Special Plan: Mendikdasmen perkuat akses pendidikan turunkan angka ATS

Mendikdasmen perkuat akses pendidikan turunkan angka ATS

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang aktif dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang belum memiliki kesempatan belajar. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan 21 izin baru bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memperluas peluang pendidikan di wilayahnya.

Dalam wawancara di Purwokerto, Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS). Ia menyoroti beberapa hambatan utama yang dihadapi, seperti kondisi ekonomi, lokasi tempat tinggal, budaya sosial, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Memang tantangan terbesar saat ini adalah jumlah anak yang belum bisa bersekolah, karena faktor-faktor seperti ekonomi, domisili, dan keamanan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah berupaya memberikan alternatif pendidikan yang lebih mudah diakses. Ia menekankan pentingnya pendekatan fleksibel, termasuk penggunaan metode pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan peserta didik belajar kapan dan di mana pun mereka membutuhkan.

“Kami juga menyediakan layanan belajar jarak jauh agar mereka bisa mengakses pendidikan tanpa terbatasi oleh waktu dan lokasi,” tambah Mendikdasmen.

Menurut Menteri Abdul Mu’ti, program PKBM menjadi salah satu alat untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menyasar program kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, serta sekolah satu atap sebagai upaya menciptakan sistem pendidikan yang inklusif.

Komitmen tersebut didukung oleh peningkatan aksesibilitas pendidikan melalui bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) yang diberikan kepada PKBM sesuai jumlah peserta didik. Ia menjelaskan bahwa model pembelajaran nonformal dan informal bisa menjadi solusi bagi kelompok yang kesulitan mengikuti pendidikan formal.

“Bentuknya tidak harus pendidikan formal, tetapi bisa melalui jalur nonformal dan informal agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyumas menambahkan bahwa PKBM juga dirancang untuk melatih keterampilan hidup (life skill) agar peserta didik bisa mandiri sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Ia memberikan contoh tentang bantuan kambing yang diberikan kepada warga yang tertarik memulai usaha beternak.

“Harapannya dengan PKBM, mereka bisa hidup mandiri, bukan hanya bergantung pada pendidikan formal,” ujar Bupati.

Menurut Sadewo Tri Lastiono, pemerintah daerah juga akan memberikan insentif bagi tenaga pendidik yang terlibat dalam PKBM, termasuk guru pensiunan yang bersedia menjadi sukarelawan. Ia menyoroti antusiasme para pendidik tua yang ingin tetap berkontribusi dalam pendidikan nonformal.