Sempat Gagal Dua Kali, Ramdhan Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN
Perjalanan Panjang Muhammad Ramdhan Menuju Predikat Lulusan Terbaik IPDN
Ceritaberkat.com – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) telah lama dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi yang mencetak pemimpin-pemimpin daerah di Indonesia. Bagi banyak calon praja, masuk ke kampus yang berlokasi di Bogor ini bukan sekadar mimpi, melainkan sebuah tujuan hidup yang harus diperjuangkan dengan segala kemampuan. Muhammad Ramdhan adalah salah satu contoh nyata dari perjuangan tersebut. Pria yang kini telah menyelesaikan pendidikannya di IPDN berhasil meraih predikat lulusan terbaik setelah melewati serangkaian ujian dan cobaan yang tidak mudah.
Sebelum akhirnya diterima sebagai calon praja, Ramdhan harus menghadapi dua kali kegagalan berturut-turut dalam seleksi masuk IPDN. Proses penerimaan calon praja IPDN memang dikenal cukup ketat, dengan berbagai tahap seleksi yang harus dilalui. Namun, bagi Ramdhan, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, setiap kali ia gagal, tekadnya untuk kembali mencoba semakin kuat.
Dukungan Keluarga yang Tak Pernah Luntur
Salah satu faktor penting yang membantu Ramdhan tetap semangat adalah dukungan dari kedua orang tuanya. Ayahnya merupakan seorang pensiunan Polri dengan pangkat Ipda, sementara ibunya adalah seorang pensiunan guru. Latar belakang keluarga yang memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan pendidikan ini tentu memberikan pengaruh positif terhadap Ramdhan.
“Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus,” ujar Ramdhan dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Ketika Ramdhan terpuruk setelah gagal pada seleksi pertama, kedua orang tuanya tidak pernah menyalahkan atau marah. Sebaliknya, mereka terus menyemangati anaknya untuk mencoba lagi. Keyakinan orang tua bahwa Ramdhan akan menjadi Praja IPDN menjadi motivasi besar bagi sang putra.
Evaluasi dan Persiapan Ulang
Setelah gagal pada seleksi pertama, Ramdhan tidak langsung mencoba lagi. Ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sambil mempersiapkan diri untuk seleksi IPDN berikutnya. Selama masa ini, ia rutin belajar dan berlatih fisik untuk meningkatkan kemampuannya.
Pada percobaan kedua, Ramdhan kembali mengalami kegagalan. Namun, kali ini ia tidak berputus asa. Ia memanfaatkan kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ramdhan mulai mempelajari pola soal dalam Computer Assisted Test (CAT), menyusun strategi mengerjakan soal, dan melatih manajemen waktu. Pendekatan yang lebih sistematis ini menjadi kunci keberhasilannya pada percobaan ketiga.
“Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. [Orang tua bilang] hasil yang baik itu pasti akan datang di waktu yang tepat,” kata Ramdhan.
Keberhasilan di Tahun Ketiga
Di tahun ketiga, usaha Ramdhan akhirnya membuahkan hasil. Ia diterima menjadi calon Praja Angkatan XXXIII pada tahun 2022. Proses penerimaan ini melibatkan seleksi yang komprehensif, termasuk tes tertulis, tes fisik, dan wawancara. Ramdhan mengaku bahwa setiap kali melewati gerbang kampus IPDN, keinginan untuk berjuang kembali selalu muncul dalam dirinya.
Yang menarik, selama mengikuti tiga kali tes, Ramdhan tidak mengeluarkan biaya besar. Ia hanya mengeluarkan ongkos transport dan biaya ujian SKD. Sementara itu, semua fasilitas yang ia terima selama studi di IPDN didapatkan secara gratis, mulai dari tinggal di asrama hingga seragam.
“Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara,” ucapnya.
Penghargaan Sapta Abdi Praja dan Pelantikan Presiden
Setelah diterima sebagai praja Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan berkomitmen menjalani pendidikan dengan disiplin dan konsisten. Upaya kerasnya selama masa studi akhirnya terbayar dengan terpilihnya ia sebagai salah satu penerima penghargaan Sapta Abdi Praja. Penghargaan ini diberikan kepada sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Ramdhan sendiri, tetapi juga bagi kedua orang tuanya. Lebih dari itu, prestasi ini mengantarkannya untuk mengikuti pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah momen bersejarah yang tidak pernah Ramdhan bayangkan sebelumnya.
“Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan (bilang) ingin saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah,” tutupnya.
Perjalanan Muhammad Ramdhan dari dua kali kegagalan hingga menjadi lulusan terbaik IPDN merupakan inspirasi bagi banyak calon praja. Ia membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kesuksesan yang lebih besar. Dengan dukungan keluarga, kerja keras, dan ketekunan, setiap mimpi dapat terwujud.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sempat Gagal Dua Kali Ramdhan Raih?
Sempat Gagal Dua Kali Ramdhan Raih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sempat Gagal Dua Kali Ramdhan Raih matter?
Sempat Gagal Dua Kali Ramdhan Raih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
