Bareskrim Bongkar ‘Pabrik’ Vape Etomidate di Kamar Kos Kemang
Daftar Isi
Sindiket Produksi Vape Etomidate Terungkap di Perumahan Kos Kemang
Ceritaberkat.com – Operasi besar-besaran yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan produksi vape mengandung zat narkotika etomidate. Lokasi produksi ini berada di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, tepatnya di sebuah kamar kos yang digunakan sebagai pusat pembuatan barang haram tersebut. Tim gabungan bergerak pagi hari pada Rabu, tanggal 5 Agustus, pukul 04.00 WIB untuk mengamankan seluruh pelaku di tempat kejadian.
Dalam operasi ini, polisi berhasil mengamankan tiga individu dengan inisial FS, RFS, dan HSS. Ketiga tersangka ini diyakini terlibat dalam rantai produksi dan distribusi vape etomidate yang semakin marak di kalangan masyarakat. Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari informasi yang diterima tim dari masyarakat sekitar mengenai aktivitas mencurigakan di area Jakarta Selatan.
Proses Penangkapan dan Pengembangan Penyidikan
Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa Tim 1 Narkotika Subdit III Dittipidnarkoba mendapatkan laporan dari warga tentang adanya pembuatan narkotika berbentuk vape. Barang tersebut diduga mengandung cairan narkotika yang sedang dalam tahap produksi. Setelah verifikasi informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan.
“Tim 1 Narkotika Subdit III Dittipidnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape yang diduga berisikan cairan narkotika di daerah Jakarta Selatan,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Setelah tiba di kamar kos di Kemang, tim menemukan satu orang pelaku yang sedang tertangkap tangan melakukan proses produksi. Pelaku tersebut adalah FS yang sedang meracik dan mengisi cartridge dengan cairan etomidate. Dari penangkapan FS, polisi melakukan pengembangan penyelidikan yang berhasil menangkap dua pelaku lainnya, yaitu RFS dan HSS.
Barang Bukti dan Hasil Tes Urine
Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan di lokasi produksi. Antara lain terdapat empat botol kaca yang berisi cairan etomidate, dua puluh tiga kemasan merek Gucci yang berisi cartridge etomidate, serta sepuluh kemasan lain yang juga berisi etomidate. Selain itu, petugas juga menemukan seratus empat puluh satu cartridge yang mengandung etomidate dan tersimpan rapi di dalam tray.
Hasil tes urine yang dilakukan terhadap para pelaku menunjukkan hal menarik. Pelaku FS dan RFS diketahui positif mengandung zat sabu dalam tubuh mereka. Temuan ini menambah kompleksitas kasus karena menunjukkan bahwa para pelaku tidak hanya terlibat dalam produksi vape etomidate, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan penggunaan narkoba jenis lain.
Mekanisme Kerja Sindikat
Para pelaku mengaku bahwa tawaran untuk memproduksi vape etomidate datang dari seseorang melalui platform media sosial Facebook. Mereka dijanjikan imbalan yang cukup menarik, yaitu jutaan rupiah setiap harinya. Detail lebih lanjut menunjukkan bahwa FS dihubungi oleh RFS melalui Facebook Messenger, kemudian komunikasi berlanjut ke WhatsApp.
“Tersangka FS dihubungi oleh tersangka RFS via Facebook Messenger, lalu berlanjut ke pesan WhatsApp. RFS menawarkan pekerjaan meracik dan mengisikan cairan etomidate ke dalam cartridge dengan janjikan upah Rp 30.000.000 per minggu plus uang makan Rp 2.000.000 per hari,” terang Eko.
Skema pembayaran yang ditawarkan cukup menarik minat para pelaku. Dengan upah mingguan sebesar tiga puluh juta rupiah ditambah uang makan harian dua juta rupiah, pekerjaan ini terlihat menguntungkan bagi mereka. Namun, keuntungan tersebut harus dibayar dengan risiko hukum yang cukup besar jika tertangkap oleh aparat.
Etomidate: Ancaman Baru bagi Generasi Muda
Etomidate merupakan zat yang sebelumnya lebih dikenal sebagai obat bius dalam dunia medis. Namun, zat ini mulai disalahgunakan sebagai narkotika dengan cara dihisap melalui vape. Efek yang ditimbulkan mirip dengan ganja, membuat etomidate semakin populer di kalangan anak muda. Penggunaan etomidate secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, dan bahkan kematian.
Kawasan Kemang dan Mampang yang menjadi lokasi penangkapan merupakan area padat penduduk dengan banyak kamar kos. Kondisi ini memudahkan aktivitas produksi dan distribusi barang haram. Para pelaku memanfaatkan lokasi strategis ini untuk menjalankan operasional mereka tanpa terlalu mencurigai orang lain.
Status Hukum dan Langkah Selanjutnya
Ketiga pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Investigasi sedang dilakukan untuk menemukan pelaku lain yang terlibat dalam sindikat ini, termasuk distributor dan konsumen utama.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa produksi dan distribusi narkotika tidak hanya terbatas pada jenis tradisional. Inovasi dalam bentuk vape etomidate menunjukkan bahwa pelaku narkoba terus beradaptasi dengan tren yang ada. Bareskrim Polri berkomitmen untuk terus melakukan operasi penangkapan dan penindakan terhadap sindikat-sindikat narkoba yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya penggunaan etomidate jangka panjang. Meskipun efeknya mirip dengan ganja, zat ini memiliki risiko kesehatan yang lebih serius jika digunakan secara terus-menerus. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap produk-produk vape yang beredar di pasaran dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar?
Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar matter?
Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.