Bus Terperosok ke Sungai di Nganjuk – Belasan Penumpang Dievakuasi

Bus Terperosok ke Sungai di Nganjuk, Belasan Penumpang Dievakuasi

Bus Terperosok ke Sungai di Nganjuk – Kecelakaan lalu lintas yang menimpa bus Sugeng Rahayu terjadi di wilayah Kandangrejo, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Insiden ini berlangsung pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, saat kendaraan tersebut mengalami kecelakaan dengan kondisi terbalik dan terjatuh ke sungai. Kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran karena sejumlah penumpang harus diperlakukan secara medis setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Menurut laporan detikJatim, kecelakaan melibatkan truk Fuso bernopol S-9687-UR. Kedua kendaraan, yaitu bus dan truk, terlibat dalam tabrakan yang berujung pada kondisi bus terperosok ke aliran air. Dalam situasi darurat ini, petugas penyelamat segera turun untuk mengevakuasi penumpang dari dalam bus yang tertutup air. Proses evakuasi terus berlangsung hingga pukul 13.52 WIB, dengan sejumlah korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lanjutan.

Proses Evakuasi dan Kondisi Korban

Korban yang terluka dalam kejadian ini termasuk dalam belasan penumpang. Meski tidak ada laporan mengenai korban meninggal, kondisi beberapa penumpang tergolong kritis dan memerlukan perawatan intensif. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus dan bantuan tim darurat, karena bus terjebak di aliran sungai yang cukup dalam. Para penumpang dievakuasi ke dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Nganjuk, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada penumpangnya tadi, mungkin belasan. Tapi informasi sementara tidak ada korban meninggal,” kata Dito, warga setempat, kepada detikJatim pada hari Sabtu (4/7/2026).

Dito menambahkan bahwa kejadian ini terjadi secara tiba-tiba, sehingga para penumpang harus segera dievakuasi dalam kondisi yang tergesa-gesa. Ia juga menyebutkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian tidak mendukung, dengan hujan deras yang membuat jalan sedikit licin. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut, karena pengemudi dan kernet bus masih dalam penanganan medis.

Pemrosesan Kecelakaan oleh Pihak Berwenang

Setelah evakuasi korban selesai, petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengungkapkan bahwa kecelakaan ini masih dalam proses investigasi, dengan pihak berwenang mencari penyebab akhir dari tabrakan yang menimpa bus dan truk tersebut.

“Masih dalam penanganan. Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sekarang sedang proses evakuasi kendaraan,” ujar Wahby.

Menurut Wahby, kejadian ini menimbulkan tantangan karena kedua kendaraan terjatuh ke sungai, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengevakuasinya. Tim penyelamat dari Polres Nganjuk bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan tim medis, untuk memastikan bahwa semua penumpang diperlakukan dengan baik. Dalam upaya ini, beberapa kendaraan seperti mobil dan truk tambahan dikirim ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.

Kabupaten Nganjuk, yang terletak di wilayah Jawa Timur, sering menjadi lokasi kejadian kecelakaan karena kondisi jalan yang tidak selalu ideal. Pada hari kejadian, beberapa jalan di sekitar Kandangrejo sedang dalam proses perbaikan, sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan atau pengemudi yang kurang waspada. Dengan adanya kejadian ini, pihak berwenang berharap bisa menemukan penyebab akhir dan mengambil langkah pencegahan untuk menghindari kecelakaan serupa di masa depan.

Sementara itu, masyarakat sekitar berharap bahwa semua penumpang yang terkena kecelakaan ini dapat pulih kembali. Dito menyebutkan bahwa korban terluka sebagian besar adalah anak-anak dan remaja, karena bus tersebut umumnya digunakan untuk kegiatan sekolah atau kegiatan komunitas. “Saya berharap semuanya baik-baik saja, karena banyak dari mereka adalah pelajar yang masih belajar,” tambah Dito.

Dalam upaya mengevakuasi kendaraan yang terbalik di sungai, petugas harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang berair. Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan kondisi bus dan truk, serta melacak data dari pengemudi dan kernet untuk memahami kronologi kejadian secara lebih detail. Sejumlah saksi di lokasi kejadian juga diperiksa sebagai bagian dari proses investigasi.

Setelah semua korban dievakuasi, pihak berwenang berencana untuk menyelidiki lebih lanjut apakah ada faktor eksternal seperti kehabisan oli atau kesalahan sistem kendaraan yang menyebabkan kecelakaan ini. Wahby menegaskan bahwa investigasi masih terus berlangsung dan bahwa hasilnya akan diumumkan setelah semua data dikumpulkan. “Kami ingin memastikan bahwa kecelakaan ini tidak terulang lagi, terutama di daerah yang rawan cuaca buruk,” ujar Wahby.

Kecelakaan ini juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga sekitar, karena beberapa pekerja lokal terlibat dalam evakuasi. Masyarakat menyoroti pentingnya kesadaran pengemudi untuk tetap waspada, terutama di jalan-jalan yang sedang dalam pengerjaan atau kondisi cuaca tidak ideal. “Kami berharap pihak berwenang memberikan pelatihan keselamatan tambahan untuk pengemudi bus dan truk,” tambah Dito.

Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, tim medis dari RSUD Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara terus memantau kondisi para korban. Sejumlah pasien masih dirawat di ruang perawatan intensif, sementara yang lain sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka stabil. Dito juga berharap pihak kepolisian bisa memberikan pelatihan lebih baik kepada pengemudi agar kecelakaan seperti ini tidak terulang.

Menurut informasi terkini, proses evakuasi kendaraan sudah selesai, dan pengemudi bus serta truk kini sedang diperiksa. Kecelakaan ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk tetap memperhatikan kondisi jalan dan menghindari kecelakaan yang bisa berakibat fatal. Selain itu, pihak berwenang juga menyarankan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat berkendara, terutama di area yang rawan.

Baca selengkapnya di sini untuk mengetahui detail lebih lanjut tentang kecelakaan ini, termasuk laporan dari saksi dan upaya pihak berwenang dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.