Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP

Pelatihan Manajer KDKMP Resmi Dimulai di Seluruh Indonesia

Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah secara resmi meluncurkan program pelatihan serta sertifikasi untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Nusantara, menandai inisiatif strategis pemerintah dalam mempersiapkan tenaga ahli yang kompeten.

Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia berkualitas yang akan memimpin ekosistem ekonomi baru di tingkat komunitas lokal. Dengan demikian, diharapkan koperasi dapat menjadi pilar utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan nasional.

Proses Pembukaan dan Tahapan Pelatihan

Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Pusat Pendidikan Artileri Medan yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat, pada hari Kamis tanggal 16 Juli. Menteri Koperasi Ferry Juliantono hadir secara langsung untuk meresmikan program ini. Pelatihan ini merupakan fase kedua setelah para peserta sebelumnya menyelesaikan pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.

Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ferry Juliantono menekankan bahwa program ini merupakan bagian integral dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP. Setelah menyelesaikan tahap penguatan kompetensi manajerial, para peserta akan melanjutkan ke tahap ketiga, yaitu sertifikasi kompetensi. Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah memastikan setiap manajer KDKMP memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

Visi dan Misi KDKMP

Menurut Ferry, keberhasilan KDKMP juga berada di tangan para calon manajer yang menjadi ujung tombak operasional di lapangan. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan yang akan datang.

Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia.

Ia menambahkan bahwa selain membekali peserta dengan semangat bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, pemerintah juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, dan masyarakat desa.

Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Standar Profesionalisme dan Peran Strategis

Ferry juga menekankan bahwa para manajer yang lulus dari pelatihan ini harus memiliki standar profesionalisme yang tinggi. Pasalnya, KDKMP akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.

Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini.

Skala dan Cakupan Program

Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, menjelaskan bahwa program penguatan kompetensi ini diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan. Destry juga menyebutkan pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional.

Destry menambahkan, pelatihan akan ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Manajemen Talenta untuk Masa Depan

Di sisi lain, Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun pondasi ekonomi kerakyatan.

Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan.

Dengan demikian, program ini tidak hanya mempersiapkan individu-individu yang kompeten, tetapi juga menciptakan jaringan manajer yang solid untuk mendorong pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh Indonesia.