Internasional

Pengakuan Bersalah Pemuda Dalang Maling Bitcoin Terbesar di Dunia

malone-lam-1789014484990_169
Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Malone Lam Akui Peran dalam Pencurian Bitcoin Senilai US$249 Juta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Malone Lam Akui Peran dalam Pencurian Bitcoin Senilai US$249 Juta

Ceritaberkat.com – Malone Lam, pria asal Singapura berusia 22 tahun, mengaku bersalah di Amerika Serikat dalam perkara konspirasi pemerasan yang terkait dengan pencurian bitcoin senilai US$249 juta, atau sekitar Rp4,3 triliun. Kasus ini menempatkannya sebagai salah satu tokoh utama dalam aksi pencurian aset kripto terbesar yang pernah terungkap.

Pengakuan bersalah itu membuat Lam terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Hakim Distrik AS Colleen Kollar-Kotelly belum menetapkan jadwal pembacaan vonis.

Jaksa AS Jeanine Pirro menegaskan bahwa aparat akan mengejar pelaku kejahatan digital meski jaringan mereka beroperasi lintas wilayah dan menggunakan aset kripto.

“Jika Anda membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan menemukan Anda, membongkar operasi Anda, dan meminta pertanggungjawaban Anda,” kata Jaksa AS Jeanine Pirro dalam persidangan pada Selasa (8/9) waktu setempat.

“Terdakwa ini memimpin jaringan internasional yang memangsa korban melalui penipuan, melanggar privasi mereka, dan mencuri ratusan juta dolar dalam mata uang kripto,” tambahnya.

Jaringan Dibangun lewat Platform Game Online

Dokumen pengadilan menyebut aktivitas konspirasi itu telah berlangsung setidaknya sejak Oktober 2023 hingga Mei 2025. Para anggota jaringan berasal dari sejumlah negara bagian, termasuk California, Connecticut, New York, dan Florida, serta melibatkan pihak dari luar Amerika Serikat.

Mereka saling terhubung melalui platform game online. Dari sana, kelompok tersebut membagi tugas untuk mencari calon korban, memperoleh data rahasia, dan memindahkan aset digital yang berhasil dicuri.

Lam disebut memakai beberapa nama samaran, di antaranya Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy. Ia diduga memimpin kelompok itu dengan menentukan target serta mengatur peran para anggota lainnya.

Modus yang digunakan tidak terbatas pada penipuan daring. Para pelaku diduga membujuk korban agar menyerahkan informasi sensitif yang dapat membuka akses ke dompet kripto. Dalam beberapa kesempatan, jaringan itu juga melakukan pembobolan rumah untuk memperoleh rincian yang dibutuhkan guna menguras simpanan digital korban.

Kasus ini menggambarkan bahwa keamanan aset kripto tidak hanya berkaitan dengan kata sandi atau teknologi dompet digital. Informasi pribadi, akses akun, perangkat, dan data pemulihan dapat menjadi sasaran ketika pelaku berupaya mengambil alih kepemilikan aset korban.

Uang Curian Dipakai untuk Gaya Hidup Mewah

Hasil pencurian bitcoin tersebut disebut cepat dibelanjakan. Lam dan rekan-rekannya menghabiskan hingga US$500.000 dalam satu malam di klub malam. Mereka juga membeli mobil-mobil mewah dengan harga mulai US$100.000 sampai US$3,8 juta.

Pengeluaran itu mencakup berbagai barang bernilai tinggi. Sejumlah tas Hermes Birkin yang bernilai puluhan ribu dolar AS dibeli menggunakan dana hasil kejahatan, lalu dilemparkan ke kerumunan dalam pesta di klub malam.

Barang dan layanan lain yang dikaitkan dengan dana tersebut meliputi jam tangan mewah seharga hingga US$500.000, pakaian bernilai puluhan ribu dolar, rumah sewaan di Los Angeles, Hamptons, dan Miami, perjalanan dengan jet pribadi, serta tim pengawal pribadi.

Gaya hidup yang mencolok membuat Lam dikenal di lingkungan klub malam Los Angeles dan Miami. Kemewahan yang dipamerkan itu juga menarik perhatian terhadap sumber kekayaannya.

Dalam perkara kejahatan finansial, penggunaan hasil tindak pidana untuk pembelian barang mahal dapat menjadi bagian penting dalam penelusuran aliran dana. Aset seperti kendaraan, jam tangan, barang fesyen eksklusif, dan layanan perjalanan berbiaya tinggi berpotensi membantu penyidik memetakan bagaimana uang hasil kejahatan dibelanjakan atau dipindahkan.

Ditangkap FBI pada September 2024

Operasi kelompok tersebut mulai terungkap setelah agen FBI menangkap Lam bersama seorang kaki tangannya pada September 2024. Penangkapan itu menjadi titik penting dalam pembongkaran jaringan yang diduga mencuri ratusan juta dolar dalam bentuk mata uang kripto.

Salah satu anggota jaringan, Evan Tangeman, telah lebih dahulu menerima hukuman 70 bulan penjara pada April 2026. Ia dihukum karena pencucian uang yang berkaitan dengan hasil kejahatan tersebut.

Tangeman juga berupaya menghilangkan barang bukti setelah Lam ditangkap. Pengadilan kemudian memandang tindakan itu sebagai tanda bahwa ia memahami kesalahannya.

Lam sendiri pernah menyampaikan kepada penyelidik bahwa ia keluar dari sekolah menengah di Singapura pada usia 14 tahun. Ia tiba di Amerika Serikat pada Oktober 2023 dan tetap berada di negara itu setelah masa visanya berakhir pada Januari tahun berikutnya.

Dengan pengakuan bersalahnya, proses hukum terhadap Lam memasuki tahap penentuan hukuman. Perkara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai aset kripto yang sangat besar dapat menjadikannya target kejahatan terorganisasi, terutama ketika pelaku memperoleh informasi pribadi atau akses keamanan milik korban.

Bagi pemilik aset digital, perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dari keamanan. Informasi pemulihan akun, kode akses, perangkat autentikasi, dan rincian kepemilikan dompet kripto sebaiknya tidak diberikan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya. Kasus Lam memperlihatkan bahwa serangan terhadap aset kripto dapat berawal dari manipulasi manusia, bukan semata-mata dari celah teknologi.

Frequently Asked Questions

What is Pengakuan Bersalah Pemuda Dalang Maling Bitcoin?

Pengakuan Bersalah Pemuda Dalang Maling Bitcoin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengakuan Bersalah Pemuda Dalang Maling Bitcoin matter?

Pengakuan Bersalah Pemuda Dalang Maling Bitcoin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.