Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung

Pemkot Depok Perintahkan Penyiraman Rutin di TPA Cipayung Pasca Kebakaran

Cegah Kebakaran Pemkot Depok Minta Damkar – Kota Depok menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung setelah peristiwa kebakaran yang melanda area tersebut. Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, otoritas kota telah mengeluarkan instruksi khusus kepada petugas pemadam kebakaran agar melakukan penyiraman secara berkala pada lokasi penimbunan sampah ini. Langkah preventif ini menjadi krusial mengingat kondisi TPA yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas signifikan.

Kondisi Overload dan Volume Sampah

Menurut informasi yang dihimpun, TPA Cipayung saat ini menampung sekitar 2,9 juta ton material sampah. Angka ini menunjukkan bahwa fasilitas penampungan tersebut bekerja di atas kapasitas normalnya. Setiap harinya, diperkirakan masuk sekitar 900 hingga 1.000 ton sampah baru ke dalam area tersebut, sehingga beban terus bertambah tanpa henti.

“Masih, kalau overload masih, bisa dilihat kan kondisinya. Kita sekarang ini ada 2,9 juta ton sampah yang ada di lingkungan TPA, ya berarti kan memang sehari kita timbulan yang dibuang ke TPA itu kurang lebih sekitar 900 sampai 1.000 ton,” ujar Reni kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Kelebihan beban ini bukan hanya masalah ruang, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran. Sampah yang menumpuk dalam jumlah besar cenderung menghasilkan panas internal, terutama ketika terjadi proses dekomposisi organik. Kombinasi antara volume sampah yang tinggi dan cuaca panas menjadi faktor pemicu potensial yang harus diantisipasi oleh pihak berwenang.

Instruksi Penyiraman Dua Kali Sehari

Sebagai respons langsung terhadap ancaman kebakaran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Depok, Reni Siti, telah memberikan arahan tegas kepada seluruh petugas yang bertugas di lokasi. Mereka diminta untuk melakukan penyiraman minimal dua kali dalam satu hari. Tujuan utamanya adalah menjaga suhu di dalam tumpukan sampah tetap terkendali dan mencegah munculnya percikan api.

“Nah, ini yang harus kita antisipasi nih ke depan setelah kejadian ini. Makanya nanti ada beberapa hal. Di sini sendiri tadi saya sudah minta tolong ke damkar yang ada di lokasi sini supaya satu hari itu minimal dua kali penyiraman untuk antisipasi karena memang cuaca kan sedang panas, ya,” ungkapnya.

Instruksi ini tidak hanya berlaku untuk waktu tertentu, tetapi juga mencakup periode pagi hari. Petugas UPT di lokasi diminta untuk memastikan bahwa proses penyiraman berjalan konsisten sepanjang hari, termasuk pada pagi hari setelah kejadian.

“Jadi satu hari dua kali penyiraman ya Pak UPT, minta tolong, nah, itu juga. Dan hari ini kami minta ini tetap disiram sampai pagi,” tambahnya.

Detail Kejadian Kebakaran

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada hari Kamis, tanggal 16 Juli, tepatnya pukul 19.30 WIB. Berdasarkan pengamatan awal, titik api bermula dari bagian bawah tumpukan sampah, bukan dari permukaan. Hal ini menunjukkan bahwa panas yang terbentuk di dalam tumpukan cukup signifikan untuk memicu pembakaran dari lapisan bawah.

“Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam 19.30 WIB, ya. Dari bawah kayaknya (titik api),” ucapnya.

Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap investigasi. Meskipun petugas telah melakukan patroli rutin di area TPA, faktor spesifik yang memicu api belum dapat diidentifikasi secara definitif. Yang jelas, respons cepat petugas pemadam berhasil membatasi penyebaran api ke area sekitarnya.

“Kemudian penyebabnya itu nanti masih kita perlu investigasi dulu ya. Karena kan memang di sini kita sebetulnya ada patroli juga. Nah, jadi kita bisa antisipasi, bisa segera kita lokalisir ya, jadi tidak menyebar,” ungkapnya.

Proses Pendinginan dan Status Api

Pada pukul 22.52 WIB, api dinyatakan telah padam sepenuhnya. Namun, pekerjaan petugas belum selesai. Tahap pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada percikan api yang muncul kembali. Proses ini penting karena sumber pemicu masih可能存在 di dalam tumpukan sampah.

“Alhamdulillah sekarang sudah padam, tapi sekarang sedang proses pendinginan, supaya tidak ada percikan api lagi nih, karena pemicunya berarti kan ada. Nanti terus akan kita siram supaya semakin dingin, semakin padam lagi. Karena di dalamnya kita kan enggak tahu ada apa,” ungkapnya.

Upaya penyiraman berkelanjutan akan terus dilakukan hingga suhu di dalam tumpukan sampah mencapai tingkat yang aman. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencegah kebakaran terulang di TPA Cipayung yang sedang menghadapi tekanan beban berlebih.