New Policy: DPRD Jatim Siap Kolaborasi dengan MPR Perluas Partisipasi Peserta LKBB-PB

DPRD Jatim Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi dalam LKBB-PB

Komitmen untuk Mengembangkan Karakter Nasional

New Policy – Deni Wicaksono, wakil ketua DPRD Jawa Timur, menegaskan bahwa perluasan peserta Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB PB) adalah prioritas utama dalam penyelenggaraan tahun depan. Ia menyoroti bahwa partisipasi sekolah yang lebih luas akan memperkuat upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Menurutnya, partisipasi yang menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim akan mencerminkan keberagaman daerah dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembentukan karakter nasional.

Pembukaan dan Evaluasi Kegiatan

LKBB PB Jawa Timur 2026, yang diadakan di Lapangan Upacara DPRD Provinsi Jawa Timur, ditutup oleh Deni Wicaksono pada hari Sabtu (27/6) lalu. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh MPR RI dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Timur. Dalam pidatonya, Deni menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan lomba yang dianggap sebagai bentuk pembinaan kompetensi kebangsaan bagi pelajar. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini harus terus berlangsung secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang siap mengemban estafet kepemimpinan di masa depan.

Target Partisipasi yang Lebih Luas

Deni menyatakan bahwa saat ini hanya sepuluh sekolah yang terlibat dalam LKBB PB Jatim, sehingga keterwakilan daerah masih terbatas. “Kalau pesertanya hanya sepuluh sekolah, itu berarti belum mencapai 30 persen dari total kabupaten/kota di Jatim,” tutur Deni dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026). Ia berharap, dengan kerja sama yang lebih intensif, DPRD Jatim akan menjadi mitra strategis MPR RI untuk memperluas partisipasi sekolah di tahun mendatang.

“Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota. Jika pesertanya baru sepuluh sekolah, berarti masih kurang dari 30 persen keterwakilan daerah. Tahun depan DPRD Provinsi Jawa Timur siap mendukung dan berkolaborasi dengan MPR RI agar setiap kabupaten/kota dapat mengirimkan wakilnya melalui proses seleksi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Pengumuman Pemenang dan Reaksi Peserta

LKBB PB Jawa Timur 2026 berlangsung dengan semangat tinggi, di mana sepuluh sekolah menampilkan kreasi baris berbaris dan pengibaran bendera yang penuh kekompakan serta semangat nasionalisme. Meski harus bertanding di bawah sinar matahari yang terik, semua peserta berhasil menyelesaikan penampilan mereka secara profesional. Suasana haru tercipta saat pengumuman pemenang dilakukan. SMAN 1 Ngunut Tulungagung, sebagai juara pertama, menerima penghargaan dengan antusias, sementara para peserta lainnya menunjukkan kegembiraan yang tak terkira. Juara kedua diraih SMAN 1 Ngawi, dan SMAN 1 Babat Lamongan menduduki peringkat ketiga. Keberhasilan SMAN 1 Ngunut dalam memenangkan juara pertama membuat mereka menjadi wakil Jawa Timur untuk lomba tingkat nasional. “Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat menerima piala dan penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Deni, menambahkan bahwa penghargaan ini tidak hanya untuk prestasi teknis, tapi juga sebagai pengakuan terhadap dedikasi peserta.

Konteks Program LKBB PB

LKBB PB merupakan program pembinaan karakter kebangsaan yang diinisiasi MPR RI. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, disiplin, dan persatuan kepada generasi muda. Deni menekankan bahwa lomba ini adalah salah satu bentuk implementasi pembelajaran nilai-nilai kebangsaan secara praktis. “LKBB PB mengajarkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan, kekompakan, serta tanggung jawab sebagai warga negara,” jelasnya.

Kualitas Penyelenggaraan yang Terus Ditingkatkan

Selain memperluas partisipasi, Deni juga berharap MPR RI dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan LKBB PB. “Program ini perlu diperkaya dengan kriteria penilaian yang lebih ketat, serta bentuk apresiasi yang lebih konkret kepada peserta,” tambahnya. Ia menilai bahwa dengan peningkatan kualitas tersebut, LKBB PB akan menjadi ajang yang dinanti setiap tahun oleh kalangan pelajar.

Karakter Generasi Muda yang Terbentuk

Deni menyoroti bahwa peserta LKBB PB merupakan representasi generasi muda yang memiliki karakteristik unik. “Mereka adalah generasi yang optimistis, sehat, disiplin, mampu bekerja sama, serta penuh semangat nasionalisme,” katanya. Menurutnya, keberhasilan pembentukan karakter ini akan berdampak signifikan pada kesiapan generasi muda mengemban tugas-tugas pembangunan bangsa. “Karena itu, saya optimistis merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Deni.

Persaingan yang Ketat dan Kesiapan Sekolah

Sebelumnya, persaingan dalam ajang LKBB PB Jatim 2026 berlangsung sengit. Sepuluh sekolah yang terlibat menunjukkan upaya maksimal untuk menampilkan kreasi terbaik mereka. Penampilan yang dipertunjukkan mencerminkan komitmen peserta terhadap nilai-nilai yang diharapkan dari lomba. Seluruh sekolah menyiapkan latihan yang intensif, dengan fokus pada kekompakan dan disiplin selama penampilan.

Proyeksi ke Masa Depan

LKBB PB dianggap sebagai platform yang efektif untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa. Deni menilai bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga sarana pembelajaran berbasis pengalaman langsung. “Peserta LKBB PB bukan hanya mengikuti lomba, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguatan identitas nasional,” katanya. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Deni menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi fondasi bagi keberhasilan pembangunan bangsa di era mendatang.

Peran PPI dan Kemitraan dengan MPR RI

Kerja sama antara MPR RI dan PPI Jawa Timur dinilai penting dalam menciptakan lomba yang konsisten dengan tujuan pembinaan karakter. Deni menyebutkan bahwa PPI memainkan peran kritis dalam mengkoordinasikan kegiatan tersebut, terutama dalam memastikan partisipasi yang merata. “Kemitraan ini adalah langkah strategis untuk menggali potensi pelajar dalam mengembangkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Pengembangan Budaya Kepemimpinan Nasional

Selain memberikan pengalaman praktis, LKBB PB juga diharapkan mampu membangun budaya kepemimpinan nasional di kalangan pelajar. Deni menyatakan bahwa peserta lomba menjadi contoh nyata dari generasi muda yang siap memimpin. “LKBB PB tidak hanya menanamkan semangat nasionalisme, tapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan tanggung jawab sosial,” katanya. Program ini dianggap sebagai bagian dari upaya menyeluruh dalam membentuk karakter bangsa, yang diperkuat oleh kerja sama antara institusi pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan. Deni menilai bahwa partisipasi yang lebih luas akan memperkaya pengalaman pes