Penembak Pilot AS di Yahukimo KKB Baru Pimpinan Mbalingga

Penembakan Pilot AS di Yahukimo: Satgas Gakkum ODC Pastikan Kelompok Bakusip sebagai Pelaku

Penembak Pilot AS di Yahukimo KKB Baru – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak pilot PT AMA asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, di Yahukimo, Papua, telah dikonfirmasi oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) sebagai Bakusip. Kelompok ini dinyatakan sebagai satu dari beberapa organisasi baru yang di bawah komando M. Mbalingga. Peristiwa penembakan terjadi pada Kamis (2/7/2026), dan hingga kini, Satgas Gakkum ODC sedang menelusuri hubungan antara Bakusip dengan kelompok pimpinan Elkius Kobak, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu aktor utama dalam konflik di wilayah tersebut.

KKB Bakusip Mengaku Bawahan Elkius Kobak

Dalam beberapa postingan di media sosial, anggota kelompok Bakusip mengklaim bahwa mereka merupakan bagian dari jaringan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo. Menurut Kepala Satgas Gakkum ODC, Komisaris Besar Polisi IGG Era Adhinata, pernyataan ini menjadi salah satu bukti yang mendukung identifikasi kelompok tersebut sebagai pelaku kejadian penembakan. “Dari berbagai postingan di platform media sosial, kelompok Bakusip menyatakan bahwa mereka merupakan bagian dari organisasi pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” ujar Era Adhinata saat diwawancara di Jayapura, Papua, Sabtu (4/7/2026).

“Kami melakukan pengecekan terhadap identitas kelompok tersebut dan menemukan bahwa mereka memang tergabung dalam kerja sama dengan kelompok lain di wilayah tersebut,” tambah Era Adhinata.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan, penyelidikan Satgas Gakkum ODC tidak hanya berupa pemeriksaan saksi dan wawancara, tetapi juga analisis data dari berbagai media sosial serta koordinasi dengan pihak setempat. Kebutuhan untuk memahami dinamika kekuasaan antar kelompok KKB menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan. “Satgas Gakkum ODC hingga kini masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak,” kata Era Adhinata.

Mbalingga dan Kobak Mengklaim Tanggung Jawab

Sesaat setelah insiden terjadi, M. Mbalingga, pemimpin kelompok Bakusip, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa aksi penembakan dilakukan oleh anggota kelompoknya. Sementara itu, Elkius Kobak, tokoh pimpinan kelompok yang dianggap lebih senior, juga mengungkapkan pernyataan serupa. Dalam video yang diunggah, pelaku terlihat berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah dibakar, sebagai tanda pengakuan atas perbuatan mereka.

“Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” kata Kasatgas Gakkum ODC.

Dalam pernyataannya, Mbalingga menyebut bahwa aksi itu dilakukan untuk memperlihatkan kekuatan kelompoknya dan menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah di wilayah operasi. Kobak, di sisi lain, menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari strategi pemberontakan yang lebih luas. “Dalam rekaman media sosial, KKB sempat mengeluarkan ancaman terhadap kegiatan penerbangan yang masuk ke wilayah mereka,” tambah Era Adhinata.

Motif Penyerangan Masih Diinvestigasi

Penyidik masih memperdalam penyelidikan terkait motif penembakan yang mengakibatkan kematian Nicholas Goselin, seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat. Meskipun ancaman terhadap aktivitas penerbangan telah diungkapkan, penyebab pasti aksi tersebut belum diketahui. “Motif penyerangan masih dalam proses pemeriksaan, tetapi kita tahu bahwa kelompok tersebut ingin menunjukkan sikap perlawanan terhadap kehadiran pihak eksternal di wilayahnya,” jelas Era Adhinata.

Menurut laporan, pesawat Pilatus yang dikemudikan Nicholas Goselin termasuk dalam armada PT AMA, perusahaan penerbangan yang aktif di Papua. Pesawat tersebut digunakan untuk mengangkut logistik dan personel, termasuk dalam operasi militer. “Penyidik masih terus mendalami untuk mengetahui motif penyerangan hingga menewaskan pilot Nicholas Goselin yang mengemudikan pesawat Pilatus milik AMA,” tambah Era Adhinata.

Kelompok KKB biasanya melakukan aksi serangan terhadap fasilitas militer, perkebunan, atau alat transportasi untuk menekan pemerintah dan menunjukkan dominasi mereka di wilayah perbatasan. Selain itu, kejadian penembakan ini juga bisa menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan politik dengan pihak-pihak tertentu di luar wilayah operasi. “Kami memperhatikan bahwa aksi seperti ini sering kali dilakukan sebagai bentuk tekanan terhadap kebijakan pemerintah atau sebagai bagian dari perang gerilya,” kata seorang sumber dari Departemen Pertahanan.

Di sisi lain, kejadian ini juga memicu reaksi dari pihak AS, yang mengecam tindakan KKB tersebut. “Pemerintah AS menyatakan kekecewaannya atas serangan terhadap pilot mereka, dan berharap penyelidikan ini dapat segera memberikan jawaban jelas,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS. Meskipun demikian, pihak KKB tetap berupaya membangun konsensus dengan masyarakat lokal serta menggalang dukungan dari kelompok-kelompok lain di wilayah perbatasan.

Secara keseluruhan, kejadian penembakan pilot AS di Yahukimo menjadi peristiwa penting dalam sejarah konflik di Papua. Selain mengguncang hubungan antara Indonesia dan AS, insiden ini juga memperlihatkan kompleksitas peran kelompok-kelompok KKB dalam memperjuangkan tujuan mereka. Dengan adanya kelompok baru seperti Bakusip, dinamika perang gerilya di wilayah ini terus berubah, dan proses penyelidikan akan menjadi kunci untuk memahami lebih jauh tentang aksi mereka.