usaha memang dilaporkan mengalami perusakan serta penjarahan, tetapi skala kejadian itu disebut jauh lebih kecil daripada kerusuhan pekan lalu.

Paris Relatif Tenang, Bentrokan Terjadi Saat Massa Bubarkan Diri

Di Paris, demonstrasi utama berlangsung relatif damai untuk sebagian besar waktu. Situasi mulai memanas ketika peserta aksi berangsur meninggalkan lokasi. Bentrokan dengan polisi kemudian berlangsung sekitar dua jam di ibu kota Prancis tersebut.

Laurent Nunez menyebut ada beberapa ribu aktivis radikal yang berada di bagian belakang barisan demonstran. Dari jumlah itu, sekitar 500 orang telah diidentifikasi sebagai perusuh. Kehadiran kelompok tersebut menjadi perhatian aparat karena dinilai berpotensi mengubah aksi massa menjadi kekacauan di jalan.

Perbedaan antara demonstran yang menyuarakan tuntutan sosial dan kelompok yang diduga melakukan kekerasan menjadi salah satu tantangan dalam pengamanan aksi besar. Pemerintah berupaya menjaga ruang bagi demonstrasi, sembari menindak tindakan yang membahayakan petugas, peserta aksi lain, maupun masyarakat sekitar.

Dua Orang Mengalami Luka Serius

Di tengah rangkaian insiden tersebut, dua orang mengalami luka serius. Satu kasus terjadi di Toulouse, ketika seorang pria berusia 20 tahun dilaporkan kehilangan jari akibat ledakan. Insiden serius lainnya terjadi di Clermont-Ferrand, meski tidak ada rincian tambahan yang disampaikan mengenai kondisi korban maupun penyebab luka tersebut.

Peristiwa itu menegaskan risiko tinggi yang muncul ketika benda peledak, kembang api, atau alat berbahaya digunakan dalam situasi massa yang tegang. Selain dapat melukai orang yang menggunakannya, benda-benda semacam itu juga dapat membahayakan warga, jurnalis, demonstran lain, dan petugas yang berada di sekitar lokasi.

Pengamanan Diperketat di Area Usaha

Pemerintah Prancis melakukan sejumlah penyesuaian setelah kerusuhan pada demonstrasi pertama. Pusat perbelanjaan dan kawasan usaha mendapat perlindungan lebih ketat, sementara polisi melakukan pemeriksaan yang lebih intensif sebelum aksi dimulai. Jumlah personel yang lebih besar di lapangan juga memungkinkan respons lebih cepat saat muncul gangguan.

Langkah tersebut tampaknya ikut membatasi dampak kerusuhan terhadap sektor perdagangan pada Sabtu. Meski masih ada laporan kerusakan dan penjarahan di beberapa titik, gangguan terhadap pusat-pusat bisnis tidak sebesar yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Menjelang demonstrasi lanjutan, Presiden Emmanuel Macron telah mengadakan rapat dewan pertahanan bersama para menteri dan pejabat tinggi. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan jajaran aparat keamanan. Pertemuan itu berlangsung ketika pemerintah bersiap menghadapi potensi meluasnya aksi protes di berbagai wilayah.

Status Siaga Tinggi Tetap Berlaku

Nunez menyatakan aparat akan tetap berada dalam status siaga tinggi hingga malam hari dan berlanjut sampai Minggu, 25 Oktober 2026. Kewaspadaan itu mencerminkan kekhawatiran bahwa kelompok kecil dapat kembali memanfaatkan aksi massa untuk melakukan kekerasan atau merusak fasilitas usaha.

Demonstrasi terkait tekanan biaya hidup menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap persoalan ekonomi sehari-hari. Pada saat yang sama, kekerasan dan penjarahan berisiko mengaburkan tuntutan utama para peserta aksi serta memperbesar beban keamanan bagi pemerintah daerah dan pusat.

Dengan pengerahan puluhan ribu polisi, pemeriksaan lebih ketat, dan pengamanan tambahan di kawasan komersial, pemerintah Prancis berupaya mencegah pengulangan kerusuhan besar. Namun, tingginya angka penangkapan pada Sabtu memperlihatkan bahwa situasi tetap rapuh dan memerlukan pengawasan ketat dalam beberapa waktu ke depan.

Frequently Asked Questions

What is Ricuh Unjuk Rasa Lanjutan di Prancis?

Ricuh Unjuk Rasa Lanjutan di Prancis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ricuh Unjuk Rasa Lanjutan di Prancis matter?

Ricuh Unjuk Rasa Lanjutan di Prancis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.