Warga Pandeglang Teken Petisi Protes Jalan Rusak, Pemprov Banten Janji Perbaiki
Daftar Isi
Pemprov Banten Janji Perbaiki Jalan Cijaralang Setelah Warga Pandeglang Teken Petisi Protes
Ceritaberkat.com – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang kembali menjadi perhatian publik. Sekelompok warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, melakukan aksi protes dengan cara yang cukup menyentuh hati. Mereka menandatangani petisi menggunakan darah sebagai bentuk kepedihan atas kondisi jalan yang rusak selama puluhan tahun. Inisiatif ini akhirnya mendapat respons positif dari pemerintah provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi Banten melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Arlan Marzan, menyatakan komitmen untuk segera melakukan perbaikan. Langkah ini diambil setelah Gubernur Banten melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk melihat sendiri kondisi jalan kabupaten yang menjadi pusat keluhan masyarakat setempat.
Jadwal Perbaikan dan Alokasi Anggaran
Menurut Arlan Marzan, proses pembangunan jalan di Desa Cijaralang akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dimulai pada anggaran perubahan yang sedang disiapkan. Selain itu, pemerintah provinsi juga telah menyiapkan anggaran tambahan untuk pembangunan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027.
“Mulai perubahan dan APBD 2027 menyesuaikan kemampuan keuangan Pemprov,” jelas Arlan Marzan usai meninjau jalan di lokasi pada Rabu (12/8/2026).
Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya memberikan janji kosong, tetapi juga telah menyusun rencana konkret dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Proses bertahap ini diharapkan dapat memastikan bahwa perbaikan jalan dilakukan dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang diperlukan.
Harapan Kolaborasi dengan Pemkab Pandeglang
Selain berkomitmen memperbaiki jalan di Desa Cijaralang, Arlan Marzan juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Pandeglang tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah provinsi. Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kabupaten dalam menangani infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Semoga Pemkab Pandeglang juga bisa menganggarkan penanganan jalan kabupaten yang lain, sehingga kolaborasi pembangunan yang digagas pak gubernur bisa maksimal,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan visi pemerintah provinsi untuk menciptakan sinergi yang lebih baik antara tingkat provinsi dan kabupaten dalam pembangunan infrastruktur. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang.
Petisi Darah: Simbol Kedaruratan Warga
Aksi petisi darah yang dilakukan warga Desa Cijaralang bukan sekadar bentuk protes biasa. Menurut Sujana, perwakilan warga yang berbicara pada Senin (22/6), sebanyak 59 orang dari lima kampung menandatangani petisi dengan mengecap darah ke dalam kertas putih yang telah berisi tanda tangan.
“Puluhan tahun belum ada perbaikan, sudah parah,” kata Sujana menggambarkan kondisi frustrasi warga yang telah menanti perbaikan selama beberapa dekade.
Sujana menjelaskan bahwa penggunaan darah dalam petisi ini memiliki makna yang sangat dalam. Darah tersebut merupakan simbol kepedihan, titik darah terakhir, dan permohonan yang sungguh-sungguh dari warga. Ini juga merupakan simbol darurat yang menunjukkan betapa pentingnya masalah jalan rusak bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Dampak Kondisi Jalan Terhadap Kehidupan Warga
Kondisi jalan yang rusak di Desa Cijaralang telah berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan warga. Aksesibilitas menjadi masalah utama, terutama saat musim hujan ketika jalan semakin sulit dilalui. Hal ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang dan jasa ke wilayah tersebut.
Sebagai wilayah yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan, infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi lokal. Petani dan nelayan di Desa Cijaralang membutuhkan akses yang lancar untuk membawa hasil produksi mereka ke pasar. Kondisi jalan yang buruk juga dapat meningkatkan biaya transportasi dan mengurangi daya saing produk lokal.
Selain aspek ekonomi, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada akses pendidikan dan kesehatan. Anak-anak yang bersekolah di luar desa dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus menempuh perjalanan yang lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Implikasi Jangka Panjang bagi Pembangunan Daerah
Komitmen pemerintah provinsi Banten untuk memperbaiki jalan di Desa Cijaralang merupakan langkah positif yang dapat menjadi model untuk penanganan infrastruktur di wilayah lain. Dengan pendekatan bertahap dan alokasi anggaran yang jelas, perbaikan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan koordinasi antarinstansi dalam pembangunan infrastruktur. Sinergi yang baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat akan memastikan bahwa program perbaikan jalan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Petisi Warga Pandeglang
Kapan petisi darah ditandatangani oleh warga? Petisi darah ditandatangani pada Senin (22/6) oleh 59 orang warga dari lima kampung di Desa Cijaralang.
Berapa lama warga menanti perbaikan jalan? Warga telah menanti perbaikan jalan selama puluhan tahun sebelum akhirnya melakukan aksi petisi darah.
Kapan perbaikan jalan akan dimulai? Proses perbaikan akan dimulai secara bertahap pada anggaran perubahan yang sedang disiapkan, dengan tambahan anggaran melalui APBD 2027.
Siapa saja yang terlibat dalam proses perbaikan? Pemerintah Provinsi Banten melalui DPUPR, Gubernur Banten, dan Pemkab Pandeglang diharapkan dapat berkolaborasi dalam perbaikan jalan.
Apa makna penggunaan darah dalam petisi? Darah dalam petisi merupakan simbol kepedihan, titik darah terakhir, dan permohonan sungguh-sungguh dari warga atas kondisi jalan yang rusak.