Jalan Rusak di Dewi Sartika Ciputat yang Dikeluhkan Pengendara Kini Diperbaiki
Table of Contents
Jalan Rusak di Dewi Sartika Ciputat yang Dikeluhkan Pengendara Kini Diperbaiki
Jalan Rusak di Dewi Sartika Ciputat – Sebuah jalan yang berlubang di Jalan Raya Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya mendapat perhatian setelah sebelumnya sering menjadi keluhan pengendara. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut, yang sejak beberapa waktu lalu mengganggu perjalanan warga sekitar dan memicu kemacetan di sekitar area yang menjadi jalur utama.
Masalah utama yang muncul adalah permukaan jalan yang tidak rata dan berlubang, terutama di ruas jalan setelah flyover Ciputat menuju Jalan RE Martadinata. Pada Rabu (10/6), pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa kondisi jalan masih memperlihatkan kecacatan yang mengganggu. Pengendara baik motor maupun mobil terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang yang terlihat di beberapa bagian. Keselamatan berkendara menjadi prioritas, terutama saat cuaca lembap yang memperparah keberadaan retakan dan lobang.
Menurut Sutrato, Pengawas Lapangan Unit Kerja Balai Pelaksana Jalan Nasional Banten, perbaikan telah dilakukan pada Jumat (12/6) malam. “Penanganan perbaikan jalan sudah kami lakukan pada Jumat malam kemarin,” ujarnya, Senin (15/6/2026). Dalam proses pengerjaan, petugas terlebih dahulu memahat area jalan yang rusak agar bagian berlubang dan tidak rata bisa diperbaiki secara sistematis. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan permukaan lama sebelum melapisi dengan bahan yang lebih kuat.
“Penanganan dilakukan dengan patching campuran aspal panas,” tambah Sutrato. Metode ini dianggap efektif untuk mengisi celah dan menghaluskan permukaan jalan secara cepat. Dengan menggunakan bahan aspal yang dipanaskan, pekerjaan bisa dilakukan tanpa mengganggu alur lalu lintas terlalu lama. Selain itu, metode ini juga memperkuat struktur jalan, sehingga mengurangi risiko terjadinya kerusakan berulang.
Perbaikan ini adalah respons terhadap keluhan masyarakat yang datang sejak beberapa bulan lalu. Pengguna jalan mengeluhkan bahwa kerusakan di jalur tersebut sudah menjadi masalah rutin. Terutama pada jam sibuk, permukaan yang tidak rata menyebabkan kendaraan terjebak di tengah kecelakaan atau memperlambat laju lalu lintas. Pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Banten menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan resmi dari warga sekitar dan segera merespons dengan menyediakan sumber daya serta alat bantu untuk perbaikan.
Sebelumnya, gambar kondisi jalan yang rusak telah dikirimkan ke pihak terkait sebagai bukti pengaduan. Foto-foto tersebut menunjukkan bahwa beberapa titik di Jalan Dewi Sartika memiliki lubang besar dan permukaan yang retak, membuat pengendara sulit bergerak. Pengguna jalan juga mengeluhkan bahwa keberadaan jalur ini menyebabkan ketidaknyamanan, terutama bagi pengemudi yang harus menikung atau mengambil jalan alternatif untuk menghindari bahaya.
Sebagai hasil dari tindakan perbaikan, Balai Pelaksana Jalan Nasional Banten melampirkan foto kondisi jalan setelah diperbaiki. Terlihat bahwa lubang-lubang yang pernah mengganggu kini telah ditutup dan permukaan jalan lebih rata. “Kerusakan di sejumlah titik sudah berhasil diperbaiki,” ujar Sutrato, menjelaskan bahwa pekerjaan ini membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menyelesaikan semua area yang terkena.
Keberhasilan perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan lalu lintas di sekitar Ciputat. Khususnya, jalur yang menjadi pilihan utama oleh warga sekitar kini lebih aman untuk digunakan. Sutrato menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi jalan setelah penanganan untuk memastikan bahwa tidak ada keluhan yang berulang. Ia juga menyebutkan bahwa perbaikan ini dilakukan secara bertahap, mengingat luasnya area yang terkena dan keterbatasan sumber daya yang ada.
Kerusakan di Jalan Dewi Sartika, terutama di ruas setelah flyover, selama ini sering dikaitkan dengan meningkatnya volume kendaraan yang melintas. Jumlah pengendara yang semakin banyak membuat beban pada infrastruktur jalan menjadi lebih besar. Hal ini berdampak pada kecepatan perbaikan yang dibutuhkan, karena setiap titik harus diperhatikan secara detail. Pihak PU menyebutkan bahwa mereka sedang merencanakan pembangunan jalan permanen untuk mengantisipasi kebutuhan jangka panjang.
Keluhan pengguna jalan sebelumnya menyebabkan beberapa pertanyaan terhadap kualitas infrastruktur di daerah Ciputat. Pada beberapa kesempatan, pengendara menyatakan bahwa jalan tersebut sudah lama rusak dan perbaikan sebelumnya tidak cukup menyeluruh. Meski demikian, dengan adanya perbaikan kali ini, kondisi jalan terlihat lebih baik dan menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.
Dalam beberapa minggu terakhir, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Banten juga melakukan survei ke beberapa titik lain di kota Tangsel untuk mengetahui adanya kerusakan yang perlu diperbaiki. Hasil survei tersebut menjadi dasar bagi penanganan prioritas. “Kami terus mengawasi kondisi jalan di berbagai titik, terutama yang sering mengalami kejadian kecelakaan atau kemacetan parah,” ujar Sutrato. Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya dilakukan di Dewi Sartika, tetapi juga di beberapa jalan lain yang memiliki masalah serupa.
