Pramono Yakin Warga Terima Tarif Rp 15 Ribu TransJ Blok M-Bandara Soetta
Table of Contents
Pramono Yakin Warga Terima Tarif Rp 15 Ribu TransJ Blok M-Bandara Soetta
Ceritaberkat.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Yakin Warga Terima Tarif baru untuk layanan bus TransJabodetabek (TransJ) rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang ditetapkan sebesar Rp 15 ribu. Keputusan ini resmi berlaku mulai 1 September 2026 setelah melalui proses evaluasi panjang dan uji coba yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan penetapan tarif ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memberikan layanan transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat ibu kota.
Proses Penetapan Tarif yang Transparan
Menurut Gubernur Pramono Anung, penetapan tarif Rp 15 ribu ini merupakan hasil dari berbagai masukan dan kerja sama dengan lembaga terkait. Tingkat kepuasan publik terhadap layanan bus Transjabodetabek selama masa uji coba mencapai lebih dari 97 persen, yang menjadi dasar kuat untuk menetapkan tarif final. “Yang pertama, saya ingin menjawab mengenai Transjabodetabek dari Blok M ke bandara. Setelah mendapatkan masukan dan juga kerja sama dengan berbagai lembaga, tingkat kepuasan publik untuk bus Transjabodetabek ini lebih dari 97%,” ujar Pramono kepada wartawan di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Dalam prosesnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan diskusi intensif untuk menentukan harga yang wajar bagi warga. Awalnya, terdapat usulan tarif sebesar Rp 3.500 yang dinilai terlalu murah dan tidak mencerminkan kualitas layanan. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk biaya operasional dan perlindungan sosial, akhirnya diputuskan tarif Rp 15 ribu sebagai harga yang tepat. “Dan ketika kami menanyakan kira-kira berapa yang angka yang wajar untuk penyesuaian harga, karena enggak mungkin harganya terlalu murah Rp 3.500, hampir sebagian besar menyampaikan angka yang sekarang kita putuskan yaitu Rp 15.000. Dan itu mulai berlaku tanggal 1 September,” ungkapnya.
Perbandingan dengan Transportasi Lain
Pramono menjelaskan bahwa tarif Rp 15 ribu ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan alternatif transportasi lainnya menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian, Pramono Yakin Warga Terima Tarif ini dengan baik karena memberikan nilai ekonomis yang signifikan bagi masyarakat. “Dan itu pun kalau dibandingkan dengan transportasi yang lain masih jauh lebih murah. Sehingga dengan demikian kami meyakini masyarakat pasti bisa menerima itu, itu yang pertama,” tambahnya.
Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi landasan hukum resmi untuk penerapan tarif baru ini. Kadishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa ini bukan merupakan kenaikan tarif, melainkan penetapan tarif pertama kali setelah masa uji coba. “Ini adalah bukan kenaikan, ini adalah penetapan. Karena sebelumnya belum ditetapkan, kan masa uji coba, ya. Jadi ini adalah tarif penetapan dan tarif dalam rangka perlindungan sosial, ya,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/7).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tarif TransJ Baru
Q: Kapan tarif Rp 15 ribu mulai berlaku? A: Tarif baru ini mulai berlaku resmi pada 1 September 2026 untuk seluruh penumpang yang menggunakan rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Q: Apakah tarif Rp 15 ribu termasuk kenaikan? A: Tidak, tarif ini merupakan penetapan tarif pertama kali setelah masa uji coba, bukan kenaikan dari tarif sebelumnya.
Q: Bagaimana cara mendapatkan informasi terbaru tentang TransJ? A: Anda dapat mengunjungi halaman berita Transjakarta di detik.com untuk mendapatkan informasi terkini.
Q: Apakah tarif ini berlaku untuk semua penumpang? A: Ya, tarif Rp 15 ribu berlaku untuk semua penumpang tanpa terkecuali yang menggunakan rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan adanya penetapan tarif yang jelas dan transparan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi umum. Pramono Yakin Warga Terima Tarif Rp 15 ribu ini sebagai langkah positif dalam pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di Jakarta. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan ini dengan optimal untuk mobilitas harian menuju bandara.
