Topics Covered: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawat ke Filipina untuk Hadiri KTT ASEAN
Table of Contents
Sultan Brunei Terbang Sendiri ke Filipina untuk KTT ASEAN
Topics Covered: Sultan Brunei Hassanal Bolkiah menunjukkan keberanian dalam memimpin perjalanan langsung ke Filipina untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48. Tiba di Pangkalan Udara Mactan-Benito N.Ebuen, Rabu (6/5) malam waktu setempat, ia duduk di kursi kokpit pesawat pribadinya dan mengemudi menuju acara multilateral yang penting tersebut. Langkah ini menimbulkan perhatian khusus, karena jarang ada pemimpin negara yang melakukan perjalanan internasional secara langsung.
Pertemuan KTT ASEAN 48 dan Dukungan Filipina
Sultan Bolkiah didampingi putranya, Pangeran Abdul Mateen, saat tiba di Filipina. Kehadirannya disambut oleh pejabat kunci seperti Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Rex Gatchalian, Gubernur Cebu Pamela Baricuatro, serta Walikota Kota Lapu-Lapu Cynthia King-Chan. Pemimpin Brunei ini membawa pesan kuat tentang komitmen negaranya dalam memperkuat hubungan bilateral dan regional, sekaligus memperlihatkan kemampuan untuk berpartisipasi secara mandiri dalam kegiatan multilateral.
KTT ASEAN ke-48 berlangsung di Cebu, yang menjadi tuan rumah pertama sepanjang sejarah kongres tersebut. Summits ini berfokus pada isu seperti krisis politik di Myanmar, kerja sama ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Sultan Brunei berperan aktif dalam diskusi tersebut, sementara Myanmar hadir melalui wakilnya, Sekretaris Tetap Luar Negeri, sebagai indikasi persiapan strategis untuk menyampaikan pandangan negaranya.
“Saya (Obama) pikir hanya dia sendiri yang menerbangkan pesawat kenegaraannya. Jika Air Force One mengalami kendala, saya harus berkonsultasi ke mana-mana,” ujar Obama dalam wawancara The Star, Rabu (13/3/2013), saat mengenang kunjungan Sultan Bolkiah ke AS tahun 2013. Dalam kejadian itu, Sultan Brunei menaiki pesawat 747 miliknya untuk bertemu presiden AS tersebut, menegaskan keterlibatan Brunei dalam diplomasi global.
Keberanian Sultan Brunei dalam menggunakan pesawat pribadi bukan hanya tentang logistik, tapi juga sebagai simbol kekuasaan dan otonomi negara kecil. Sebelumnya, pada 2013, ia pernah melakukan perjalanan ke AS dengan cara serupa, menunjukkan konsistensi dalam mengambil peran aktif dalam hubungan internasional. Ini menjadi bukti bahwa negara-negara ASEAN, termasuk Brunei, berupaya memperkuat pengaruh mereka melalui partisipasi langsung.
Kehadiran Sultan Bolkiah di Filipina juga mencerminkan pentingnya perjalanan diplomatik langsung dalam membangun koneksi antar negara. Dalam diskusi sebelum acara, ia menekankan kolaborasi global terkait perubahan iklim dan ketidaksetaraan ekonomi. Langkah ini memperlihatkan bahwa Brunei tidak hanya mengejar hubungan dengan negara-negara besar, tetapi juga berupaya memperlihatkan kontribusi aktif dalam forum regional.
Topics Covered: Perjalanan Sultan Brunei ke Filipina menjadi momen spesial karena menggambarkan kekuatan diplomatik dalam bentuk yang tidak konvensional. Dengan mengemudikan pesawat sendiri, ia memperlihatkan kemampuan negara kecil untuk tetap relevan dalam isu global, sekaligus menjadi perhatian publik dan media terhadap peran Brunei dalam kerja sama ASEAN. KTT ke-48 diharapkan menjadi pembicaraan penting untuk menegaskan komitmen antar anggota dalam menghadapi tantangan bersama.
