Latest Program: Pertamina Salurkan Puluhan Bright Gas ke Pelaku UMK di Jakarta Fair

Pertamina Berikan Bantuan Bright Gas kepada UMK di Jakarta Fair 2026

Latest Program – Dalam upaya mendukung pengembangan usaha mikro dan kecil, Pertamina melakukan distribusi bantuan tabung gas Bright Gas sebanyak 5,5 kilogram kepada para pedagang di area Jakarta Fair 2026, Jakarta. Bantuan ini bertujuan untuk mempermudah proses operasional para pelaku usaha, terutama sektor kuliner, yang menjadi bagian dari kegiatan ekonomi lokal. Dengan adanya dukungan ini, Pertamina berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelangsungan usaha mereka di tengah kenaikan biaya energi.

Program Pendukung UMK sebagai Bagian dari Kebijakan Publik

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah dalam program penyaluran manfaat energi kepada masyarakat. “Kami ingin menjadi mitra yang lebih dari sekadar penyedia bahan bakar, melalui bantuan ini, para pelaku usaha bisa menjalankan aktivitas dengan lebih lancar,” kata Baron dalam pernyataan resmi, Senin (22/6/2026).

Pertamina menyadari bahwa UMK berperan krusial dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja. Oleh karena itu, penyediaan energi yang terjangkau menjadi prioritas dalam menjaga produktivitas usaha mereka. “Energi adalah kebutuhan utama yang memengaruhi kelancaran operasional, terutama bagi pedagang yang mengandalkan alat pemasak berbasis gas,” tambahnya.

Pelaku Usaha Kuliner Antusias Terima Bantuan

Di area kuliner Kampung Betawi, Jakarta Fair, raut wajah senang terlihat saat para pedagang menerima bantuan Bright Gas. Salah satu pedagang yang mengapresiasi bantuan ini adalah Rihana, yang sudah berjualan di sini selama bertahun-tahun. “Ini pertama kalinya saya menerima tabung gas lengkap beserta isiannya, dan sangat membantu untuk operasional sehari-hari,” ungkap Rihana, Sabtu (20/6).

“Sebelumnya, saya hanya mengandalkan dua tabung gas untuk memasak menu seperti nasi goreng, bakso Malang, dan makanan lainnya. Bantuan ini mengurangi beban, terutama dalam hal pengisian ulang,” jelas Rihana.

Ia berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif pada keberlangsungan usahanya. “Meski saat ini pengunjung masih sedikit, saya yakin dalam beberapa minggu ke depan, kehadiran bantuan ini akan membantu meningkatkan penjualan,” harapnya.

Permintaan UMK untuk Bahan Bakar Energi

Kebutuhan energi untuk usaha mikro dan kecil tidak bisa diabaikan. Yana, seorang pedagang Soto Betawi dan Soto Banjar yang sudah berjualan di Jakarta Fair selama satu dekade, mengungkapkan kejutan saat menerima bantuan Bright Gas. “Saya tidak menyangka akan mendapat bantuan seperti ini, terutama saat kebutuhan operasional terus meningkat,” katanya.

“Terima kasih, Pertamina. Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama untuk menjaga konsistensi pengoperasian warung kami di tengah persaingan yang semakin ketat,” tutur Yana.

Dengan bantuan tersebut, Yana berharap usahanya dapat tetap stabil dan berkembang. “Saya merasa lebih percaya diri untuk terus menghadirkan makanan lezat kepada pengunjung, terlebih saat musim liburan tiba,” pungkasnya.

Upaya Pertamina dalam Memperkuat Ekonomi Lokal

Kebijakan Pertamina dalam menyalurkan bantuan energi ini bukan hanya sekadar mendukung kebutuhan fisik para pelaku UMK, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi mikro di Jakarta. Dalam konteks ini, Jakarta Fair 2026 berperan sebagai platform untuk menggali potensi pengusaha lokal, terutama di bidang kuliner.

Pertamina juga menyebutkan bahwa program ini bertujuan mengurangi beban biaya operasional bagi pelaku usaha. “Dengan menekan biaya bahan bakar, para pedagang bisa mengalokasikan dana lebih efisien untuk pengembangan produk atau layanan,” terang Baron. Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian rakyat.

Manfaat yang Mungkin Terabaikan

Sejumlah pelaku usaha kecil mengakui bahwa bantuan Bright Gas ini memiliki dampak signifikan, meskipun terlihat sederhana. “Saya pikir banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya energi dalam menjaga kinerja usaha,” ujar Rihana. Ia menjelaskan bahwa biaya gas seringkali menjadi pengeluaran besar, terutama untuk pedagang yang aktif sepanjang tahun.

Baron menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. “Kami ingin membantu masyarakat sehari-hari, baik melalui bantuan langsung maupun kebijakan yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar mahal,” tuturnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Usaha Mikro

Distribusi bantuan Bright Gas ini menunjukkan bagaimana perusahaan energi dapat berkontribusi dalam ekosistem usaha mikro. Dengan memastikan ketersediaan bahan bakar yang terjangkau, Pertamina memberikan ruang bagi pelaku UMK untuk fokus pada inovasi dan pelayanan yang lebih baik. “Kami berharap bantuan ini menjadi awal dari kolaborasi lebih luas, baik dalam bentuk pelatihan maupun akses ke teknologi yang lebih efisien,” imbuh Baron.

Pelaku usaha kuliner juga berharap adanya bantuan ini bisa menjadi contoh untuk program serupa di tempat lain. “Kami merasa dihargai, dan semangat berjualan pun semakin meningkat,” ungkap Yana. Dengan dukungan seperti ini, ia yakin usahanya akan bertahan lebih lama dan mampu bersaing dalam pasar yang dinamis.

Kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membuka peluang untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan antara Pertamina dengan masyarakat. Dukungan energi yang stabil diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil, sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih adil dan inklusif. “Setiap langkah kecil bisa memberikan dampak besar, terutama bagi masyarakat yang berjuang membangun usaha mereka,” pungkas Baron.