Table of Contents
BPS: Penyakit berat menyebabkan penurunan signifikan tingkat kesejahteraan
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti bahwa kesehatan penduduk, terutama kondisi penyakit serius, menjadi faktor utama yang mempercepat perubahan dalam tingkat kesejahteraan. Wakil Kepala BPS, Sonny Hari Budiutomo, dalam pertemuan dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu, mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan adanya penurunan status ekonomi pada sekitar puluhan ribu keluarga yang mengalami penyakit berat. “Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus mengalami perubahan. Dalam catatan terakhir, keluarga dengan masalah kesehatan kritis mencapai 62.000, dan desil kesejahteraan mereka turun,” jelas Sonny.
Kondisi kesehatan memengaruhi dinamika ekonomi masyarakat
Sony menegaskan bahwa hasil riset ini menunjukkan tingkat ekonomi masyarakat sangat rentan terhadap perubahan mendadak. Biaya pengobatan yang tinggi bisa menggeser status sosial keluarga dalam waktu singkat. “Ini membuktikan bahwa perubahan kesejahteraan penduduk terjadi dengan cepat, terutama karena faktor kesehatan,” ucapnya.
“Progres verifikasi sampai pagi hari ini mencapai 603.226 keluarga yang telah dicek langsung. Artinya, dalam dua minggu hanya 10,42 persen dari total yang seharusnya selesai hari ini. Dengan jumlah 2,37 juta keluarga target, ini memang tantangan jika tidak ada penambahan petugas,” kata Sonny.
Sebagai respons, BPS terus memperbarui versi DTSEN Triwulan II 2026 untuk menangkap perubahan data secara akurat. Data yang dinamis ini sangat penting bagi pemerintah dalam menentukan target subsidi iuran kesehatan yang tepat. Dari total 11 juta peserta bantuan, sebanyak 8,8 juta keluarga masih perlu diverifikasi ulang oleh tim BPS bersama mitra seperti PKH Kementerian Sosial, agar mereka yang ekonominya merosot akibat penyakit tetap mendapatkan perlindungan nasional.
Pembaruan data untuk memastikan keakuratan program sosial
Sonny menekankan bahwa integrasi data yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan kondisi warga adalah kunci sukses program jaminan kesehatan. Dengan mengikuti dinamika kesejahteraan secara real-time, BPS berupaya memastikan bantuan iuran diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
