Berita

Cerita Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 Jam Usai Sebut MUI Jatim ‘Goblok’

sound-horeg-1788999249550_169
Foto : Matthew Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Setyo Budi Mularso Mengaku Ditegur Keluarga Setelah Ucapan soal MUI Jatim
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Setyo Budi Mularso Mengaku Ditegur Keluarga Setelah Ucapan soal MUI Jatim

Ceritaberkat.com – Setyo Budi Mularso, bos sound horeg Aeromax dari Karanganyar, menjadi perhatian setelah melontarkan kata “goblok” kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ketika tampil secara langsung di sebuah stasiun televisi. Ucapan tersebut memicu reaksi luas dan berujung pada evaluasi pribadi yang ia lakukan bersama keluarganya di rumah.

Budi mengatakan istri serta anak-anaknya tidak tinggal diam menyikapi pernyataan itu. Ia mengaku mendapat nasihat terus-menerus agar lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama saat berada di ruang publik.

“Saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menceramahi 24 jam di rumah. Sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja,” kata Budi, Jumat (11/9/2026).

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ini tidak hanya menjadi bahan perbincangan di luar rumah. Bagi Budi, teguran dari keluarga menjadi pengingat langsung atas dampak ucapan yang disampaikan dalam siaran terbuka. Perkataan yang terlontar sesaat dapat menyebar cepat, lalu memunculkan penilaian publik dan memengaruhi banyak pihak.

Permintaan Maaf dan Rencana Berhenti dari Sound Horeg

Setelah polemik berkembang, Budi menyampaikan permohonan maaf kepada MUI di Karanganyar. Ia menyatakan menyesali kata-kata yang sebelumnya diucapkan dan mengakui bahwa dirinya telah khilaf. Penyesalan itu juga diikuti rencana untuk meninggalkan permainan sound horeg.

Ke depan, ia ingin kembali menaruh perhatian pada konser musik dengan pengaturan tata suara yang lebih normal. Pilihan tersebut disebut sebagai langkah untuk kembali ke arah kegiatan musik yang dinilainya lebih wajar, sekaligus merespons masukan yang ia terima setelah kontroversi tersebut.

“Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat,” kata Budi.

Pernyataan itu menandai perubahan sikap Budi setelah ucapannya menimbulkan kegaduhan. Ia tidak hanya menyampaikan penyesalan, tetapi juga menyebut adanya niat untuk memperbaiki diri. Dalam situasi seperti ini, permintaan maaf menjadi penting karena menyangkut penghormatan kepada lembaga keagamaan dan pihak-pihak yang merasa tersinggung.

Sound horeg sendiri dikenal sebagai istilah yang kerap dipakai untuk menyebut penggunaan sistem audio berdaya besar dengan volume sangat keras. Fenomena ini sering hadir dalam sejumlah kegiatan hiburan masyarakat. Namun, penggunaan suara berlebihan juga kerap memunculkan perdebatan karena berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Karena itu, rencana Budi untuk beralih ke tata suara konser yang normal menjadi bagian penting dari sikap yang ia sampaikan setelah kejadian tersebut.

MUI Karanganyar Memaafkan, tetapi Mengingatkan agar Tidak Terulang

Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, menyatakan telah memaafkan Budi. Ia menilai Budi sudah mengakui kesalahan atas pernyataannya yang berkaitan dengan MUI Jawa Timur. Meski demikian, Badaruddin memberikan pesan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali,” kata Badaruddin.

Sikap memaafkan tersebut membuka ruang bagi penyelesaian yang lebih baik, tetapi tidak menghapus pentingnya pelajaran dari peristiwa ini. Pengakuan kesalahan, permintaan maaf yang tulus, dan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan menjadi bagian yang saling berkaitan.

Bagi tokoh publik, pelaku usaha hiburan, maupun siapa pun yang berbicara melalui media, pilihan kata memiliki konsekuensi yang besar. Siaran langsung tidak memberi banyak ruang untuk menarik kembali pernyataan yang telah terlanjur didengar publik. Karena itu, kehati-hatian menjadi hal mendasar, terutama saat membahas institusi, kelompok masyarakat, atau persoalan yang sensitif.

Kasus Budi juga menunjukkan peran keluarga dalam mengingatkan seseorang ketika menghadapi tekanan atau sorotan publik. Teguran istri dan anak-anaknya menjadi bagian dari proses refleksi yang ia ceritakan sendiri. Di sisi lain, respons MUI Karanganyar menegaskan bahwa permintaan maaf dapat diterima apabila disertai kesadaran atas kesalahan dan niat nyata untuk berubah.

Dengan permohonan maaf yang telah disampaikan serta rencana kembali fokus pada konser dengan pengaturan suara normal, perhatian kini tertuju pada konsistensi langkah Budi setelah polemik ini. Pesan yang tersisa cukup jelas: kebebasan berekspresi tetap perlu berjalan bersama tanggung jawab, penghormatan, dan kesadaran terhadap dampak ucapan di hadapan publik.

Frequently Asked Questions

What is Cerita Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24?

Cerita Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cerita Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 matter?

Cerita Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.