Heboh Buaya Putih di Cisadane – BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tak Ganggu

Heboh Buaya Putih di Cisadane, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tak Ganggu

Heboh Buaya Putih di Cisadane – Sebuah video yang menyebar di berbagai platform media sosial memicu kegembiraan dan kekhawatiran warga sekitar. Dalam rekaman tersebut, terlihat seekor buaya putih sedang berjemur di tepi Sungai Cisadane. Gambar yang menampilkan binatang berukuran besar itu menciptakan sensasi di masyarakat, terutama karena jarang ditemui di daerah terpencil seperti lokasi yang menjadi pusat perhatian.

Konfirmasi dari BPBD Kota Tangerang

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S Rahman, memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Ia mengonfirmasi bahwa buaya putih tersebut muncul di sekitar Cisadane dua hari sebelumnya, yaitu pada Rabu (6/5). Menurut Andia, sampai saat ini belum ada laporan bahwa binatang itu kembali ke permukaan.

“Benar, dua hari lalu. (Sekarang) belum ada informasi dari lokasi bahwa buaya terlihat lagi,” kata Andia, Jumat (8/5/2026).

Menurut penjelasannya, buaya putih biasanya tidak sering terlihat di Sungai Cisadane, kecuali di wilayah muara yang lebih aktif sebagai tempat berkembang biak. Ia menduga bahwa buaya yang terekam dalam video termasuk jenis buaya muara, yang lebih umum dijumpai di daerah pesisir. Hal ini didasarkan pada pengamatan para pecinta reptil yang terlibat dalam penelitian konservasi lokal.

“Harusnya tidak (banyak), kecuali di muara. Dan menurut rekan-rekan pencinta reptil, buaya yang kemarin muncul itu jenis buaya muara,” katanya.

Andia menjelaskan bahwa petugas BPBD sudah melakukan inspeksi langsung ke lokasi kejadian serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengganggu buaya tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa tim telah merekam video selama proses pengimbauan, yang kemudian diunggah untuk memastikan informasi disampaikan dengan jelas kepada publik.

Peringatan untuk Warga

Dalam video yang dibagikan, petugas BPBD menyampaikan pesan penting kepada warga sekitar. Mereka meminta untuk tidak mengejar atau mengganggu buaya putih, karena binatang tersebut bisa merasa terancam dan bereaksi dengan agresif. “Kalau ada, jangan diapa-apain, biarin aja. Nanti juga ke dalam lagi, jangan ditimpuk,” ujar petugas tersebut.

Kepala BPBD menegaskan bahwa buaya putih termasuk satwa yang penting untuk dilestarikan. Meski terlihat menakutkan, binatang ini sebenarnya merupakan bagian dari ekosistem air tawar yang menggambarkan keseimbangan alami. “Buaya adalah penjaga lingkungan sungai, jadi kita perlu menghormati keberadaannya,” tambahnya.

Penjagaan dan Pemantauan

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kota Tangerang menyarankan warga sekitar tetap memantau aktivitas buaya putih dan memberi jarak aman saat berada di dekat daerah muara. Andia juga menyebutkan bahwa tim akan terus memantau situasi hingga ditemukan solusi yang memastikan keselamatan manusia dan keberlanjutan populasi buaya di wilayah tersebut.

Dalam keterangan resmi, BPBD menyatakan bahwa buaya putih ini kemungkinan besar adalah individu yang terdampak oleh perubahan lingkungan, seperti penurunan kualitas air atau perubahan suhu. Fenomena ini bisa terjadi akibat migrasi atau penyesuaian habitat. “Buaya putih sering kali mencari tempat yang lebih nyaman untuk beristirahat, terutama di tengah musim kemarau,” jelas Andia.

Menurut data yang dihimpun, buaya muara merupakan salah satu spesies yang paling umum di Sungai Cisadane. Mereka beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia. “Jika kita terlalu sering mengganggu, buaya bisa berpindah ke area yang lebih aman, bahkan berada di dekat permukiman warga,” tegasnya.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Reaksi warga terhadap kejadian ini beragam. Sebagian menganggap buaya putih sebagai ancaman, sementara yang lain menikmati sensasi melihat satwa langka tersebut. Karena itu, BPBD juga meminta agar informasi yang disampaikan tetap jelas dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. “Warga diminta untuk tetap waspada, tapi jangan takut. Buaya putih bisa dihindari dengan cara berjaga-jaga saat berada di tepi sungai,” imbuh Andia.

Kepala BPBD menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan satwa liar. “Kita perlu edukasi warga agar memahami bahwa buaya putih adalah bagian dari ekosistem kita. Jika kita bersikap baik, binatang ini bisa tetap hidup di lingkungan aslinya,” ujarnya.

Di sisi lain, para ahli mengatakan bahwa buaya putih bisa menjadi indikator lingkungan yang baik. Mereka mengamati bahwa keberadaan satwa ini menunjukkan kesehatan ekosistem sungai. “Jika buaya mulai menghilang dari suatu area, itu bisa berarti lingkungan sedang mengalami perubahan yang signifikan,” kata seorang ilmuwan dari Lembaga Konservasi Alam.

Sebagai langkah tambahan, BPBD Kota Tangerang juga mengimbau warga sekitar untuk tidak mengambil tindakan sendiri tanpa adanya bantuan dari petugas. “Jika buaya terlihat di dekat permukiman, segera hubungi tim BPBD atau setempat untuk melakukan penanganan yang tepat,” tambahnya.

Sejumlah warga yang terkena dampak langsung dari kejadian ini juga mengungkapkan kecemasan mereka. Beberapa dari mereka menyatakan akan menghindari area yang terdampak sampai situasi stabil. “Kita hanya ingin aman, jadi kita harus siap-siap jika buaya muncul lagi,” ujar seorang warga yang tinggal di dekat lokasi.

Dengan adanya buaya putih di Cisadane, BPBD Kota Tangerang berharap masyarakat bisa memahami bahwa binatang tersebut bukan musuh, melainkan bagian dari kehidupan alami. “Sampai saat ini, tidak ada laporan bahwa buaya tersebut menyerang manusia. Kita hanya perlu menghormati batasnya,” pungkas Andia dalam konferensi pers yang diadakan beberapa hari setelah kejadian.