Berita

Kasus ISPA di Riau Tembus 11 Ribu Imbas Karhutla Meluas

kabut-asap-1789439670843_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Kasus ISPA di Riau Tembus 11 Ribu Akibat Karhutla Meluas
  2. FAQ Kasus ISPA di Riau dan Dampak Karhutla
  3. Related Reading

Kasus ISPA di Riau Tembus 11 Ribu Akibat Karhutla Meluas

Ceritaberkat.com – Kasus ISPA di Riau tembus 11 ribu seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah. Dalam periode 1 hingga 14 September 2026, Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data tersebut dihimpun dari 12 kabupaten dan kota di Riau. Meningkatnya jumlah pasien menjadi perhatian karena asap karhutla dapat mengganggu pernapasan dan memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di daerah yang terdampak kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan angka pasien yang tercatat selama dua pekan pertama September telah melampaui 11 ribu kasus. Laporan itu berkaitan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah Riau.

“Tanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

Lonjakan Kasus Terbesar Tercatat pada 10 September

Penambahan pasien ISPA tertinggi terjadi pada 10 September 2026. Pada hari tersebut, jumlah kasus baru bertambah lebih dari 1.200 orang. Catatan ini menunjukkan perlunya pemantauan kesehatan yang berkelanjutan selama asap karhutla masih berpotensi memengaruhi kualitas udara.

ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, tenggorokan terasa sakit, demam, hingga sesak napas. Paparan asap dapat membuat keluhan pernapasan terasa lebih berat, khususnya bagi warga yang sudah memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Meski kasus ISPA di Riau tembus 11 ribu, Zulkifli menyebut belum ada pasien yang membutuhkan rujukan untuk penanganan lanjutan di rumah sakit. Pasien masih mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas.

“Ini sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,” kata Zulkifli.

Pencatatan Bermula dari Empat Daerah Terdampak

Peningkatan gangguan pernapasan di tengah karhutla mulai terpantau sejak 19 Agustus 2026. Pada awal pengumpulan data, empat wilayah yang melaporkan kondisi tersebut adalah Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.

Seiring perkembangan situasi, pelaporan kemudian mencakup 12 kabupaten dan kota. Cakupan data yang lebih luas membantu petugas kesehatan memantau dampak asap terhadap masyarakat serta menyiapkan pelayanan di fasilitas kesehatan setempat.

Karhutla tidak hanya berdampak pada lahan yang terbakar. Asap yang terbawa ke permukiman dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan meningkatkan risiko keluhan pernapasan. Karena itu, warga perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama saat kualitas udara memburuk.

Warga Diminta Tidak Menunda Pemeriksaan

Masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau sesak napas dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu tenaga kesehatan memberikan penanganan sesuai keluhan pasien.

Anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan perlu lebih waspada terhadap paparan asap. Namun, setiap orang yang merasakan gejala memburuk tetap perlu mencari bantuan medis tanpa menunggu kondisi menjadi lebih berat.

Dinas Kesehatan Riau juga telah melaporkan data pasien tersebut kepada Kementerian Kesehatan. Pemantauan jumlah kasus di puskesmas menjadi salah satu langkah untuk melihat perkembangan dampak kesehatan selama kebakaran hutan dan lahan berlangsung.

FAQ Kasus ISPA di Riau dan Dampak Karhutla

Berapa jumlah kasus ISPA di Riau pada September 2026?

Dalam periode 1 hingga 14 September 2026, tercatat 11.370 kasus ISPA di 12 kabupaten dan kota di Riau.

Kapan penambahan kasus ISPA tertinggi terjadi?

Lonjakan kasus tertinggi tercatat pada 10 September 2026, dengan penambahan lebih dari 1.200 kasus baru dalam sehari.

Ke mana warga harus berobat jika mengalami gejala ISPA?

Warga dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan. Hingga laporan tersebut disampaikan, pasien yang tercatat masih ditangani di tingkat puskesmas dan belum ada yang dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

Siapa yang perlu lebih waspada saat asap karhutla terjadi?

Anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Keluhan seperti sesak napas, batuk yang tidak membaik, atau gejala yang semakin berat perlu segera diperiksakan kepada tenaga kesehatan.