Key Issue: Personel Ditlantas Polda Metro Tewas Saat Bantu Truk Mogok di Tol JORR
Table of Contents
Personel Ditlantas Polda Metro Tewas Saat Bantu Truk Mogok di Tol JORR
Key Issue – Hari ini, seorang personel dari Banit Induk 4 Satuan Pelayanan Jalan Raya (PJR) Divisi Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Aipda Endang Karyana, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat sedang memberikan bantuan kepada truk yang mogok di ruas Tol Joglo, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) W2, arah Pondok Pinang. Jenazah Aipda Endang dimakamkan di TPU Garut, Jawa Barat, dengan upacara yang dihadiri oleh keluarga dan rekan-rekannya.
Detil Kecelakaan dan Penyebab Kematian
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, mengungkapkan bahwa kecelakaan yang menewaskan Aipda Endang terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026. Menurut informasi yang diberikan, kejadian tersebut berawal dari saat Aipda Endang sedang melakukan tugasnya untuk membantu sebuah truk yang mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan. Truk itu terjebak di jalur W2, yang merupakan bagian dari JORR, dan Aipda Endang datang untuk memberikan bantuan.
“Penyebab meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar AKBP Rieki.
Kasat PJR menyebut bahwa situasi memburuk ketika dari arah Tangerang tiba-tiba muncul kendaraan Isuzu wing box dengan nomor polisi B-9663-TXW yang mengabaikan kecepatan dan menabrak bagian belakang truk yang mogok. Tabrakan tersebut menyebabkan truk bergerak ke arah kiri dan menabrak Aipda Endang, yang saat itu sedang berada di dekat kendaraan tersebut. Akibatnya, anggota polisi tersebut mengalami luka parah di kaki kanan.
Peristiwa Lalu Lintas dan Tanggung Jawab
Dalam wawancara dengan media, AKBP Rieki menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi secara mendadak dan tidak terduga. “Pada saat almarhum Aipda Endang Karyana akan memberikan bantuan pelayanan terhadap pengemudi kendaraan light truck nomor polisi AD-8974-WW yang mengalami gangguan di tengah perjalanan, tiba-tiba dari arah Tangerang kendaraan Isuzu wing box nomor polisi B-9663-TXW menabrak ban belakang kendaraan light truck tersebut,” kata Rieki.
Menurut Rieki, kecelakaan ini merupakan akibat dari kurangnya kewaspadaan pengemudi kendaraan wing box yang tidak mengantisipasi adanya truk yang berhenti di jalur W2. Selain itu, kondisi jalan yang sedang dalam pengerjaan atau perbaikan di sekitar lokasi juga bisa menjadi faktor yang memperparah kejadian tersebut. Saat kecelakaan terjadi, Aipda Endang sedang berdiri di samping truk untuk memberi petunjuk kepada pengemudi dan menunggu bantuan dari mobil derek yang sedang mendekat.
Kasat PJR mengatakan bahwa Aipda Endang adalah seorang anggota yang sangat profesional dan memiliki dedikasi tinggi terhadap tugasnya. Sebelum kejadian, ia sudah menjalani beberapa tugas rutin di sepanjang JORR, termasuk memberikan bantuan kepada pengemudi kendaraan yang mengalami kendala. Rieki menyampaikan bahwa kecelakaan ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh anggota Ditlantas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pelayanan di jalur lalu lintas.
Kondisi dan Dampak Kecelakaan
Kecelakaan yang menewaskan Aipda Endang terjadi pada pukul sekitar 14.00 WIB. Saat itu, kondisi jalan sedang dalam keadaan normal, tetapi pengemudi Isuzu wing box tidak memperhatikan peringatan atau pencahayaan yang diberikan oleh petugas. Truk yang mogok sempat mengalami perlambatan akibat kendaraan yang mendahului, namun Aipda Endang tetap berusaha untuk membantu sampai akhirnya terjadi tabrakan.
Menurut saksi mata yang berada di dekat lokasi kecelakaan, Aipda Endang terlihat sangat tenang meski situasi memanas. Ia berusaha memandu pengemudi truk untuk memindahkan kendaraan ke jalur aman sambil menunggu bantuan. Tapi, tiba-tiba kendaraan dari belakang melaju kencang dan menabrak bagian belakang truk, yang berakibat pada pergerakan truk dan tabrakan dengan petugas.
Sebelum meninggal, Aipda Endang sempat memberikan petunjuk kepada pengemudi truk untuk memastikan bahwa mereka aman dari bahaya. Truk yang mogok itu diperkirakan sudah berhenti selama sekitar 30 menit sebelum kecelakaan terjadi. Kasat PJR menjelaskan bahwa kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan parah pada bagian belakang truk dan juga menyebabkan luka serius pada kaki kanan Aipda Endang, yang akhirnya tidak tertolong.
Kerja Sama dan Pelayanan Lalu Lintas
Aipda Endang Karyana merupakan bagian dari tim yang bertugas di JORR untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan membantu pengemudi yang mengalami kesulitan. Sebagai anggota Ditlantas, ia dikenal aktif dalam pelayanan publik dan memiliki empati tinggi terhadap para pengguna jalan. Rieki menyebut bahwa Aipda Endang selalu berusaha untuk mengurangi risiko kecelakaan dengan cara memantau kondisi jalan dan memberi peringatan kepada pengemudi.
Insiden ini menunjukkan betapa rentannya tugas lalu lintas, terutama di area jalan tol yang memiliki kecepatan tinggi dan potensi risiko besar. Kasat PJR berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pengemudi untuk lebih waspada dan menghormati petugas yang sedang memberikan bantuan. “Ini adalah pengorbanan yang luar biasa. Aipda Endang tidak hanya bertugas sebagai polisi, tetapi juga menjadi pelindung dan penolong bagi masyarakat,” tutur Rieki.
Pada hari kejadian, Aipda Endang sedang melakukan pelayanan rutin bersama rekan-rekannya di JORR. Ia ditemani oleh beberapa anggota lain yang juga terlibat dalam membantu truk yang mogok. Meski begitu, kecelakaan tiba-tiba menghancurkan upaya mereka dan menyebabkan korban yang tidak terduga. Selain itu, Rieki menambahkan bahwa seluruh anggota tim berusaha memberikan bantuan secepat mungkin setelah kejadian terjadi, termasuk melakukan evakuasi dan memastikan kondisi pengemudi truk tetap stabil.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyampaikan bahwa kecelakaan ini merupakan kejadian pertama yang menimpa anggota mereka dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, Rieki menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan dalam melakukan tugas lalu lintas, terutama di area jalan tol yang dipadati oleh kendaraan berbagai jenis. “Kami sangat berduka cita atas kepergian Aipda Endang. Ia adalah contoh nyata dari semangat pengabdian dan dedikasi yang kami harapkan dari setiap anggota Ditlantas,” ujarnya.
Dengan meninggalnya Aipda Endang Karyana, masyarakat mengenangnya sebagai seorang pekerja yang gig
