Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan IMT-GT Green City Award
Daftar Isi
Pekanbaru Catat Empat Prestasi di IMT-GT Green City Award 2026
Ceritaberkat.com – Kota Pekanbaru meraih pengakuan di forum internasional melalui empat capaian dalam IMT-GT Green City Award 2026. Penghargaan itu menandai apresiasi atas arah pembangunan kota menuju Metropolitan Green City yang dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
Ajang tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT 2026. Sumatera Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum yang mempertemukan 35 provinsi dan negara bagian dari wilayah Sumatera, Semenanjung Malaysia, serta Thailand bagian selatan.
Pekanbaru menjadi salah satu daerah yang tampil menonjol dalam penyelenggaraan perdana penghargaan ini. Dari 12 pemenang yang ditetapkan pada lima kategori, Pekanbaru berhasil memperoleh pengakuan dalam empat bidang berbeda.
Emas hingga Pengakuan Transportasi Rendah Karbon
Penghargaan tertinggi yang diraih Pekanbaru adalah Emas atau Juara I untuk kategori Education for Sustainable Development. Capaian ini berkaitan dengan upaya penguatan pendidikan yang mendorong pemahaman dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Pekanbaru memperoleh Perak atau Juara II pada kategori Urban Biodiversity and Ecosystem Management. Kategori tersebut menyoroti pengelolaan keanekaragaman hayati serta ekosistem di kawasan perkotaan.
Kota ini juga membawa pulang Perunggu atau Juara III dalam kategori Solid Waste Management, yang berkaitan dengan penanganan sampah. Pengakuan keempat berupa Certificate of Recognition untuk kategori Sustainable Transportation and Low-Carbon Mobility, atau transportasi berkelanjutan dan mobilitas rendah karbon.
Keempat penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa agenda kota hijau tidak hanya dilihat dari satu sektor. Pendidikan, perlindungan ekosistem, pengelolaan sampah, penghijauan, dan mobilitas rendah emisi menjadi unsur yang saling terkait dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Penghargaan Diterima Wakil Wali Kota
Penganugerahan berlangsung dalam Gala Dinner di Hotel JW Marriott, Medan, pada Rabu (9/9). Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.
Markarius hadir sebagai wakil Agung Nugroho dalam acara tersebut. Malam penghargaan turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, perwakilan Sekretariat ASEAN, Asian Development Bank, serta para gubernur dan kepala pemerintahan negara bagian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Rangkaian agenda IMT-GT 2026 mencapai puncaknya pada Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32. Pertemuan itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, bersama Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir dan Vice Minister for the Office of the Prime Minister of Thailand Thanadit Raktabutr.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan regional memberi arti tersendiri bagi penghargaan yang diperoleh Pekanbaru. Ajang tersebut menjadi ruang untuk menempatkan capaian pemerintah daerah dalam konteks kerja sama lintas negara di kawasan pertumbuhan IMT-GT.
Gerakan Pekanbaru Lestari
Agung Nugroho menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diterima Pekanbaru mencerminkan penilaian internasional terhadap langkah pembangunan kota yang diarahkan pada keberlanjutan.
“Alhamdulillah, ini bukan penghargaan biasa. Pekanbaru dinilai dalam forum internasional yang melibatkan tiga negara dan dihadiri para menteri, kepala daerah, ASEAN, serta Asian Development Bank. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City sudah berada di jalur yang benar,” ujar Agung.
Ia mengaitkan pencapaian itu dengan Gerakan Pekanbaru Lestari. Program tersebut menggabungkan pendidikan lingkungan, perlindungan ekosistem kota, penghijauan, perbaikan tata kelola sampah, dan pengembangan transportasi dengan emisi lebih rendah.
Pendekatan lintas bidang menjadi penting karena persoalan lingkungan perkotaan tidak berdiri sendiri. Kualitas ruang hijau, kebiasaan pengelolaan sampah, pembelajaran di sekolah, serta pilihan transportasi dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan lingkungan hidup warga dalam jangka panjang.
Agung menegaskan bahwa apresiasi itu merupakan hasil kerja bersama, bukan capaian seorang pemimpin semata. Ia menyebut masyarakat, petugas kebersihan, sekolah, komunitas, pelaku usaha, Wakil Wali Kota, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bagian dari perubahan yang sedang dijalankan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat, petugas kebersihan, sekolah, komunitas, dunia usaha, Pak Wakil Wali Kota, dan seluruh jajaran Pemko Pekanbaru yang terus bekerja mendukung perubahan kota,” katanya.
Pengakuan Internasional Bukan Akhir Pekerjaan
Di balik capaian tersebut, Agung mengingatkan bahwa penghargaan tidak dapat dimaknai sebagai tanda seluruh tantangan lingkungan telah tuntas. Ia menekankan masih adanya pekerjaan yang perlu diselesaikan agar manfaat pembangunan hijau benar-benar dirasakan masyarakat Pekanbaru.
“Penghargaan ini justru menjadi tanggung jawab bagi saya untuk bekerja lebih keras. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan piala, tetapi menjadikan Pekanbaru semakin bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Markarius Anwar juga menyampaikan bahwa kehadirannya di Medan merupakan mandat untuk menerima penghargaan atas nama Wali Kota Pekanbaru. Ia menilai capaian tersebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kepemimpinan Agung Nugroho dalam mendorong kota hijau dan berkelanjutan.
“Saya hadir mewakili Pak Wali Kota Agung Nugroho. Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap kepemimpinan dan komitmen beliau dalam membawa Pekanbaru menuju kota hijau dan berkelanjutan,” jelas Markarius.
Agung mempersembahkan empat penghargaan itu bagi masyarakat Pekanbaru. Baginya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah dapat mengambil peran di panggung internasional sekaligus membawa nama Indonesia melalui upaya pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Dari Pekanbaru, kita membuktikan bahwa pemerintah daerah juga mampu mencatatkan prestasi dan membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” tutup Agung.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan?
Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan matter?
Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.