Polisi Sampai Nyelam Bengawan Solo Cari Bukti Pembunuhan Bocah Bilqis

Polisi Membutuhkan Nyelam ke Bengawan Solo untuk Mengumpulkan Bukti Pembunuhan Bocah Bilqis

Polisi Sampai Nyelam Bengawan Solo Cari – Dalam upaya mengungkap kasus pembunuhan yang mengejutkan terhadap Bilqis Rajiansyah Lestari, seorang anak perempuan berusia 11 tahun dari Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, polisi tidak segan menyelami Sungai Bengawan Solo. Pria yang terlibat dalam kejadian ini, yaitu Suparman alias Blendus (53), akhirnya ditangkap setelah melakukan aksi kekerasan terhadap korban. Kejadian ini menimbulkan kegembiraan dan rasa syukur, karena barang bukti yang hilang ternyata berhasil ditemukan melalui upaya ekstra.

Kapolres Sragen Berbagi Detail tentang Pencarian Pakaian Pelaku

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari, menjelaskan bahwa pakaian yang dipakai oleh Suparman saat melakukan tindakan pembunuhan ditemukan setelah penyisiran intensif di sekitar Jembatan Ndrojo, Sambungmacan. “Setelah menelusuri sampai ke jembatan tersebut, kita akhirnya berhasil menemukan pakaian pelaku yang dibuang usai kejahatan,” katanya. Ia menyebutkan bahwa barang bukti itu terdiri dari jaket hoodie berwarna oranye dan celana panjang hitam. “Kita sangat berharap keberhasilan ini akan memberikan penjelasan yang jelas mengenai peristiwa yang terjadi,” tambah Dewiana, seperti dilaporkan detikJateng pada Jumat (12/6/2026).

“Jadi, untuk mencari pakaian yang dikenakan oleh pelaku ketika melakukan tindakan kejahatan, kita menelusuri sampai ke jembatan Ndrojo. Berdasarkan pengakuan pelaku, setelah membunuh korban, ia langsung membuang pakaiannya, yaitu kaus dan celana. Alhamdulillah, semua barang bukti sudah ketemu,” jelas Dewiana.

Motor dan Handphone Korban Jadi Target Pelaku

Dalam penyelidikan, polisi juga berhasil menyita sepeda motor Vario yang dicuri pelaku dari Bilqis. Selain itu, satu handphone milik korban juga diklaim sebagai target pencurian. “Motifnya adalah pelaku ingin menguasai harta milik korban, termasuk sepeda motor dan ponselnya,” kata Dewiana. Penadah yang menampung kendaraan tersebut juga sudah diamankan, menunjukkan bahwa investigasi berjalan cepat dan terarah.

“Motifnya adalah pelaku ingin menguasai harta milik korban, yaitu sepeda motor Vario dan juga satu handphone,” ujarnya.

Kasat Reskrim Mengungkap Proses Penyelaman untuk Mengumpulkan Bukti

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, menambahkan bahwa penyelaman ke Bengawan Solo menjadi langkah krusial dalam memperoleh barang bukti. “Setelah membunuh Bilqis, pelaku langsung membuang pakaian yang dikenakannya ke sungai. Kita berhasil menemukan jaket hoodie oranye dan celana hitam panjang berkat menyelami air,” jelas Catur. Ia menekankan bahwa tersangka memiliki intelijen yang memungkinkannya menghilangkan bukti dengan cara terencana.

“Ya, jadi setelah dari tempat kejadian perkara, dia langsung buang ke Bengawan, yaitu berupa jaket hoodie warna orange dan celana hitam panjang. Alhamdulillah, kita sudah temukan sampai anggota apa menyuluki itu. Nyelam ya, nyelam cari bukti,” terang Catur.

Keluarga Korban Memberikan Konfirmasi tentang Barang Bukti yang Ditemukan

Proses penyisiran tidak hanya berlangsung di sekitar sungai, tetapi juga melibatkan keterlibatan keluarga Bilqis. “Pakaian celana pendek jenis chinos warna coklat pun kita temukan setelah menunjukkan kepada anaknya. Saat dilihat, anak langsung mengenali bahwa itu celana yang dibelikannya saat berada di Sulawesi,” lanjut Catur. Penemuan ini menjadi peneguhan bahwa barang bukti tidak hanya dibuang ke Bengawan Solo, tetapi juga disembunyikan di tempat-tempat lain seperti kebun.

“Terus kemudian, celana pendek jenis chinos warna coklat itu kita temukan setelah menunjukkan kepada anaknya. Saat dilihat, anak langsung menyampaikan, ‘ini celana Chinos yang saya belikan waktu di Sulawesi.’ Dan Alhamdulillah, kita sudah temukan dibuang di kebun, disembunyikan di bawah,” sambung Catur.

Detail Penelusuran dan Penyelaman di Bengawan Solo

Dalam menelusuri jalan-jalan di sekitar Jembatan Ndrojo, polisi menghadapi tantangan khusus karena kondisi alam yang rawan. “Kita harus menyelami sungai yang dalam dan berarus untuk mencari pakaian yang dibuang pelaku. Tantangan itu jelas, tetapi hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Catur. Penyelaman ini tidak hanya melibatkan anggota polisi, tetapi juga mungkin rekan-rekan yang turut serta membantu proses pengumpulan bukti.

“Kita harus menyelami sungai hingga ke dasar untuk memastikan semua barang bukti ditemukan. Meski agak melelahkan, tapi itu sangat penting untuk menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh,” kata Catur.

Dampak dan Signifikansi Penemuan Barang Bukti

Penemuan pakaian dan alat bukti lainnya memberikan dampak signifikan terhadap kasus yang sedang ditelusuri. “Dengan menemukan barang-barang ini, kita bisa memperkuat pemeriksaan terhadap pelaku dan memastikan tidak ada kesalahan dalam penyelidikan,” kata Dewiana. Ia menambahkan bahwa proses ini juga memberikan harapan kepada masyarakat bahwa polisi benar-benar dedikasi dalam mengungkap kebenaran.

“Penemuan barang bukti ini membantu kita untuk membangun narasi yang jelas mengenai peristiwa pembunuhan. Dengan semua bukti yang ada, kita bisa memastikan pelaku tidak berbohong,” tutur Dewiana.

Perjalanan Penyelidikan hingga Kesimpulan Akhir

Sejak kejadian terjadi, polisi terus berupaya mencari petunjuk yang bisa mengungkap motif dan alur kejahatan. “Kita mengumpulkan semua bukti, termasuk alat-alat yang digunakan pelaku, untuk memperkuat penyelidikan. Penyelaman ke Bengawan Solo adalah salah satu langkah yang krusial,” jelas Catur. Proses ini mengambil waktu beberapa hari, tetapi hasilnya memuaskan karena semua barang bukti berhasil dikumpulkan.

“Kita mengumpulkan semua bukti, termasuk alat-alat yang digunakan pelaku, untuk memperkuat penyelidikan. Penyelaman ke Bengawan Solo adalah salah satu langkah yang krusial,” sambung Catur.

Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Dengan barang bukti yang lengkap, polisi kini fokus pada pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan alasan spesifik mengapa Suparman memilih cara membuang pakaian ke sungai. “Kita masih menelusuri apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kejahatan ini. Selain itu, juga mengecek apakah pelaku memiliki rencana lebih lanjut